Operasi Lilin Candi 2025: Tak Hanya Amankan Gereja, Polres Purworejo Terjunkan Regu Siaga Bencana ke Lokasi Longsor

PURWOREJO – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Purworejo sejak Jumat (26/12) mengakibatkan bencana alam berupa tanah longsor dan genangan air di sejumlah titik. Menanggapi situasi darurat tersebut, Polres Purworejo bergerak cepat menurunkan Regu Siaga Bencana untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak pada Sabtu (27/12/2025).

Kegiatan penanganan bencana ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Purworejo, Kompol Nana Edi Sugito, S.H. Dalam aksinya, Polres Purworejo berkolaborasi lintas sektoral bersama personel TNI, BPBD Kabupaten Purworejo, PMI, instansi terkait, serta dibantu oleh masyarakat setempat.

Kapolres Purworejo AKBP. Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. menjelaskan bahwa di tengah pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025, pihaknya telah mengantisipasi potensi kerawanan cuaca ekstrem. Mengingat operasi ini berlangsung pada puncak musim penghujan, Polres Purworejo tidak hanya fokus pada pengamanan gereja dan pos pelayanan, namun juga menyiagakan regu khusus bencana.

“Kami sudah membentuk regu siaga bencana yang dibekali personel dan peralatan pendukung. Begitu ada laporan kejadian pada Sabtu pagi, tim langsung bergeser ke titik-titik bencana untuk memberikan bantuan dan pengamanan,” ujar Kompol Nana Edi Sugito di lokasi kejadian.

Berdasarkan data laporan lapangan, terdapat empat titik bencana utama yang ditangani. Pertama, pada pukul 04.00 WIB di Dusun Krajan Desa Jatirejo dan Dusun Sigayang, Kecamatan Kaligesing, tanah longsor memutus akses jalan sepanjang 13 meter dengan ketinggian 12 meter.

Selanjutnya pada pukul 07.00 WIB, longsor hebat melanda Jalan Raya Purworejo-Magelang KM 13, Dusun Seniten, Desa Bener. Bahu jalan sepanjang 40 meter ambles dengan kedalaman mencapai 10 meter. Berdasarkan analisa dari Bapak Tri Puji Hartono dari Dinas Binamarga Purworejo, kondisi tanah di lokasi tersebut masih labil dan rawan longsor susulan.

“Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan di jalur Purworejo-Magelang, saat ini kami berlakukan sistem buka-tutup satu lajur. Kerugian materiil untuk pembangunan talut di titik ini ditaksir mencapai Rp300 juta,” tambah Wakapolres.

Selain longsor, pada pukul 09.00 WIB, tim juga memantau genangan air setinggi 20 cm di Kelurahan Langenrejo, Kecamatan Butuh, yang diakibatkan oleh luapan air hujan yang terus-menerus.

Di tempat terpisah, Kapolres Purworejo memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem berlangsung. Warga yang tinggal di daerah perbukitan dan pinggiran sungai diminta segera mengungsi ke tempat aman jika melihat tanda-tanda alam yang membahayakan.

“Kami meminta masyarakat untuk saling berkomunikasi dan segera melapor jika terjadi keadaan darurat. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama kami di atas segalanya,” pungkas Kapolres melalui pesan tertulisnya.

Pastikan Mudik Nataru Aman, Polres Purworejo dan Jasa Raharja Gelar Cek Kesehatan di Terminal

PURWOREJO – Guna memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polres Purworejo menggelar aksi simpatik berupa pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan ini dipusatkan di Pos Pelayanan Terminal Type A Purworejo pada Senin (22/12) siang.

Langkah preventif ini merupakan hasil kolaborasi antara Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Purworejo bersama Jasa Raharja. Tidak hanya menyasar para penumpang, pemeriksaan ini juga diperuntukkan bagi pengemudi bus serta petugas gabungan TNI-Polri yang tengah berjaga mengamankan arus mudik dan balik.

Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Dokkes IPTU Warsino, Amk., S.H., yang didampingi Kasi Humas AKP Ida Widaastuti, S.H., M.A.P., menjelaskan bahwa pengecekan ini krusial untuk menjamin kondisi fisik seluruh pihak yang terlibat di lapangan.

“Tujuan utama kami adalah menjamin kondisi kesehatan, baik itu petugas yang berjaga, masyarakat penumpang, maupun para pengemudi armada. Dengan kondisi kesehatan yang terpantau, kita dapat meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh faktor kelelahan atau gangguan kesehatan mendadak,” ujar IPTU Warsino di sela-sela kegiatan.

Dalam pelayanan tersebut, tim medis memberikan berbagai fasilitas pemeriksaan, mulai dari pengecekan tensi darah, pemeriksaan kadar gula darah, hingga konsultasi kesehatan singkat. Selain pemeriksaan fisik, petugas juga membagikan obat-obatan ringan serta vitamin untuk menjaga imunitas tubuh di tengah padatnya aktivitas terminal.

Satu per satu pengemudi bus yang singgah di Terminal Type A tampak antusias mengikuti pemeriksaan. Langkah ini dinilai sangat membantu para sopir lintas provinsi yang seringkali mengabaikan kondisi fisik demi mengejar jadwal perjalanan.

Himbauan bagi Masyarakat dan Pengemudi
Di akhir kegiatan, Polres Purworejo turut menyampaikan beberapa pesan penting demi keselamatan bersama:

Bagi Pengemudi: Utamakan keselamatan di atas kecepatan. Segera beristirahat di Pos Pelayanan atau rest area terdekat jika merasa lelah atau mengantuk. Jangan memaksakan diri demi mengejar waktu.

Bagi Penumpang: Tetap waspada terhadap barang bawaan dan pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum melakukan perjalanan jauh.

Patuhi Petugas: Selalu ikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran arus lalu lintas.

Dengan adanya sinergi antara pengecekan kesehatan dan kesadaran masyarakat, diharapkan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah hukum Polres Purworejo dapat berjalan aman, sehat, dan kondusif.

Sinergi Tanpa Batas: Polres Purworejo dan Stakeholder Siap Jamin Keamanan Natal dan Tahun Baru

PURWOREJO – Guna memastikan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan aman, damai dan kondusif, Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Mapolres Purworejo pada Jumat (19/12) sore, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana.

Apel gelar ini dipimpin langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., bersama Bupati Purworejo yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan, Agus Widiyanto, S.IP., M.Si. Semangat sinergi terlihat jelas dengan kehadiran jajaran Forkopimda dan stakeholder terkait, mulai dari jajaran Kodim 0708, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Subdenpom, Brimob, hingga PMI dan komunitas IOF Purworejo.

Fokus Pengamanan dan Antisipasi Tantangan
Dalam sambutannya, AKBP Andry Agustiano menekankan bahwa pengamanan tahun ini membutuhkan kewaspadaan ekstra. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, terdapat potensi pergerakan 119,5 juta orang secara nasional atau meningkat sekitar 7,97% dari tahun sebelumnya.

“Kenaikan mobilitas ini dibarengi dengan tantangan cuaca ekstrem dan potensi bencana alam akibat puncak musim hujan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan kita harus lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tegas Kapolres.

Selain fokus pada kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Polres Purworejo juga memperketat pengawasan terhadap ancaman terorisme dan kejahatan konvensional. Langkah deteksi dini dan preventive strike menjadi prioritas utama untuk memastikan tidak ada gangguan sekecil apa pun saat masyarakat beribadah maupun merayakan malam pergantian tahun.

Sebaran Personel dan Pos Pengamanan Operasi Lilin Candi 2025 akan berlangsung selama 9 hari, terhitung mulai tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Untuk mendukung operasi ini, sebanyak 558 personel Polres Purworejo diterjunkan ke titik-titik strategis.

Demi memberikan pelayanan maksimal, Polres Purworejo telah mendirikan 5 pos utama:
1 Pos Terpadu: Berlokasi di Alun-alun Kabupaten Purworejo.
2 Pos Pengamanan: Berada di Gereja Santa Perawan Maria dan Gereja Santo Yohanes Rosul.
2 Pos Pelayanan: Terletak di Stasiun Kutoarjo dan Terminal Tipe B Purworejo.

Kapolres juga menghimbau masyarakat yang hendak bepergian dalam waktu lama untuk memanfaatkan fasilitas penitipan kendaraan di kantor-kantor kepolisian terdekat guna menghindari tindak pencurian.

“Keberhasilan pengamanan Nataru adalah tanggung jawab bersama. Tingkatkan soliditas dan sinergisitas, karena itulah kunci utama kesuksesan operasi ini,” tutup AKBP Andry Agustiano.

Persiapan Pengamanan Nataru, Polda Jateng Fokus pada Kesiapsiagaan Anggota melalui Latpraops

Semarang – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Lilin bagi jajaran Polres se-Polda Jateng, bertempat di Mapolda Jateng, Selasa (tanggal menyesuaikan). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan menghadapi Operasi Lilin dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Latpraops dipimpin oleh pejabat utama Polda Jateng dan diikuti oleh para Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasat Samapta, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, serta personel yang terlibat dalam Operasi Lilin di masing-masing Polres jajaran. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dan daring untuk memastikan seluruh satuan memahami tugas dan tanggung jawabnya.

Dalam latihan tersebut, peserta dibekali materi terkait manajemen pengamanan, pola tindak di lapangan, rekayasa lalu lintas, pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, objek vital, serta antisipasi potensi gangguan kamtibmas selama perayaan Nataru. Selain itu, disampaikan pula penekanan mengenai sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Pimpinan Polda Jateng menegaskan bahwa Operasi Lilin merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh personel diminta untuk mengedepankan sikap humanis, profesional, dan responsif dalam memberikan pelayanan.

“Melalui latihan pra operasi ini, diharapkan seluruh personel memahami cara bertindak yang tepat di lapangan, sehingga pengamanan Natal dan Tahun Baru di wilayah Jawa Tengah dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.

Dengan dilaksanakannya Latpraops ini, Polda Jateng dan jajaran menyatakan kesiapan penuh dalam mengamankan rangkaian kegiatan Natal dan Tahun Baru, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Jawa Tengah.

Operasi Zebra Candi 2025 Berakhir: Polres Purworejo Catat Hampir 2.500 Pelanggar Ditindak, ETLE Jadi Ujung Tombak Penertiban

PURWOREJO – Pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar oleh Kepolisian Resor (Polres) Purworejo selama 14 hari, mulai dari 17 hingga 30 November 2025, telah resmi ditutup. Operasi yang bertujuan meningkatkan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat ini mencatat angka penindakan yang signifikan dengan mengandalkan teknologi tilang elektronik.

Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. melalui Kasat Lantas Polres Purworejo, AKP Arta Dwi Kusuma, S.T.K., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa selama operasi berlangsung, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purworejo berhasil mencatat total 2.448 penindakan tilang terhadap berbagai pelanggaran. Mayoritas penindakan ini dilakukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan aman dan lancar, tanpa ada kecelakaan lalu lintas yang menonjol,” jelas AKP Arta.

Kaposko Operasi Zebra Candi 2025, Iptu Gatot Hermawan, menambahkan rincian penindakan hukum (Gakkum) yang porsinya hanya 20% dari keseluruhan kegiatan operasi. Dalam porsi Gakkum ini, 95% penindakan adalah menggunakan ETLE dan 5% sisanya menggunakan tilang manual.

Secara rinci, Satlantas mencatat penindakan Tilang ETLE sebanyak 2.393, Tilang Manual 55, dan menerbitkan 1.145 Surat Teguran. Pelanggaran yang paling dominan adalah tidak mengenakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman, dan pelanggaran terhadap rambu larangan (verboden).

Selain penindakan rutin, Iptu Gatot menyebut jajaran Satlantas juga melakukan penertiban khusus terhadap pelanggaran yang tidak terjangkau sistem elektronik, seperti aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong (tidak standar).

“Dari operasi balap liar dan knalpot brong di jalan Niten Banyuurip, kita berhasil mengamankan 12 unit kendaraan bermotor roda dua,” ungkap Kasat Lantas Polres Purworejo.

Operasi yang melibatkan kolaborasi lintas instansi seperti Dishub, Satpol PP, Damkar, Subdenpom, serta Satbrimob Polda Jateng ini juga mencatat 10 kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Namun, semua kejadian tersebut hanya mengakibatkan 20 korban luka ringan, dengan nihil korban luka berat maupun meninggal dunia.

“Melalui Operasi Zebra ini, kami berupaya menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) agar masyarakat Purworejo menjadi patuh dan taat aturan, sehingga dapat menekan angka fatalitas kecelakaan di jalan raya,” jelas Kasat Lantas Polres Purworejo.

Menutup kegiatan ini, Kasat Lantas Polres Purworejo, AKP Arta, mengimbau masyarakat Purworejo untuk tidak mengendurkan kewaspadaan dan kepatuhan berlalu lintas meskipun Operasi Zebra telah usai, mengingat akan segera memasuki Operasi Lilin Candi 2025 (Natal dan Tahun Baru).

“Telah berakhirnya Ops Zebra yang sebentar lagi memasuki Ops Natal Candi 2025, mari tetap hati-hati dan patuhi aturan lalu lintas dalam perjalanan demi keselamatan kita bersama,” pungkas AKP Arta.

Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi 2025: Polres Purworejo Kerahkan 48 Personel Jaring Delapan Prioritas Pelanggaran Lalin

PURWOREJO – Kepolisian Resor (Polres) Purworejo melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi “Zebra Candi-2025” di Halaman Mapolres Purworejo pada Senin (17/11) pagi. Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si.

Kegiatan ini menandai dimulainya Operasi Zebra Candi 2025 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 17 hingga 30 November 2025, menjelang pelaksanaan Operasi Lilin 2025.

Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini bertujuan untuk melakukan pengecekan akhir kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang akan digunakan selama operasi. Polres Purworejo mengerahkan sebanyak 48 personel dalam operasi kepolisian kewilayahan ini.

Apel gelar pasukan kali ini turut dihadiri perwakilan dari berbagai instansi lain, menunjukkan adanya sinergitas yang baik dalam menjaga Kamseltibcarlantas di Purworejo. Instansi yang hadir antara lain Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Subdenpom IV/2-2 Kabupaten Purworejo, serta Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jateng.

Operasi “Zebra Candi-2025” mengusung tema “Terwujudnya kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang pelaksanaan Ops “Lilin-2025”. Operasi ini merupakan upaya cipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Purworejo Polda Jawa Tengah.

8 Pelanggaran Jadi Sasaran Prioritas
AKBP Andry Agustiano menekankan bahwa operasi ini merupakan jenis operasi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) bidang lalu lintas dengan mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan represif yang humanis.

Sasaran prioritas penindakan dalam operasi kali ini mencakup delapan jenis pelanggaran utama yang berpotensi tinggi menimbulkan kecelakaan, yaitu: Menggunakan HP saat berkendara, Mengemudi di bawah umur, Berboncengan lebih dari satu (untuk sepeda motor), Tidak menggunakan Helm SNI, Tidak menggunakan safety belt (untuk mobil), Mabuk saat berkendara, Berkendara melawan arus dan Melebihi batas kecepatan.

Operasi ini ditargetkan dapat menurunkan jumlah kecelakaan lalu lintas beserta korban fatalitas, menurunkan angka pelanggaran, dan secara umum meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

“Diharapkan melalui pelaksanaan Operasi Zebra ini dapat memberikan dampak yang positif terhadap penurunan angka kecelakaan dan pelanggaran yang terjadi, serta mampu meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas,” ujar Kapolres.

Pelaksanaan operasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya Polisi Lalu Lintas, sejalan dengan commander wish Kapolda Jateng agar polisi senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat.

Aksi Sigap Kapolres Purworejo Turun Tangan Bersihkan Solar Tumpah Pasca-Kecelakaan Maut di Bener

PURWOREJO – Sebuah kecelakaan lalu lintas beruntun yang merenggut satu korban jiwa dan menyebabkan tiga orang luka-luka terjadi di jalur vital Purworejo–Magelang, tepatnya di depan Pasar Kalijambe, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Insiden nahas ini terjadi pada Selasa (11/11) dini hari, sekitar pukul 04.45 WIB.

Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan, yakni Kendaraan Truk Hino Tronton Tangki berpelat nomor H-9861-OF, Kendaraan Suzuki Carry AA-1726-BA, dan Kendaraan Toyota Avanza AA-1484-DC.

Polres Purworejo Sigap Tangani Laka Maut
Mendengar kabar insiden tersebut, Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., bersama sejumlah anggota langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Kehadiran Kapolres di tengah-tengah masyarakat menunjukkan komitmen Polres Purworejo dalam penanganan cepat laka lantas.

Beberapa personel langsung olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), membantu dalam evakuasi korban, dan pengaturan arus lalu lintas yang sempat tersendat. Tak hanya itu, kolaborasi antara Polres Purworejo, TNI, Dishub, Damkar Purworejo, dan warga bergotong royong membersihkan tumpahan solar dari Truk Tangki yang dikhawatirkan membahayakan pengendara lain.

Kronologi dan Daftar Korban
Menurut penjelasan dari AKP Arta Dwi Kusuma, S.T.K., S.I.K., M.H., mewakili Kapolres Purworejo, kecelakaan bermula saat Truk Hino Tronton Tangki H-9861-OF melaju dari Magelang menuju Purworejo dengan kecepatan sekitar 70 km/jam.

“Sesampai di lokasi, truk diduga lepas kendali ke kiri, kemudian oleng ke kanan dan menabrak dua mobil yang melaju beriringan di depannya, yaitu Toyota Avanza dan Suzuki Carry,” jelas AKP Arta.

Benturan keras tersebut membuat Truk Tangki terus mendorong Suzuki Carry, hingga akhirnya terguling dan menimpa mobil Suzuki Carry serta menghancurkan ruko pasar yang berada di kanan jalan. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Akibat kecelakaan tragis ini, satu orang penumpang Truk Tangki, SUTRISNO (45), warga Genuk, Kota Semarang, dinyatakan meninggal dunia.

Tiga korban lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sedang dalam perawatan medis:

LOKAS FERIYANTO (42), Pengemudi Truk Tangki (Semarang Utara), luka ringan, dirawat di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo.

MUHAMMAD ZAINUDDIN (34), Penumpang Truk Tangki (Sayung, Demak), luka ringan, dirawat di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo.

ARI AGUS SUSANTO (42), Pengemudi Suzuki Carry (Bandongan, Magelang), luka ringan, dirawat di RSI Loano Purworejo.

Imbauan Keselamatan dari Kapolres
Kapolres Purworejo menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan saat ini masih dalam proses pendalaman dan penyelidikan oleh Unit Laka Lantas Polres Purworejo.

Menutup keterangannya, Kapolres Purworejo mengimbau seluruh pengguna jalan, terutama pengemudi kendaraan besar, untuk selalu memastikan kondisi fisik prima sebelum berkendara dan mematuhi batas kecepatan serta rambu lalu lintas. Beliau menekankan pentingnya menjaga jarak aman dan memeriksa kelaikan kendaraan demi mencegah terulangnya kejadian serupa.

Semangat Hari Pahlawan: Polres Purworejo Beri Penghargaan Spektakuler untuk Prestasi Anggaran hingga Level Internasional!

PURWOREJO – Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November dengan nuansa yang berbeda. Dalam momen sakral tersebut, Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. memberikan penghargaan kepada sejumlah personel Polres dan masyarakat yang berprestasi luar biasa dalam mendukung program-program Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Upacara dan pemberian penghargaan ini dilangsungkan di halaman Mapolres Purworejo pada Senin (10/11) pagi. Pemberian apresiasi ini merupakan bentuk motivasi dan pengakuan institusi atas dedikasi serta prestasi yang telah diukir.

Apresiasi untuk Personel Terbaik dan Prestasi di Tingkat Nasional
Sejumlah personel yang menerima penghargaan antara lain:

Bripka Tito Dwi Anggoro, S.E., M.H., Bripka Cahya Pratama, S.H., dan Briptu Galuh Alfian Effendi, S.H. yang diakui sebagai Operator Terbaik dalam Capaian Indikator Kinerja Anggaran (IKPA) Semester I Tahun Anggaran 2025 di tingkat Jawa Tengah. Prestasi ini menunjukkan tata kelola anggaran Polres Purworejo yang efektif dan akuntabel.

Aipda Arief Setyadi Hartawan, S.H. yang terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk mengikuti Pelatihan Counterpart Identification Technique for Specific of Collation of Fingerprint di Jepang Tahun Anggaran 2025. Keberangkatan ini menjadi bukti peningkatan kualitas personel Polres Purworejo di kancah internasional.

Penghargaan untuk Penggerak Kreatif Masyarakat
Selain personel Polri, apresiasi juga diberikan kepada tenaga pendidik dan pelajar yang telah mengharumkan nama Purworejo. Mereka adalah Ns. Yessy Widyasari, S.KEP sebagai guru di SMK Kesehatan Purworejo, serta empat pelajarnya: Dewi Fatimah, Wahyu Aprilianingsing, Griselda Aufa Freya, dan Akhmad Khaqiqi Maulana.

Mereka dianugerahi penghargaan atas keberhasilan meraih Juara 1 Lomba Video Pendek Gerakan Pangan Murah Polri dalam Lomba Kreatif Polri. Keberhasilan ini menunjukkan sinergi positif antara institusi pendidikan dan Polri dalam menyebarkan informasi publik secara kreatif.

Dukungan Nyata untuk Ketahanan Pangan Nasional
Dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan ini, Kapolres Purworejo juga menyerahkan bantuan sosial yang berfokus pada ketahanan pangan. Sebuah Traktor Yanmar diserahkan kepada perwakilan warga Desa Jrakah melalui Kepala Desa Jrakah, Bapak Supar.

“Bantuan traktor ini kami harapkan dapat mendukung secara langsung aktivitas para petani di Desa Jrakah. Ini merupakan upaya nyata Polri, khususnya Polres Purworejo, dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Bapak Presiden RI,” ujar AKBP Andry Agustiano dalam sambutannya.

Kapolres menambahkan bahwa semangat Hari Pahlawan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya dengan mendukung produktivitas petani lokal.

Dukung Program MBG, Polres Purworejo Dirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Kepolisian Resor Purworejo, melalui dedikasi dan komitmen, turut serta aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG dari pemerintah. Wujud nyata dukungan ini terimplementasi melalui pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambakrejo Polres Purworejo.

Pembangunan dan operasional SPPG ini berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Purworejo, sebuah organisasi yang memiliki peran sentral dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan Polri. Di pucuk pimpinan, inisiatif mulia ini diketuai oleh Ny. Akynta Andry Agustiano.

Di SPPG Tambakrejo, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dan terperinci menjadi prioritas utama. Mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga pengemasan, setiap tahapan sangat mengedepankan kehigienisan demi memastikan seluruh makanan aman dan layak dikonsumsi oleh para siswa penerima manfaat. Bahkan, sebagai bagian dari komitmen terhadap mutu, dalam proses memasak, SPPG ini menggunakan air galon sesuai petunjuk dari pusat.

Komitmen Polres Purworejo tidak berhenti pada produksi. Keamanan dan kualitas penyaluran juga menjadi perhatian serius. Setiap proses distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat dilaksanakan dengan pengawalan ketat oleh personel Polres Purworejo. Selain itu, pengawasan di lokasi sekolah penerima juga melibatkan kehadiran personel Polri, menjamin mutu dan keamanan makanan sampai di tangan siswa.

Program ini menjangkau wilayah yang luas. SPPG Polres Purworejo bangga melayani tiga puluh empat (34) sekolah di Purworejo, dengan total penerima manfaat mencapai dua ribu sembilan ratus (2.900) siswa. Ini adalah sumbangsih nyata dalam pembentukan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan bergizi.

Alokasi Anggaran Polres Purworejo TA 2026 Turun, Belanja Modal Rp3 Miliar Bakal Bangun Mapolsek Bagelen

PURWOREJO- Pagu Alokasi Anggaran Polres Purworejo Tahun Anggaran (TA) 2026 mengalami penurunan sebesar 1,95 persen dibandingkan TA 2025, dari sebesar Rp90.667.916.000 menjadi Rp88.930.949.000. Namun, pada TA 2026 mendatang, Polres Purworejo mendapatkan belanja modal senilai Rp3 miliar untuk pembangunan gedung Mapolsek Bagelen.


Informasi itu diketahui dalam kegiatan Pemantauan dan Pendampingan Sosialisasi Pagu Alokasi Anggaran Polres Purworejo TA 2026 oleh Tim Rorena Polda Jateng di Auditorium Polres Purworejo, Kamis (30/10).

Sosialisasi dihadiri Ketua Tim Pendamping Sosialisasi Alogar Polda Jateng AKBP Nunuk Setiyowati SIK MH, jajaran Forkopimda, para Kabag, Kasat, dan Kapolsek selaku kuasa pelaksana anggaran, serta perwakilan LSM, pers, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.


Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano SIK MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa alokasi anggaran DIPA merupakan dokumen perencanaan anggaran yang akhirnya menjadi DIPA, sedangkan DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh kementerian negara/lembaga dan disahkan oleh Dirjen Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan. Untuk itu, setiap akhir tahun dilaksanakan sosialisasi anggaran tahun anggaran berjalan min satu kepada para pelaksana anggaran.


“Karena sosialisasi merupakan mekanisme kerja yang memberikan penjelasan tentang tatacara penggunaan dan penyerapan anggaran serta kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026,” katanya.


Kendati mengalami penurunan dibandingkan TA 2025, Kapolres mengaku bersyukur karena pada TA 2026 mendatang, Polres Purworejo mendapatkan belanja modal senilai Rp3 miliar untuk pembangunan gedung Mapolsek Bagelen. Pihaknya berharap, para Kabag, Kasat, Kasi dan Kapolsek jajaran dapat menggunakan anggaran sebagaimana mestinya guna menjaga amanah.


“Karena setiap rupiah anggaran yang dikumpulkan dari pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk memberi nilai tambah pelayanan polri kepada masyarakat,” tegasnya.


Kabag Perencanaan, AKP Sugiyanto SH, dalam paparannya menjelaskan bahwa alokasi anggaran Polres Purworejo TA 2026 berdasarkan sumber anggaran terdiri atas Rupiah Murni Rp86.180.399.000 (96,9 persen) dan PNBP Rp2.750.550.000 (3,09 persen). Kemudian berdasarkan jenis belanja akan dimanfaatkan untuk Belanja Pegawai Rp64.901.427.000 (72,98 persen), Belanja Barang Rp21.029.522.000 (23,9 persen), dan Belanja Modal Rp3.000.000.000 (3,37 persen).

“Perbandingan berdasarkan sumber anggaran, Pagu Polres Purworejo tahun 2025 sebesar Rp90.667.916.000 dan pada tahun 2026 turun 1,95 persen menjadi Rp88.930.949.000,” jelasnya.

Sementara itu, AKBP Nunuk Setiyowati dalam arahannya menyampaikan bahwa penurunan alokasi anggaran Polres Purworejo merupakan tindak lanjut adanya kebijakan efisiensi dari Polri. Terkait itu, pihaknya meminta agar seluruh jajaran Polres Purworejo dapat dengan bijak menyikapinya dan melakukan terobosan-terobosan dalam penggunaan anggaran.

“Misalnya adanya penurunan anggaran listrik, kita harus bisa menyikapinya dengan berhemat. Lampu, Ac, komputer dan alat elektronik yang sudah tidak terpakai harus segera dimatikan. Kita harus bisa mengoptimalkan anggaran,” tegasnya. (top)