Bhayangkara Fun Run Polres Purworejo Sukses Digelar, Pelari Asal Semarang hingga Sulteng Raih Podium

PURWOREJO – Ribuan pelari dari berbagai daerah memadati jalanan protokol Kabupaten Purworejo dalam rangka memeriahkan Bhayangkara Fun Run Polres Purworejo, Minggu (14/06/2026) pagi. Agenda yang digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 ini diikuti sedikitnya 2.800 peserta, baik dari kategori umum maupun pelajar.

Acara dilepas langsung oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H., didampingi Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra tepat pukul 06.00 WIB dengan mengambil garis start di Jalan Proklamasi.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti memberikan apresiasi tinggi kepada Polres Purworejo, Komunitas Gravitic, serta seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan acara ini. Ia menekankan bahwa esensi kegiatan ini melampaui sekadar olahraga fisik.

“Bhayangkara Fun Run ini bukan sekadar ajang olahraga untuk mencari keringat atau mengejar garis finish. Namun lebih dari itu, kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk semakin menguatkan sinergi kita bersama, menyatukan Polri dengan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Purworejo yang sehat, bugar, dan produktif,” ujar Yuli Hastuti.

Bupati juga mengucapkan selamat hari jadi kepada korps baju cokelat tersebut. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Purworejo, saya mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada Polri, khususnya Polres Purworejo. Terima kasih atas dedikasi, sinergitas, dan pengabdian tanpa lelah dalam menjaga keamanan dan mengayomi masyarakat,” tambahnya.

Pantauan di lapangan, ribuan peserta tampak antusias menyusuri rute yang telah disiapkan, mulai dari Jalan Proklamasi, Mayjend Sutoyo, Dr. Setya Budi, Kapten Piere Tendean, Sarwo Edi, Dr. Mr. Wilopo, Sindurjan, Suryo Kusuman, kembali ke Mayjen Sutoyo, Ki Mangun Sarkoro, dan berakhir di Jalan Urip Sumoharjo. Untuk mengantisipasi kemacetan dan menjamin keamanan peserta, Polres Purworejo menerjunkan puluhan personel guna mengamankan arus lalu lintas di titik-titik rawan.

Persaingan sengit terjadi di lintasan lari. Pada kategori Umum Putri, Abbela Pratiwi dari Kabupaten Semarang keluar sebagai yang tercepat, disusul Zindi Aulia Permadani (Salatiga) di posisi kedua, dan Elmi Rahmiyati (Magelang) di posisi ketiga.

Sementara di kategori Umum Putra, podium pertama diraih oleh pelari lokal Muhamad Ar Daniswara dari Wadas Bener, diikuti Elisar Gameshi (Magelang) sebagai juara kedua, dan Firman Nofal dari Sulawesi Tenggara di peringkat ketiga.

Untuk kategori Pelajar Putri, juara pertama disabet oleh Ayoedya Java Ratu Adil dari Yogyakarta, disusul Zihan Putri Saraswati (Pekalongan) dan Atika Dwi Kusuma Putri (Salatiga). Di sektor Pelajar Putra, Rasya Ataya dari SMPN 1 Magelang sukses mengamankan posisi puncak, mengungguli Laksmana Lingga Mahardika dari SDN 1 Sindurjan di posisi kedua dan El Restu Langit Ramadhan dari SMPN 6 Purworejo di posisi ketiga.

Masing-masing pemenang berhak membawa pulang piagam penghargaan serta uang pembinaan kategori pelajar sebesar Rp1,5 juta untuk juara pertama, Rp1 juta untuk juara kedua, dan Rp900 ribu untuk juara ketiga. Sedangkan kategori umum mendapatkan sebesar Rp2 juta untuk juara pertama, Rp1,5 juta untuk juara kedua, dan Rp1 juta untuk juara ketiga.

Kemeriahan acara berlanjut pasca-lari dengan diadakannya senam Zumba bersama, panggung hiburan, serta pengundian doorprize. Keberuntungan berpihak pada Rubiyatun istri dari Serma Sugianto, anggota Koramil 01 Purworejo, yang berhasil membawa pulang hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Purworejo, hari ini saya mendapatkan hadiah utama motor. Semoga di HUT Polri yang ke-80 ini, Polri selalu sukses dan maju terus untuk masyarakat,” ungkapnya dengan rona bahagia.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan tokoh daerah, di antaranya Ketua DPRD Purworejo Turnayo, S.Sos., Wakil Ketua DPRD Rudi Hartono, Plh. Sekda dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT., M.Kes., serta perwakilan Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri. Hadir pula pimpinan perbankan seperti Bank Jateng dan Bank BRI, Direktur Utama PT BPR Gunung Slamet Cilacap, Direktur PDAM, Ketua Penggerak PKK Raja Thifal Mazaya Izzati, S.IKom., Ki Lurah Offroad M. Hardjanto, hingga Ketua Polosoro Kabupaten Purworejo Suwarto, S.Sos.

Sebagai penutup rangkaian acara, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemenang dari masing-masing kategori, serta seluruh peserta yang beruntung mendapatkan hadiah.

“Kami mengucapkan selamat kepada para juara yang telah menunjukkan performa terbaik dan sportivitas tinggi hari ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh peserta yang berhasil membawa pulang doorprize maupun hadiah utama sepeda motor,” tutur AKBP Windy.

Pihaknya berharap, kemeriahan dan semangat kebersamaan yang tercipta dalam Bhayangkara Fun Run ini dapat terus membekas serta mempererat hubungan harmonis antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat Purworejo ke depan.

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Turnamen E-Sport Kapolda Cup 2026: Ajang Pembinaan Talenta Emas Gen Z

Polda Jateng-Kota Semarang | Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polda Jateng bersiap menggelar ajang bergengsi Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026. Kompetisi yang mempertandingkan cabang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) beregu 5 vs 5 ini dirancang sebagai wadah positif bagi generasi muda sekaligus sarana memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Dalam keterangannya Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, mengungkapkan bahwa turnamen inimerupakan langkah strategis Polda Jateng dalam merangkul komunitas digital, menumbuhkan mentalitas juara, sportivitas serta semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Kami melihat di Jawa Tengah ini ada potensi luar biasa pada generasi muda di bidang E-Sport . Melalui Kapolda Jateng Cup 2026 ini, kami ingin menyaring talenta-talenta emas dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Dengan demikian minat dan bakat generasi muda terhadap gaming dapat berkembang menjadi prestasi yang positif, terarah dan dapat dibanggakan,” ujar Kombes Pol Artanto di Mapolda Jateng, Jumat (12/6/2026).

Turnamen ini akan dibuka langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo pada Sabtu, 20 Juni 2026 di De Tjolomadoe Convention Hall, Kabupaten Karanganyar. Berbeda dengan kompetisi umum, turnamen yang rencananya turut dihadiri oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir ini menerapkan sistem seleksi berjenjang yang sangat ketat. Sebagai tahapan menuju E-Sport Kapolri Cup 2026, seluruh tim yang berlaga merupakan para juara kompetisi E-Sport di tingkat Kabupaten yang sebelumnya telah di lakukan perlombaan oleh seluruh Polres di Polda Jateng.

“Dalam turnamen ini setiap Polres akan mengirimkan dua tim terbaik mereka, yang terdiri dari satu tim Kategori Umum dan satu tim Kategori Pelajar. Jadi, bisa dipastikan atmosfer kompetisi di De Tjolomadoe nanti akan sangat tinggi karena mempertemukan para jawara lokal se-Jawa Tengah,” jelas Kabid Humas.

Proses pendaftaran tim secara online dimulai tanggal 11 Juni hingga 15 Juni 2026 yang akan dikelola langsung oleh masing-masing Polres selaku manajer tim. Selanjutnya pada tanggal 19 Juni 2026 seluruh perwakilan tim dan pelatih akan mengikuti technical meeting sebelum bertanding.

Tak hanya menyajikan ketegangan untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp. 200 juta bagi Juara 1, 2, 3, dan Most Valuable Player (MVP), kompetisi MLBB Kapolda Jateng Cup 2026 juga dikemas modern sebagai festival kepemudaan. Acara ini akan dimeriahkan oleh Cosplay & Coswalk Competition, penampilan musik dari Soulgroove Band, sesi Meet & Greet atlet E-Sport Internasional, hingga edukasi literasi keuangan bagi anak muda yang didukung oleh IPOT.

” Setelah turnamen ini selesai, komitmen kami tidak berhenti. Melalui peran satker di masing-masing wilayah, para atlet muda ini akan terus dipetakan dan dibina agar menjadi jaringan pemuda yang positif, kreatif, dan cinta tanah air,” pungkas Kombes Pol Artanto.

Polda Jawa Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memeriahkan Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 di De Tjolomadoe. Kehadiran dan dukungan dari para penonton diharapkan menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda yang tengah berkompetisi menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Turnamen ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi juga tentang memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk tumbuh, berprestasi, dan menginspirasi. Karena itu, kami mengundang masyarakat untuk datang, memberikan dukungan, dan bersama-sama menyaksikan semangat sportivitas serta kreativitas generasi muda Jawa Tengah dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” tutup Kombes Pol Artanto.

Polres Purworejo Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pria di Kedungsari

PURWOREJO – Personel kepolisian dari Polres Purworejo dan Polsek Purworejo bergerak cepat melakukan penanganan pasca-menerima laporan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam rumahnya, di Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo, pada Kamis (11/6/2026) siang.

Korban diketahui bernama RM (56), seorang warga Kelurahan Kedungsari. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga bersama warga sekitar pada Kamis pagi sekira pukul 11.15 WIB di area dapur rumah setempat.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafuta, melalui Kapolsek Purworejo AKP Bruyi Rohman Warsito, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel gabungan, termasuk Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Purworejo dan tenaga medis dari Puskesmas Purworejo, begitu menerima laporan dari warga.

“Kami langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP bersama Unit Inafis serta tim medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKP Bruyi Rohman Warsito saat memberikan keterangan, Kamis (11/6).

Peristiwa pilu ini bermula pada Rabu (10/6) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Salah seorang saksi, Kristina Yuliani, yang baru saja pulang bekerja, mencium aroma tidak sedap saat melintas di samping rumah korban.

Keesokan harinya, Kamis (11/6) sekitar pukul 09.00 WIB, Kristina menceritakan hal tersebut kepada kakak kandung korban dan keponakan korban, lantaran sumber bau menyengat itu berasal dari arah rumah yang juga dihuni oleh ibu kandung mereka, Bu Semi.

Curiga karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas, pihak keluarga bersama warga sekitar memutuskan untuk membuka rumah tersebut. Saat memeriksa bagian dalam rumah, warga mendapati Robert sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang di dapur.

Diketahui, almarhum selama ini belum berkeluarga dan tinggal berdua bersama ibunya, Bu Semi, yang saat ini juga sedang dalam kondisi sakit keras sehingga tidak dapat beraktivitas.

Dari hasil olah TKP dan koordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Purworejo, diperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar lima hari sebelum ditemukan. Polisi menyatakan tidak menemukan barang-barang mencurigakan di sekitar lokasi, sehingga dugaan awal mengarah pada faktor kesehatan (sakit).

“Dugaan sementara, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa ini. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya,” tambah Kapolsek.

Pihak keluarga yang diwakili oleh keponakan korban menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai sebuah musibah. Pihak keluarga juga secara resmi menyatakan keberatan untuk dilakukan tindakan otopsi terhadap jenazah RM (56).

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai pada pukul 12.30 WIB, kepolisian langsung menyerahkan jenazah almarhum kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman secara layak.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purworejo Gelar Aksi Donor Darah Sinergis, Jaring 125 Kantong Darah

PURWOREJO – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menggelar kegiatan sosial donor darah yang berlangsung khidmat dan humanis di Auditorium Tri Brata Mapolres Purworejo, Rabu (10/06/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB ini dibuka langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra. Menggandeng Tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Purworejo serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo, aksi kemanusiaan ini berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah untuk membantu ketersediaan stok darah di wilayah Purworejo.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa donor darah ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap aspek kesehatan masyarakat.

“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin memberikan kontribusi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setetes darah yang kita donasikan hari ini adalah harapan besar bagi keselamatan sesama,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Pantauan di lokasi menunjukkan tingginya sinergisitas antar-instansi. Aksi ini tidak hanya diikuti oleh internal Polres Purworejo dan Bhayangkari, namun juga melibatkan jajaran TNI dari Kodim 0708 Purworejo, Yonif Mekanis Raider 412/BES, Satbrimob Kutoarjo, hingga elemen masyarakat umum.

Dari total 144 peserta yang mendaftarkan diri, sebanyak 125 orang dinyatakan memenuhi syarat medis untuk mendonorkan darahnya setelah melalui skrining ketat. Adapun rincian perolehan kantong darah berdasarkan golongan darah adalah: Golongan A sebanyak 30 kantong, Golongan O sebanyak 49 kantong, Golongan B sebanyak 34 kantong, dan Golongan AB sebanyak 12 kantong. Sisa peserta lainnya terpaksa ditunda karena faktor teknis medis seperti kendala hemoglobin (Hb) maupun tekanan darah.

Wujud Nyata Sinergitas, Polres Purworejo Serahkan Jembatan Merah Putih Presisi untuk Petani Desa Kebongunung

PURWOREJO – Komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan oleh Polres Purworejo. Pada Kamis pagi (04/06/2026), Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, meresmikan langsung Jembatan Merah Putih Presisi yang berlokasi di Dusun Sembuh, Desa Kebongunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Kegiatan yang ini turut dihadiri oleh Waka Polres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Purworejo, Kapolsek Loano IPTU Utomo, serta Kepala Desa Kebongunung Fatah Kusumo Handogo, S.E.

Jembatan sepanjang 18 meter (total konstruksi 23 meter) dengan lebar 1,5 meter ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan urat nadi ekonomi bagi warga. Jembatan ini menghubungkan jalan utama menuju lahan pertanian warga serta akses penghubung ke Desa Maron.

Kehadiran jembatan ini membawa dampak signifikan bagi mobilitas warga, antara lain :

  • Estimasi Penerima Manfaat: 60 KK atau sekitar 150 jiwa.
  • Efisiensi Waktu: Memangkas waktu tempuh hingga 20 – 25 menit.
  • Jarak Tempuh: Kini hanya memerlukan waktu 15 – 20 menit untuk akses antarwilayah.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan bahwa pembangunan kembali jembatan yang sempat hanyut ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Kepolisian bersama TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Jembatan ini adalah simbol kerja sama dan persatuan kita. Melalui komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, kita berhasil membangun kembali sarana yang sangat dibutuhkan ini secara gotong royong. Kami serahkan jembatan ini kepada Pemerintah Desa Kebongunung untuk dirawat dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemaslahatan warga,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Kapolres juga menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) yang terintegrasi dengan jembatan tersebut guna memperkuat sektor pertanian lokal.

Kepala Desa Kebongunung, Fatah Kusumo Handogo, S.E., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran Polres Purworejo. Menurutnya, pembangunan jembatan ini adalah jawaban atas kesulitan yang selama ini dihadapi petani yang memiliki lahan di seberang sungai.

“Kami sangat berterima kasih. Jembatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami, khususnya di bidang pertanian dan sebagai akses penghubung ke Desa Maron. Semoga Polres Purworejo sukses selalu dalam mengayomi masyarakat,” tuturnya.

Acara peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Kapolres Purworejo bersama Kepala Desa dan perwakilan tokoh masyarakat setempat yang diawali dengan doa untuk mendapatkan manfaat dan berkah. Dengan beroperasinya Jembatan Merah Putih Presisi ini, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Loano semakin kokoh seiring dengan lancarnya jalur distribusi hasil pertanian.

Menebar Kebaikan di Hari Raya, Kapolres Purworejo Serahkan Puluhan Hewan Kurban untuk Masyarakat

PURWOREJO – Semangat berbagi di hari raya kurban terpancar nyata di halaman Mapolres Purworejo. Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, Polres Purworejo melaksanakan pendistribusian hewan kurban sebanyak 2 sapi dan 22 kambing kepada masyarakat dan lembaga keagamaan di wilayah Kabupaten Purworejo, Selasa (26/05/2026) sore.

Penyerahan hewan kurban ini dipimpin langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, dalam sebuah seremoni yang dihadiri oleh pejabat utama, seluruh personel Polres, serta para perwakilan penerima.

Tahun ini, Polres Purworejo memprioritaskan distribusi ke berbagai elemen masyarakat. Sebanyak 18 ekor kambing disalurkan ke berbagai titik strategis, mulai dari masjid, mushola, pondok pesantren, hingga yayasan sosial.

Beberapa penerima di antaranya adalah:
Sektor Pendidikan & Sosial: Ponpes Al-Iman Bulus, Ponpes At Tin Doplang, Panti Pelayanan Sosial Dharma Putera, Yayasan Al-Fatonah Islamic Center an Yayasan Sedekah Seribu Sehari.
Lembaga Keagamaan: Pokjaluh Kemenag Purworejo
Tempat Ibadah: Masjid Al-Fatih Purwodadi, Masjid Darussalam Sucen Juru Tengah, Mushola Baitul Muslimin Loano, hingga Mushola Al Barokah Kledung Karangdalem.
Lembaga Pemasyarakatan: Rutan Kelas IIB Purworejo.

Sementara itu, 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing lainnya direncanakan akan disembelih di Asrama Polisi (Aspol) Vanlar. Daging kurban tersebut nantinya akan dibagikan kepada penghuni asrama serta warga yang tinggal di lingkungan sekitar Aspol.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk ketaatan ibadah sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

“Kurban ini adalah simbol keikhlasan dan kepedulian kami kepada sesama. Kami berharap hewan-hewan kurban ini dapat membawa kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, serta menjadi berkah bagi institusi Polri dalam menjalankan tugas melindungi dan melayani masyarakat,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Suasana khidmat menyelimuti prosesi penyerahan simbolis yang dilakukan di tengah rintik sore, menutup rangkaian kegiatan dengan doa bersama agar pelaksanaan penyembelihan di hari raya esok berjalan lancar dan penuh berkah.

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Purworejo Gelar Panen Raya Jagung Serentak di Grabag

PURWOREJO – Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di lahan pertanian seluas 3.000 meter persegi di Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag, Sabtu (16/05) sore.

Rangkaian acara diawali dengan mengikuti Zoom Meeting bersama Presiden RI dan Kapolri. Agenda terpusat tersebut mencakup peresmian Museum dan Monumen Perjuangan Pahlawan Nasional Marsinah, peresmian 10 gudang Polri, 166 SPPG Polri di 18 Polda, serta seremoni Panen Raya Jagung Serentak di seluruh Indonesia.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, memimpin langsung jalannya panen raya ini. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Pertanian Kabupaten Purworejo, Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., Kepala Gudang Bulog Purworejo, Erdiyanto, PJU Polres Purworejo, Forkopimcam Grabag, serta para kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis petani dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Kami menginstruksikan seluruh jajaran Polsek untuk terus mendampingi petani dalam memanfaatkan lahan produktif, sehingga kemandirian pangan di wilayah Purworejo tetap terjaga dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tegas AKBP Windy Syafutra.

Setelah prosesi panen bersama usai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata dukungan sarana produksi pertanian. Kapolres Purworejo menyerahkan bantuan sejumlah paket pupuk secara simbolis kepada kelompok tani Desa Harjobinangun. Bantuan ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban biaya produksi petani pada musim tanam berikutnya.

Kepala Desa Harjobinangun, Wuryanto, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan kepolisian yang tidak hanya membantu proses panen, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar petani.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Purworejo. Bantuan pupuk ini sangat berarti bagi kelompok tani kami untuk melanjutkan produktivitas lahan setelah panen jagung ini selesai,” ujar Wuryanto.

Seluruh hasil jagung yang dipetik kolaborasi antara personel Polres dan warga tersebut langsung diangkut untuk dikirimkan ke Gudang Bulog Kabupaten Purworejo guna memastikan rantai distribusi berjalan efektif.

Melalui kegiatan ini, Kapolres Purworejo berharap sinergi antara Polri, Dinas Pertanian, Bulog, dan masyarakat terus diperkuat. Beliau menginginkan agar keberhasilan di Desa Harjobinangun ini menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Kabupaten Purworejo untuk lebih optimal dalam mengelola potensi pertanian demi kesejahteraan bersama.

Satreskrim Polres Purworejo Ringkus Pencuri Spesialis Atap, Korban Merugi Jutaan Rupiah

PURWOREJO – Pelarian RDA (32), seorang buruh harian lepas asal Kecamatan Bener, berakhir di tangan Satreskrim Polres Purworejo. Pria yang sehari-harinya sempat mengamen ini diringkus petugas setelah terbukti melakukan aksi pencurian dengan pemberatan di Toko Bahan Kue dan Plastik “Aroma Jaya”, Jalan Letjend Suprapto, Purworejo.

Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (12/05) pagi, Kapolres Purworejo Windy Syafutra, melalui Waka Polres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito, menjelaskan bahwa aksi kriminal tersebut bermula dari niat spontan pelaku saat sedang beristirahat usai mengamen.

“Tersangka awalnya mengamen di area lampu merah Mranti. Saat sedang duduk di taman kota, ia melihat bangunan toko korban dan muncul ide seketika untuk mencuri karena tidak memiliki uang,” ujar Kompol Nana Edi Sugito didampingi Kasat Reskrim AKP Dwiyono dan Kasi Humas AKP Ida Widaastuti.

Aksi pencurian ini dilakukan pada Minggu malam, 5 April 2026. Dengan memanfaatkan tumpukan karung rongsok di samping toko, pelaku memanjat dinding dan naik ke atap seng. Pelaku kemudian menggeser seng dan mematahkan kayu reng untuk masuk ke dalam toko.

“Setelah berhasil masuk, tersangka menguras laci kasir dan mengambil uang tunai sebesar Rp3,5 juta serta dua unit ponsel milik korban bernama Ana (48),” jelas Kasat Reskrim AKP Dwiyono.

Menariknya, sebuah barang bukti berupa topi hitam milik pelaku tertinggal di atas atap toko saat ia melarikan diri menuju halte bus Trans Jateng. Jejak inilah yang kemudian membantu pihak kepolisian melakukan identifikasi.

Keuntungan haram tersebut tidak bertahan lama. Setelah sempat menjual satu ponsel merek Samsung seharga Rp450 ribu dan menggadaikan ponsel Itel seharga Rp550 ribu, pelaku akhirnya berhasil diciduk pada Jumat, 10 April 2026, atau hanya empat hari setelah kejadian dilaporkan.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua kotak ponsel, dua unit ponsel (Samsung A51 dan Itel A70), sepotong kayu reng sepanjang 50 cm, serta topi hitam milik pelaku.

Atas perbuatannya, RDA kini mendekam di Rutan Polres Purworejo dan terancam dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. “Tersangka terancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun,” tegas Waka Polres.

Menutup keterangan pers tersebut, Kasi Humas AKP Ida Widaastuti menghimbau kepada seluruh pemilik usaha di wilayah Purworejo untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada sistem keamanan fisik bangunan.

“Kami menghimbau masyarakat agar memastikan pintu, jendela, bahkan bagian atap terkunci dengan kuat. Penggunaan CCTV sangat disarankan untuk membantu pengawasan dan mempermudah kepolisian dalam mengidentifikasi jika terjadi tindak kriminal,” tutupnya.

Lengah Berujung Musibah: Polres Purworejo Ringkus Pencuri Motor yang Manfaatkan Kunci Nyantol

PURWOREJO – Jajaran Satreskrim Polres Purworejo berhasil mengungkap perkara dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) satu unit sepeda motor yang terjadi di Desa Bringin, Kecamatan Bayan. Seorang pria berinisial KDR (56), yang sehari-hari bekerja sebagai petani, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra melalui Waka Polres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito, dalam keterangan persnya pada Jumat (08/05) siang, menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari laporan kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Vega ZR warna merah marun milik korban, Riko Setiawan.

“Kejadian bermula pada Senin, 24 November 2025 lalu. Korban mendapati sepeda motor miliknya yang terparkir di garasi samping rumah sudah raib sekitar pukul 06.00 WIB,” ujar Kompol Nana Edi Sugito yang didampingi Kasat Reskrim AKP Dwiyono dan Kasi Humas AKP Ida Widaastuti.

Kasat Reskrim AKP Dwiyono membeberkan kronologi aksi nekat tersangka. KDR diketahui berangkat dari kosnya di daerah Prembun, Kebumen, menggunakan bus menuju Terminal Kutoarjo. Setibanya di terminal tengah malam, tersangka melanjutkan perjalanan menggunakan ojek dan turun di Desa Grantung.

“Tersangka kemudian berjalan kaki menyisir pemukiman di Desa Bringin untuk mencari sasaran. Saat melintas di rumah korban, ia melihat motor terparkir dengan posisi kunci kontak masih menempel. Tanpa buang waktu, tersangka langsung membawa lari motor tersebut kembali ke Prembun,” jelas AKP Dwiyono.

Hanya berselang beberapa jam setelah beraksi, tersangka mencoba menguangkan hasil curiannya. Ia sempat menawarkan motor tersebut ke sebuah bengkel di Desa Wonoroto seharga Rp 1,5 juta, hingga akhirnya sepakat dilepas kepada seorang pria dengan harga Rp 1,4 juta.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif, petugas akhirnya berhasil mengendus keberadaan tersangka. KDR diringkus pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit Yamaha Vega ZR bernopol AA 3527 ML beserta BPKB atas nama Suyoto.

“Motif utama tersangka adalah ekonomi, ingin menguasai kendaraan korban untuk kemudian dijual demi mendapatkan uang,” tambah Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. KDR terancam hukuman penjara paling lama 7 tahun atau pidana denda kategori V. Saat ini, tersangka telah ditahan di Rutan Polres Purworejo.

Menutup keterangan pers tersebut, Kasi Humas AKP Ida Widaastuti memberikan himbauan keras kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar warga lebih waspada dan tidak ceroboh dalam memarkirkan kendaraan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Purworejo, agar selalu memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci stang saat diparkir. Jangan sekali-kali meninggalkan kunci kontak menempel pada motor, karena kejahatan seringkali terjadi bukan hanya karena niat pelaku, tapi juga karena adanya kesempatan,” pesan AKP Ida.

Modus Investasi “Meta Online”, Polres Purworejo Ringkus Sindikat Penipuan Antar-Pulau

PURWOREJO – Jajaran Satreskrim Polres Purworejo berhasil membongkar sindikat penipuan daring (online) bermodus investasi bodong “Meta Online” yang merugikan korban hingga ratusan juta rupiah. Dua tersangka berhasil diamankan di lokasi berbeda, yakni di Jakarta dan Pontianak, Kalimantan Barat.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, melalui Waka Polres Kompol Nana Edi Sugito, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban atas kejadian yang dialaminya di ATM Bank BRI Unit Pangenrejo pada Agustus 2025 lalu. Dalam konferensi pers yang digelar di Lobby Tatag Trawang Tungga pada Selasa (05/05) sore, Kompol Nana didampingi Kasat Reskrim AKP Dwiyono dan Kasi Humas AKP Ida Widaastuti membeberkan kronologi perkara tersebut.

“Modus operandi yang digunakan tersangka cukup rapi. Awalnya, tersangka menghubungi nomor WhatsApp korban dengan dalih ‘salah sambung’. Setelah menjalin komunikasi intens, tersangka mulai menawarkan investasi ‘Meta Online’ kepada korban,” ujar Kompol Nana.

Guna meyakinkan korbannya, tersangka lain berperan sebagai admin “Meta Customer Service” yang membujuk korban untuk mentransfer sejumlah uang secara bertahap. Dalih yang digunakan adalah untuk perbaikan data dengan janji saldo investasi akan bertambah. Namun, setelah uang dikirimkan, modal maupun keuntungan yang dijanjikan tidak dapat dicairkan dan justru digunakan untuk kepentingan pribadi para tersangka.

“Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp452.697.433,-,” tambahnya.

Dua pemuda yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka adalah ASP (23) dan DHP (24), yang keduanya merupakan warga Pontianak, Kalimantan Barat. Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti penting, di antaranya beberapa unit ponsel pintar seperti iPhone 16 Pro Max dan iPhone 13, serta bendel mutasi rekening dari berbagai bank seperti BRI, BCA, Sinarmas, Allo Bank, Seabank, dan Superbank.

Kasat Reskrim AKP Dwiyono menyatakan bahwa kedua pelaku ditangkap pada 25 April 2026 dan saat ini tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penipuan, dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun, atau Pasal 486 UU yang sama terkait penggelapan.

Menutup konferensi pers tersebut, Kasi Humas AKP Ida Widaastuti mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap pesan dari nomor tidak dikenal yang menawarkan keuntungan investasi secara instan. Beliau menekankan agar warga selalu melakukan verifikasi terhadap keabsahan platform investasi sebelum melakukan transfer dana guna menghindari kerugian serupa di masa mendatang.