Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purworejo Gandeng FK UNEJ dan RSUD dr. Tjitrowardojo Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

PURWOREJO — Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menembus batas fungsi keamanan dengan menghadirkan aksi kemanusiaan yang nyata. Bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Jember (FK UNEJ) dan RSUD dr. Tjitrowardojo, Polres Purworejo menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis.

Komitmen kolaborasi lintas sektor ini diresmikan melalui seremonial dan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang berlangsung di Auditorium RSUD dr. Tjitrowardojo Kabupaten Purworejo, Jum’at (26/06/2026) sore.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, serta Dekan FK UNEJ Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp.L.B.L.(K). Hadir pula sejumlah direktur rumah sakit daerah dan swasta, serta perwakilan SmileTrend.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar momentum refleksi internal Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Lebih dari itu, momen ini menjadi pemantik untuk memperkuat pengabdian sosial kepada masyarakat luas.

“Melalui tema ‘Menghadirkan Senyum untuk Masa Depan Yang Lebih Baik’, kami berharap setelah operasi dilakukan esok hari, para pasien bisa memiliki kesehatan fisik yang lebih prima, kemampuan berbicara dan tumbuh kembang yang lebih baik, serta kepercayaan diri yang meningkat di lingkungan masyarakat,” ujar AKBP Windy dalam sambutannya.

Windy memaparkan, total terdapat 17 pasien yang terjaring untuk mengikuti operasi ini. “Pada awalnya terdata 15 anak, namun sebulan lalu salah satu pasien meninggal dunia. Kemudian bertambah 3 pasien baru, yakni 2 dari Kabupaten Purworejo dan 1 dari Kabupaten Semarang,” tambahnya.

Langkah humanis Polres Purworejo ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Purworejo. Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh dan berkolaborasi dalam program-program kemanusiaan serupa di masa depan.

“Kami mengapresiasi Kapolres Purworejo dan jajarannya yang telah berinisiatif mengadakan kegiatan baksos mulia ini. Polres bukan hanya berfungsi kamtib saja, tapi juga sangat luas. Bahkan sebelumnya juga ikut melakukan tracing dan tracking TBC yang trennya sedang meningkat di Purworejo,” puji Wabup Dion Agasi.

Di sisi lain, Dekan FK UNEJ Dr. dr. Ulfa Elfiah menjelaskan bahwa kehadiran FK UNEJ dari Jember merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kampus, menurutnya, harus memberikan manfaat konkret bagi kesehatan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus membantu meringankan beban pemerintah.

“Kami ingin membantu pemerintah dalam menangani bibir sumbing, karena tentunya pihak pemerintah sudah banyak kesibukan yang harus diemban. Untuk itu kami hadir di sini,” jelas Dr. dr. Ulfa.

Guna memaksimalkan penanganan bedah plastik pada operasi kali ini, FK UNEJ juga memperluas jaringan kemitraan dengan menggandeng tim medis dari FK Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan RSU Gianyar Bali.

Gayung bersambut, RSUD dr. Tjitrowardojo melalui Wakil Direktur Bidang Pelayanan, dr. Dony Prihartanto, menyatakan kesiapan fasilitasnya untuk menyukseskan program ini karena sangat selaras dengan tugas pokok mereka di bidang pelayanan kesehatan.

Selain penandatanganan dokumen kerja sama, acara sore itu juga diwarnai dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada orang tua pasien. Berdasarkan jadwal, tindakan operasi steril akan mulai dilaksanakan pada Sabtu (27/06/2026) pagi pukul 06.00 WIB di ruang operasi RSUD dr. Tjitrowardojo.

Polres Purworejo Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Purworejo – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Purworejo menggelar kegiatan Doa Bersama Lintas Agama di Auditorium Tribrata Polres Purworejo, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang berlangsungtersebut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, Bhayangkari, serta perwakilan anggota Polres Purworejo.

Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H. diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Ir. Hadi Pranoto. Turut hadir Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, para pejabat utama Polres Purworejo, para kapolsek jajaran, tokoh lintas agama, serta sekitar 75 tamu undangan dari masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dinamis memerlukan dukungan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar tetap kondusif.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat antara Polres Purworejo dengan masyarakat serta para tokoh agama. Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan anugerah yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk saling mengisi demi terciptanya kerukunan sebagai pondasi utama dalam pemeliharaan kamtibmas,” ujar Kapolres.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Kapolres Purworejo. Selanjutnya, doa bersama dipanjatkan secara khidmat oleh perwakilan agama Hindu, Konghucu, Buddha, Katolik, Kristen, dan Islam sebagai wujud kebersamaan serta harapan untuk terciptanya keamanan dan kedamaian di Kabupaten Purworejo.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo KH. Khabib Soleh, S.Pd.I., M.M. menyampaikan tausiah yang menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang dilandasi nilai-nilai ibadah.

Ia menyebutkan bahwa upaya pemeliharaan kamtibmas tidak hanya membutuhkan kerja nyata, tetapi juga doa dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kegiatan doa lintas agama menjadi bagian penting dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.

Selain doa bersama, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial Polres Purworejo. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat.

Melalui momentum tersebut, Polres Purworejo berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terjaga dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Purworejo.

Aksi Nyata Bhakti Sosial dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI, Polres Purworejo dengan Purworejo Automotive bersama Ki Lurah Offroaddalam giat resik-resik pantai hingga penanaman pohon Cemara Udang dan Lepas Tukik (anak penyu)

PURWOREJO,— Menjelang Hari jadi Polri ke-80, Polres Purworejo berkolaborasi dengan Purworejo Automotive bersama Ki Lurah Offroad (M. Harjanto) melaksanakan kegiatan bertajuk pelestarian lingkungan digelar di kawasan pesisir tepatnya di obyek wisata pantai dewaruci jatimalang Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Selain Komonitas Purworejo Automotive Polres Purworejo dan Ki Lurah Offroad juga menggandeng pemerintah daerah, unsur TNI, serta puluhan komunitas untuk melaksanakan aksi bakti sosial masif di Pantai Dewaruci, Jatimalang, Purworejo, pada Sabtu (20/06) pagi.

Aksi yang selaras dengan program pemerintah pusat—Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)—ini melibatkan tidak kurang dari 1.000 peserta. Mereka bergotong-royong melakukan korvei atau bersih-bersih pantai, penanaman pohon cemara laut (cemara udang), hingga pelepasan puluhan tukik (anak penyu) kembali ke habitat alaminya.

Kegiatan diawali sejak pukul 06.00 WIB dengan pelepasan rombongan konvoi secara tertib dari Pendopo Bupati Purworejo menuju lokasi pantai. Rombongan ini dilepas langsung oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa terima kasih kepada seluruh elemen yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam pesisir Purworejo.

“Kegiatan bersih-bersih pantai dan penanaman pohon pagi ini bukan sekadar aksi memungut sampah. Namun, ini adalah ajakan nyata untuk membangun budaya hidup bersih dan menjaga kelestarian lingkungan. Kawasan ini memiliki potensi besar bagi sektor pariwisata dan roda perekonomian di Kabupaten Purworejo,” ujar Yuli Hastuti di hadapan para peserta.

Senada dengan Bupati, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, yang diwakili oleh Wakapolres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito, turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masif dari seluruh pihak. Kompol Nana juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan bersama selama acara berlangsung.

“Dalam perjalanan konvoi menuju Pantai Dewaruci, kami berpesan kepada seluruh peserta untuk tetap hati-hati, waspada, mematuhi aturan lalu lintas, serta menghormati pengguna jalan lainnya,” tegas Kompol Nana.

Sesampainya di lokasi, denyut nadi kepedulian lingkungan langsung terasa. Sebagai pembuka simbolis menjaga keseimbangan ekosistem, panitia melepaskan ratusan burung ke udara bebas. Setelah itu, ribuan peserta langsung menyisir garis pantai untuk mengumpulkan sampah. Hasilnya, sebanyak 249 kilogram sampah berhasil dievakuasi dari area pantai.

Aksi berlanjut dengan penanaman pohon cemara udang di pinggiran pantai. Penanaman vegetasi ini dinilai strategis karena berfungsi sebagai benteng alami pencegah abrasi akibat hantaman ombak, sekaligus pemecah angin laut (windbreaker) agar tidak langsung menerjang permukiman atau lahan pertanian produktif milik warga setempat. Suasana antusiasme juga memuncak saat puluhan tukik dilepas ke laut lepas, menandai komitmen pelestarian fauna dilindungi.

Inisiator kegiatan, M. Harjanto atau Ki Lurah Offroad, mengungkapkan bahwa gerakan ini merupakan bentuk sinergi konkret antara aparat penegak hukum dengan masyarakat sipil dan komunitas hobi.

“Kolaborasi bersih-bersih pantai ini merupakan kado dari kami, khususnya untuk Polres Purworejo dalam menyambut HUT Polri ke-80. Kegiatan ini tentunya linier dan tegak lurus dengan program Bapak Presiden dan Kapolri mengenai Gerakan Indonesia ASRI,” ungkap Ki Lurah Offroad.

Sinergi lintas sektoral ini terlihat dari hadirnya jajaran Kodim 0708/Purworejo, Brimob Kompi 4C Kutoarjo, Satpol PP, Dishub, Dinporapar, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan, Perhutani Kedu Selatan, hingga lembaga penanggulangan bencana dan keuangan seperti BPBD, PLN Purworejo, Bank BPD, Bank BRI, PDAM, dan Pegadaian Purworejo.

Kekuatan acara ini kian solid berkat sokongan puluhan komunitas otomotif dan organisasi kemasyarakatan lokal. Mulai dari IOF Pengcab Purworejo, Member Senam Ceria Ki Lurah Off Road, Sahabat Jetstar Purworejo, TKSCI Toyota Kijang Super Indonesia, Great Corolla Club Purworejo, KIPROC, RJP, 2 Stroke Daddy’s, Gravitic Purworejo, 4WD Purworejo, Thunder Horse Motor Club Indonesia (THMC), PAWIRO, Sedulur Isuzu Panther Purworejo (SIPP), SKIN, Panther Mania Kedu, PATCO, Sono Indah, SOG, 2Stroke, Indolab, TDI Purworejo, AKRAB, Blazer Purworejo, Vespa Purworejo Lovers, TKCI, Purworejo Vespa Berirama, Rapi Purworejo, Komunitas Drone Fishing Pantai Selatan, hingga organisasi pencak silat PSHT.

Menutup rangkaian aksi lingkungan tersebut, kebersamaan para peserta dikunci dengan prosesi pemotongan tumpeng dan makan bersama. Tradisi ini menjadi simbol ungkapan syukur atas bertambahnya usia Korps Bhayangkara, sekaligus mempererat ruang silaturahmi agar Polri dan masyarakat sehingga Polri diharapkan dapat terus hadir, mengayomi, dan menyatu di hati masyarakat.

Dukung Prestasi Generasi Digital, Polres Purworejo Siap Berlaga di Esport Kapolda Jateng Cup

Purworejo – Polres Purworejo akan mengirimkan dua tim untuk mengikuti ajang Esport Kapolda Jateng Cup 2026 yang akan diselenggarakan pada 20 Juni 2026 di Kabupaten Karanganyar. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap perkembangan olahraga elektronik (esport) yang semakin diminati generasi muda.

Dua tim yang mewakili Polres Purworejo terdiri dari 12 personel, dengan masing-masing tim diperkuat oleh lima atlet dan satu pelatih.

Tim pertama diperkuat oleh Yoga Satria Saputra, Yusuf Anwari, Muhamad Soleh, Raul Gonzales, dan Kharisma Huda. Tim ini akan didampingi pelatih Muhammad Jovelin Suharmanto.

Sementara tim kedua diperkuat oleh Ahmad Fauzi, Bagaskara Tinarwaca Haniefatmaja, Faiz Rizky Ramadhan, Moura Azizul Hakim, dan Satria Hasbi Maulana. Tim ini akan didampingi pelatih Wahyu Luluk Subiyakto. Selain itu, Mochammad Zidan dan Rizki Fauzi turut menjadi bagian dari kontingen Polres Purworejo dalam ajang tersebut.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada seluruh atlet serta pelatih yang akan bertanding membawa nama Polres Purworejo dalam kompetisi tingkat Polda Jawa Tengah tersebut.

Menurutnya, esport tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wadah untuk mengembangkan kemampuan berpikir strategis, kerja sama tim, disiplin, dan sportivitas.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada para atlet dan pelatih yang akan mewakili Polres Purworejo pada Esport Kapolda Jateng Cup 2026. Jadikan kompetisi ini sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan terbaik, menjaga sportivitas, serta mengharumkan nama Polres Purworejo. Raih prestasi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai disiplin, kebersamaan, dan semangat juang,” ujar Kapolres.

Kapolres berharap seluruh atlet dapat tampil maksimal, menjaga kekompakan tim, dan menjadikan ajang tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan prestasi sekaligus mempererat silaturahmi antar peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Dengan persiapan yang telah dilakukan, Polres Purworejo optimistis kedua tim mampu memberikan penampilan terbaik dan bersaing secara kompetitif dalam ajang Esport Kapolda Jateng Cup 2026 di Karanganyar.

Bhayangkara Fun Run Polres Purworejo Sukses Digelar, Pelari Asal Semarang hingga Sulteng Raih Podium

PURWOREJO – Ribuan pelari dari berbagai daerah memadati jalanan protokol Kabupaten Purworejo dalam rangka memeriahkan Bhayangkara Fun Run Polres Purworejo, Minggu (14/06/2026) pagi. Agenda yang digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 ini diikuti sedikitnya 2.800 peserta, baik dari kategori umum maupun pelajar.

Acara dilepas langsung oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H., didampingi Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra tepat pukul 06.00 WIB dengan mengambil garis start di Jalan Proklamasi.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti memberikan apresiasi tinggi kepada Polres Purworejo, Komunitas Gravitic, serta seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan acara ini. Ia menekankan bahwa esensi kegiatan ini melampaui sekadar olahraga fisik.

“Bhayangkara Fun Run ini bukan sekadar ajang olahraga untuk mencari keringat atau mengejar garis finish. Namun lebih dari itu, kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk semakin menguatkan sinergi kita bersama, menyatukan Polri dengan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Purworejo yang sehat, bugar, dan produktif,” ujar Yuli Hastuti.

Bupati juga mengucapkan selamat hari jadi kepada korps baju cokelat tersebut. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Purworejo, saya mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada Polri, khususnya Polres Purworejo. Terima kasih atas dedikasi, sinergitas, dan pengabdian tanpa lelah dalam menjaga keamanan dan mengayomi masyarakat,” tambahnya.

Pantauan di lapangan, ribuan peserta tampak antusias menyusuri rute yang telah disiapkan, mulai dari Jalan Proklamasi, Mayjend Sutoyo, Dr. Setya Budi, Kapten Piere Tendean, Sarwo Edi, Dr. Mr. Wilopo, Sindurjan, Suryo Kusuman, kembali ke Mayjen Sutoyo, Ki Mangun Sarkoro, dan berakhir di Jalan Urip Sumoharjo. Untuk mengantisipasi kemacetan dan menjamin keamanan peserta, Polres Purworejo menerjunkan puluhan personel guna mengamankan arus lalu lintas di titik-titik rawan.

Persaingan sengit terjadi di lintasan lari. Pada kategori Umum Putri, Abbela Pratiwi dari Kabupaten Semarang keluar sebagai yang tercepat, disusul Zindi Aulia Permadani (Salatiga) di posisi kedua, dan Elmi Rahmiyati (Magelang) di posisi ketiga.

Sementara di kategori Umum Putra, podium pertama diraih oleh pelari lokal Muhamad Ar Daniswara dari Wadas Bener, diikuti Elisar Gameshi (Magelang) sebagai juara kedua, dan Firman Nofal dari Sulawesi Tenggara di peringkat ketiga.

Untuk kategori Pelajar Putri, juara pertama disabet oleh Ayoedya Java Ratu Adil dari Yogyakarta, disusul Zihan Putri Saraswati (Pekalongan) dan Atika Dwi Kusuma Putri (Salatiga). Di sektor Pelajar Putra, Rasya Ataya dari SMPN 1 Magelang sukses mengamankan posisi puncak, mengungguli Laksmana Lingga Mahardika dari SDN 1 Sindurjan di posisi kedua dan El Restu Langit Ramadhan dari SMPN 6 Purworejo di posisi ketiga.

Masing-masing pemenang berhak membawa pulang piagam penghargaan serta uang pembinaan kategori pelajar sebesar Rp1,5 juta untuk juara pertama, Rp1 juta untuk juara kedua, dan Rp900 ribu untuk juara ketiga. Sedangkan kategori umum mendapatkan sebesar Rp2 juta untuk juara pertama, Rp1,5 juta untuk juara kedua, dan Rp1 juta untuk juara ketiga.

Kemeriahan acara berlanjut pasca-lari dengan diadakannya senam Zumba bersama, panggung hiburan, serta pengundian doorprize. Keberuntungan berpihak pada Rubiyatun istri dari Serma Sugianto, anggota Koramil 01 Purworejo, yang berhasil membawa pulang hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Purworejo, hari ini saya mendapatkan hadiah utama motor. Semoga di HUT Polri yang ke-80 ini, Polri selalu sukses dan maju terus untuk masyarakat,” ungkapnya dengan rona bahagia.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan tokoh daerah, di antaranya Ketua DPRD Purworejo Turnayo, S.Sos., Wakil Ketua DPRD Rudi Hartono, Plh. Sekda dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT., M.Kes., serta perwakilan Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri. Hadir pula pimpinan perbankan seperti Bank Jateng dan Bank BRI, Direktur Utama PT BPR Gunung Slamet Cilacap, Direktur PDAM, Ketua Penggerak PKK Raja Thifal Mazaya Izzati, S.IKom., Ki Lurah Offroad M. Hardjanto, hingga Ketua Polosoro Kabupaten Purworejo Suwarto, S.Sos.

Sebagai penutup rangkaian acara, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemenang dari masing-masing kategori, serta seluruh peserta yang beruntung mendapatkan hadiah.

“Kami mengucapkan selamat kepada para juara yang telah menunjukkan performa terbaik dan sportivitas tinggi hari ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh peserta yang berhasil membawa pulang doorprize maupun hadiah utama sepeda motor,” tutur AKBP Windy.

Pihaknya berharap, kemeriahan dan semangat kebersamaan yang tercipta dalam Bhayangkara Fun Run ini dapat terus membekas serta mempererat hubungan harmonis antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat Purworejo ke depan.

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Turnamen E-Sport Kapolda Cup 2026: Ajang Pembinaan Talenta Emas Gen Z

Polda Jateng-Kota Semarang | Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polda Jateng bersiap menggelar ajang bergengsi Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026. Kompetisi yang mempertandingkan cabang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) beregu 5 vs 5 ini dirancang sebagai wadah positif bagi generasi muda sekaligus sarana memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Dalam keterangannya Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, mengungkapkan bahwa turnamen inimerupakan langkah strategis Polda Jateng dalam merangkul komunitas digital, menumbuhkan mentalitas juara, sportivitas serta semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Kami melihat di Jawa Tengah ini ada potensi luar biasa pada generasi muda di bidang E-Sport . Melalui Kapolda Jateng Cup 2026 ini, kami ingin menyaring talenta-talenta emas dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Dengan demikian minat dan bakat generasi muda terhadap gaming dapat berkembang menjadi prestasi yang positif, terarah dan dapat dibanggakan,” ujar Kombes Pol Artanto di Mapolda Jateng, Jumat (12/6/2026).

Turnamen ini akan dibuka langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo pada Sabtu, 20 Juni 2026 di De Tjolomadoe Convention Hall, Kabupaten Karanganyar. Berbeda dengan kompetisi umum, turnamen yang rencananya turut dihadiri oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir ini menerapkan sistem seleksi berjenjang yang sangat ketat. Sebagai tahapan menuju E-Sport Kapolri Cup 2026, seluruh tim yang berlaga merupakan para juara kompetisi E-Sport di tingkat Kabupaten yang sebelumnya telah di lakukan perlombaan oleh seluruh Polres di Polda Jateng.

“Dalam turnamen ini setiap Polres akan mengirimkan dua tim terbaik mereka, yang terdiri dari satu tim Kategori Umum dan satu tim Kategori Pelajar. Jadi, bisa dipastikan atmosfer kompetisi di De Tjolomadoe nanti akan sangat tinggi karena mempertemukan para jawara lokal se-Jawa Tengah,” jelas Kabid Humas.

Proses pendaftaran tim secara online dimulai tanggal 11 Juni hingga 15 Juni 2026 yang akan dikelola langsung oleh masing-masing Polres selaku manajer tim. Selanjutnya pada tanggal 19 Juni 2026 seluruh perwakilan tim dan pelatih akan mengikuti technical meeting sebelum bertanding.

Tak hanya menyajikan ketegangan untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp. 200 juta bagi Juara 1, 2, 3, dan Most Valuable Player (MVP), kompetisi MLBB Kapolda Jateng Cup 2026 juga dikemas modern sebagai festival kepemudaan. Acara ini akan dimeriahkan oleh Cosplay & Coswalk Competition, penampilan musik dari Soulgroove Band, sesi Meet & Greet atlet E-Sport Internasional, hingga edukasi literasi keuangan bagi anak muda yang didukung oleh IPOT.

” Setelah turnamen ini selesai, komitmen kami tidak berhenti. Melalui peran satker di masing-masing wilayah, para atlet muda ini akan terus dipetakan dan dibina agar menjadi jaringan pemuda yang positif, kreatif, dan cinta tanah air,” pungkas Kombes Pol Artanto.

Polda Jawa Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memeriahkan Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 di De Tjolomadoe. Kehadiran dan dukungan dari para penonton diharapkan menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda yang tengah berkompetisi menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Turnamen ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi juga tentang memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk tumbuh, berprestasi, dan menginspirasi. Karena itu, kami mengundang masyarakat untuk datang, memberikan dukungan, dan bersama-sama menyaksikan semangat sportivitas serta kreativitas generasi muda Jawa Tengah dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” tutup Kombes Pol Artanto.

Polres Purworejo Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pria di Kedungsari

PURWOREJO – Personel kepolisian dari Polres Purworejo dan Polsek Purworejo bergerak cepat melakukan penanganan pasca-menerima laporan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam rumahnya, di Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo, pada Kamis (11/6/2026) siang.

Korban diketahui bernama RM (56), seorang warga Kelurahan Kedungsari. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga bersama warga sekitar pada Kamis pagi sekira pukul 11.15 WIB di area dapur rumah setempat.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafuta, melalui Kapolsek Purworejo AKP Bruyi Rohman Warsito, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel gabungan, termasuk Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Purworejo dan tenaga medis dari Puskesmas Purworejo, begitu menerima laporan dari warga.

“Kami langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP bersama Unit Inafis serta tim medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKP Bruyi Rohman Warsito saat memberikan keterangan, Kamis (11/6).

Peristiwa pilu ini bermula pada Rabu (10/6) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Salah seorang saksi, Kristina Yuliani, yang baru saja pulang bekerja, mencium aroma tidak sedap saat melintas di samping rumah korban.

Keesokan harinya, Kamis (11/6) sekitar pukul 09.00 WIB, Kristina menceritakan hal tersebut kepada kakak kandung korban dan keponakan korban, lantaran sumber bau menyengat itu berasal dari arah rumah yang juga dihuni oleh ibu kandung mereka, Bu Semi.

Curiga karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas, pihak keluarga bersama warga sekitar memutuskan untuk membuka rumah tersebut. Saat memeriksa bagian dalam rumah, warga mendapati Robert sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang di dapur.

Diketahui, almarhum selama ini belum berkeluarga dan tinggal berdua bersama ibunya, Bu Semi, yang saat ini juga sedang dalam kondisi sakit keras sehingga tidak dapat beraktivitas.

Dari hasil olah TKP dan koordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Purworejo, diperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar lima hari sebelum ditemukan. Polisi menyatakan tidak menemukan barang-barang mencurigakan di sekitar lokasi, sehingga dugaan awal mengarah pada faktor kesehatan (sakit).

“Dugaan sementara, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa ini. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya,” tambah Kapolsek.

Pihak keluarga yang diwakili oleh keponakan korban menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai sebuah musibah. Pihak keluarga juga secara resmi menyatakan keberatan untuk dilakukan tindakan otopsi terhadap jenazah RM (56).

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai pada pukul 12.30 WIB, kepolisian langsung menyerahkan jenazah almarhum kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman secara layak.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purworejo Gelar Aksi Donor Darah Sinergis, Jaring 125 Kantong Darah

PURWOREJO – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menggelar kegiatan sosial donor darah yang berlangsung khidmat dan humanis di Auditorium Tri Brata Mapolres Purworejo, Rabu (10/06/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB ini dibuka langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra. Menggandeng Tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Purworejo serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo, aksi kemanusiaan ini berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah untuk membantu ketersediaan stok darah di wilayah Purworejo.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa donor darah ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap aspek kesehatan masyarakat.

“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin memberikan kontribusi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setetes darah yang kita donasikan hari ini adalah harapan besar bagi keselamatan sesama,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Pantauan di lokasi menunjukkan tingginya sinergisitas antar-instansi. Aksi ini tidak hanya diikuti oleh internal Polres Purworejo dan Bhayangkari, namun juga melibatkan jajaran TNI dari Kodim 0708 Purworejo, Yonif Mekanis Raider 412/BES, Satbrimob Kutoarjo, hingga elemen masyarakat umum.

Dari total 144 peserta yang mendaftarkan diri, sebanyak 125 orang dinyatakan memenuhi syarat medis untuk mendonorkan darahnya setelah melalui skrining ketat. Adapun rincian perolehan kantong darah berdasarkan golongan darah adalah: Golongan A sebanyak 30 kantong, Golongan O sebanyak 49 kantong, Golongan B sebanyak 34 kantong, dan Golongan AB sebanyak 12 kantong. Sisa peserta lainnya terpaksa ditunda karena faktor teknis medis seperti kendala hemoglobin (Hb) maupun tekanan darah.

Wujud Nyata Sinergitas, Polres Purworejo Serahkan Jembatan Merah Putih Presisi untuk Petani Desa Kebongunung

PURWOREJO – Komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan oleh Polres Purworejo. Pada Kamis pagi (04/06/2026), Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, meresmikan langsung Jembatan Merah Putih Presisi yang berlokasi di Dusun Sembuh, Desa Kebongunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Kegiatan yang ini turut dihadiri oleh Waka Polres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Purworejo, Kapolsek Loano IPTU Utomo, serta Kepala Desa Kebongunung Fatah Kusumo Handogo, S.E.

Jembatan sepanjang 18 meter (total konstruksi 23 meter) dengan lebar 1,5 meter ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan urat nadi ekonomi bagi warga. Jembatan ini menghubungkan jalan utama menuju lahan pertanian warga serta akses penghubung ke Desa Maron.

Kehadiran jembatan ini membawa dampak signifikan bagi mobilitas warga, antara lain :

  • Estimasi Penerima Manfaat: 60 KK atau sekitar 150 jiwa.
  • Efisiensi Waktu: Memangkas waktu tempuh hingga 20 – 25 menit.
  • Jarak Tempuh: Kini hanya memerlukan waktu 15 – 20 menit untuk akses antarwilayah.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan bahwa pembangunan kembali jembatan yang sempat hanyut ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Kepolisian bersama TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Jembatan ini adalah simbol kerja sama dan persatuan kita. Melalui komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, kita berhasil membangun kembali sarana yang sangat dibutuhkan ini secara gotong royong. Kami serahkan jembatan ini kepada Pemerintah Desa Kebongunung untuk dirawat dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemaslahatan warga,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Kapolres juga menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) yang terintegrasi dengan jembatan tersebut guna memperkuat sektor pertanian lokal.

Kepala Desa Kebongunung, Fatah Kusumo Handogo, S.E., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran Polres Purworejo. Menurutnya, pembangunan jembatan ini adalah jawaban atas kesulitan yang selama ini dihadapi petani yang memiliki lahan di seberang sungai.

“Kami sangat berterima kasih. Jembatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami, khususnya di bidang pertanian dan sebagai akses penghubung ke Desa Maron. Semoga Polres Purworejo sukses selalu dalam mengayomi masyarakat,” tuturnya.

Acara peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Kapolres Purworejo bersama Kepala Desa dan perwakilan tokoh masyarakat setempat yang diawali dengan doa untuk mendapatkan manfaat dan berkah. Dengan beroperasinya Jembatan Merah Putih Presisi ini, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Loano semakin kokoh seiring dengan lancarnya jalur distribusi hasil pertanian.

Menebar Kebaikan di Hari Raya, Kapolres Purworejo Serahkan Puluhan Hewan Kurban untuk Masyarakat

PURWOREJO – Semangat berbagi di hari raya kurban terpancar nyata di halaman Mapolres Purworejo. Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, Polres Purworejo melaksanakan pendistribusian hewan kurban sebanyak 2 sapi dan 22 kambing kepada masyarakat dan lembaga keagamaan di wilayah Kabupaten Purworejo, Selasa (26/05/2026) sore.

Penyerahan hewan kurban ini dipimpin langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, dalam sebuah seremoni yang dihadiri oleh pejabat utama, seluruh personel Polres, serta para perwakilan penerima.

Tahun ini, Polres Purworejo memprioritaskan distribusi ke berbagai elemen masyarakat. Sebanyak 18 ekor kambing disalurkan ke berbagai titik strategis, mulai dari masjid, mushola, pondok pesantren, hingga yayasan sosial.

Beberapa penerima di antaranya adalah:
Sektor Pendidikan & Sosial: Ponpes Al-Iman Bulus, Ponpes At Tin Doplang, Panti Pelayanan Sosial Dharma Putera, Yayasan Al-Fatonah Islamic Center an Yayasan Sedekah Seribu Sehari.
Lembaga Keagamaan: Pokjaluh Kemenag Purworejo
Tempat Ibadah: Masjid Al-Fatih Purwodadi, Masjid Darussalam Sucen Juru Tengah, Mushola Baitul Muslimin Loano, hingga Mushola Al Barokah Kledung Karangdalem.
Lembaga Pemasyarakatan: Rutan Kelas IIB Purworejo.

Sementara itu, 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing lainnya direncanakan akan disembelih di Asrama Polisi (Aspol) Vanlar. Daging kurban tersebut nantinya akan dibagikan kepada penghuni asrama serta warga yang tinggal di lingkungan sekitar Aspol.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk ketaatan ibadah sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

“Kurban ini adalah simbol keikhlasan dan kepedulian kami kepada sesama. Kami berharap hewan-hewan kurban ini dapat membawa kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, serta menjadi berkah bagi institusi Polri dalam menjalankan tugas melindungi dan melayani masyarakat,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Suasana khidmat menyelimuti prosesi penyerahan simbolis yang dilakukan di tengah rintik sore, menutup rangkaian kegiatan dengan doa bersama agar pelaksanaan penyembelihan di hari raya esok berjalan lancar dan penuh berkah.