Bhayangkara Fun Run Polres Purworejo Sukses Digelar, Pelari Asal Semarang hingga Sulteng Raih Podium

PURWOREJO – Ribuan pelari dari berbagai daerah memadati jalanan protokol Kabupaten Purworejo dalam rangka memeriahkan Bhayangkara Fun Run Polres Purworejo, Minggu (14/06/2026) pagi. Agenda yang digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 ini diikuti sedikitnya 2.800 peserta, baik dari kategori umum maupun pelajar.

Acara dilepas langsung oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H., didampingi Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra tepat pukul 06.00 WIB dengan mengambil garis start di Jalan Proklamasi.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti memberikan apresiasi tinggi kepada Polres Purworejo, Komunitas Gravitic, serta seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan acara ini. Ia menekankan bahwa esensi kegiatan ini melampaui sekadar olahraga fisik.

“Bhayangkara Fun Run ini bukan sekadar ajang olahraga untuk mencari keringat atau mengejar garis finish. Namun lebih dari itu, kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk semakin menguatkan sinergi kita bersama, menyatukan Polri dengan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Purworejo yang sehat, bugar, dan produktif,” ujar Yuli Hastuti.

Bupati juga mengucapkan selamat hari jadi kepada korps baju cokelat tersebut. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Purworejo, saya mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada Polri, khususnya Polres Purworejo. Terima kasih atas dedikasi, sinergitas, dan pengabdian tanpa lelah dalam menjaga keamanan dan mengayomi masyarakat,” tambahnya.

Pantauan di lapangan, ribuan peserta tampak antusias menyusuri rute yang telah disiapkan, mulai dari Jalan Proklamasi, Mayjend Sutoyo, Dr. Setya Budi, Kapten Piere Tendean, Sarwo Edi, Dr. Mr. Wilopo, Sindurjan, Suryo Kusuman, kembali ke Mayjen Sutoyo, Ki Mangun Sarkoro, dan berakhir di Jalan Urip Sumoharjo. Untuk mengantisipasi kemacetan dan menjamin keamanan peserta, Polres Purworejo menerjunkan puluhan personel guna mengamankan arus lalu lintas di titik-titik rawan.

Persaingan sengit terjadi di lintasan lari. Pada kategori Umum Putri, Abbela Pratiwi dari Kabupaten Semarang keluar sebagai yang tercepat, disusul Zindi Aulia Permadani (Salatiga) di posisi kedua, dan Elmi Rahmiyati (Magelang) di posisi ketiga.

Sementara di kategori Umum Putra, podium pertama diraih oleh pelari lokal Muhamad Ar Daniswara dari Wadas Bener, diikuti Elisar Gameshi (Magelang) sebagai juara kedua, dan Firman Nofal dari Sulawesi Tenggara di peringkat ketiga.

Untuk kategori Pelajar Putri, juara pertama disabet oleh Ayoedya Java Ratu Adil dari Yogyakarta, disusul Zihan Putri Saraswati (Pekalongan) dan Atika Dwi Kusuma Putri (Salatiga). Di sektor Pelajar Putra, Rasya Ataya dari SMPN 1 Magelang sukses mengamankan posisi puncak, mengungguli Laksmana Lingga Mahardika dari SDN 1 Sindurjan di posisi kedua dan El Restu Langit Ramadhan dari SMPN 6 Purworejo di posisi ketiga.

Masing-masing pemenang berhak membawa pulang piagam penghargaan serta uang pembinaan kategori pelajar sebesar Rp1,5 juta untuk juara pertama, Rp1 juta untuk juara kedua, dan Rp900 ribu untuk juara ketiga. Sedangkan kategori umum mendapatkan sebesar Rp2 juta untuk juara pertama, Rp1,5 juta untuk juara kedua, dan Rp1 juta untuk juara ketiga.

Kemeriahan acara berlanjut pasca-lari dengan diadakannya senam Zumba bersama, panggung hiburan, serta pengundian doorprize. Keberuntungan berpihak pada Rubiyatun istri dari Serma Sugianto, anggota Koramil 01 Purworejo, yang berhasil membawa pulang hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Purworejo, hari ini saya mendapatkan hadiah utama motor. Semoga di HUT Polri yang ke-80 ini, Polri selalu sukses dan maju terus untuk masyarakat,” ungkapnya dengan rona bahagia.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan tokoh daerah, di antaranya Ketua DPRD Purworejo Turnayo, S.Sos., Wakil Ketua DPRD Rudi Hartono, Plh. Sekda dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT., M.Kes., serta perwakilan Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri. Hadir pula pimpinan perbankan seperti Bank Jateng dan Bank BRI, Direktur Utama PT BPR Gunung Slamet Cilacap, Direktur PDAM, Ketua Penggerak PKK Raja Thifal Mazaya Izzati, S.IKom., Ki Lurah Offroad M. Hardjanto, hingga Ketua Polosoro Kabupaten Purworejo Suwarto, S.Sos.

Sebagai penutup rangkaian acara, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemenang dari masing-masing kategori, serta seluruh peserta yang beruntung mendapatkan hadiah.

“Kami mengucapkan selamat kepada para juara yang telah menunjukkan performa terbaik dan sportivitas tinggi hari ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh peserta yang berhasil membawa pulang doorprize maupun hadiah utama sepeda motor,” tutur AKBP Windy.

Pihaknya berharap, kemeriahan dan semangat kebersamaan yang tercipta dalam Bhayangkara Fun Run ini dapat terus membekas serta mempererat hubungan harmonis antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat Purworejo ke depan.

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Turnamen E-Sport Kapolda Cup 2026: Ajang Pembinaan Talenta Emas Gen Z

Polda Jateng-Kota Semarang | Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polda Jateng bersiap menggelar ajang bergengsi Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026. Kompetisi yang mempertandingkan cabang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) beregu 5 vs 5 ini dirancang sebagai wadah positif bagi generasi muda sekaligus sarana memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Dalam keterangannya Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, mengungkapkan bahwa turnamen inimerupakan langkah strategis Polda Jateng dalam merangkul komunitas digital, menumbuhkan mentalitas juara, sportivitas serta semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Kami melihat di Jawa Tengah ini ada potensi luar biasa pada generasi muda di bidang E-Sport . Melalui Kapolda Jateng Cup 2026 ini, kami ingin menyaring talenta-talenta emas dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Dengan demikian minat dan bakat generasi muda terhadap gaming dapat berkembang menjadi prestasi yang positif, terarah dan dapat dibanggakan,” ujar Kombes Pol Artanto di Mapolda Jateng, Jumat (12/6/2026).

Turnamen ini akan dibuka langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo pada Sabtu, 20 Juni 2026 di De Tjolomadoe Convention Hall, Kabupaten Karanganyar. Berbeda dengan kompetisi umum, turnamen yang rencananya turut dihadiri oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir ini menerapkan sistem seleksi berjenjang yang sangat ketat. Sebagai tahapan menuju E-Sport Kapolri Cup 2026, seluruh tim yang berlaga merupakan para juara kompetisi E-Sport di tingkat Kabupaten yang sebelumnya telah di lakukan perlombaan oleh seluruh Polres di Polda Jateng.

“Dalam turnamen ini setiap Polres akan mengirimkan dua tim terbaik mereka, yang terdiri dari satu tim Kategori Umum dan satu tim Kategori Pelajar. Jadi, bisa dipastikan atmosfer kompetisi di De Tjolomadoe nanti akan sangat tinggi karena mempertemukan para jawara lokal se-Jawa Tengah,” jelas Kabid Humas.

Proses pendaftaran tim secara online dimulai tanggal 11 Juni hingga 15 Juni 2026 yang akan dikelola langsung oleh masing-masing Polres selaku manajer tim. Selanjutnya pada tanggal 19 Juni 2026 seluruh perwakilan tim dan pelatih akan mengikuti technical meeting sebelum bertanding.

Tak hanya menyajikan ketegangan untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp. 200 juta bagi Juara 1, 2, 3, dan Most Valuable Player (MVP), kompetisi MLBB Kapolda Jateng Cup 2026 juga dikemas modern sebagai festival kepemudaan. Acara ini akan dimeriahkan oleh Cosplay & Coswalk Competition, penampilan musik dari Soulgroove Band, sesi Meet & Greet atlet E-Sport Internasional, hingga edukasi literasi keuangan bagi anak muda yang didukung oleh IPOT.

” Setelah turnamen ini selesai, komitmen kami tidak berhenti. Melalui peran satker di masing-masing wilayah, para atlet muda ini akan terus dipetakan dan dibina agar menjadi jaringan pemuda yang positif, kreatif, dan cinta tanah air,” pungkas Kombes Pol Artanto.

Polda Jawa Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memeriahkan Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 di De Tjolomadoe. Kehadiran dan dukungan dari para penonton diharapkan menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda yang tengah berkompetisi menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Turnamen ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi juga tentang memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk tumbuh, berprestasi, dan menginspirasi. Karena itu, kami mengundang masyarakat untuk datang, memberikan dukungan, dan bersama-sama menyaksikan semangat sportivitas serta kreativitas generasi muda Jawa Tengah dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” tutup Kombes Pol Artanto.

Polres Purworejo Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pria di Kedungsari

PURWOREJO – Personel kepolisian dari Polres Purworejo dan Polsek Purworejo bergerak cepat melakukan penanganan pasca-menerima laporan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam rumahnya, di Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo, pada Kamis (11/6/2026) siang.

Korban diketahui bernama RM (56), seorang warga Kelurahan Kedungsari. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga bersama warga sekitar pada Kamis pagi sekira pukul 11.15 WIB di area dapur rumah setempat.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafuta, melalui Kapolsek Purworejo AKP Bruyi Rohman Warsito, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel gabungan, termasuk Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Purworejo dan tenaga medis dari Puskesmas Purworejo, begitu menerima laporan dari warga.

“Kami langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP bersama Unit Inafis serta tim medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKP Bruyi Rohman Warsito saat memberikan keterangan, Kamis (11/6).

Peristiwa pilu ini bermula pada Rabu (10/6) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Salah seorang saksi, Kristina Yuliani, yang baru saja pulang bekerja, mencium aroma tidak sedap saat melintas di samping rumah korban.

Keesokan harinya, Kamis (11/6) sekitar pukul 09.00 WIB, Kristina menceritakan hal tersebut kepada kakak kandung korban dan keponakan korban, lantaran sumber bau menyengat itu berasal dari arah rumah yang juga dihuni oleh ibu kandung mereka, Bu Semi.

Curiga karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas, pihak keluarga bersama warga sekitar memutuskan untuk membuka rumah tersebut. Saat memeriksa bagian dalam rumah, warga mendapati Robert sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang di dapur.

Diketahui, almarhum selama ini belum berkeluarga dan tinggal berdua bersama ibunya, Bu Semi, yang saat ini juga sedang dalam kondisi sakit keras sehingga tidak dapat beraktivitas.

Dari hasil olah TKP dan koordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Purworejo, diperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar lima hari sebelum ditemukan. Polisi menyatakan tidak menemukan barang-barang mencurigakan di sekitar lokasi, sehingga dugaan awal mengarah pada faktor kesehatan (sakit).

“Dugaan sementara, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa ini. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya,” tambah Kapolsek.

Pihak keluarga yang diwakili oleh keponakan korban menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai sebuah musibah. Pihak keluarga juga secara resmi menyatakan keberatan untuk dilakukan tindakan otopsi terhadap jenazah RM (56).

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai pada pukul 12.30 WIB, kepolisian langsung menyerahkan jenazah almarhum kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman secara layak.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purworejo Gelar Aksi Donor Darah Sinergis, Jaring 125 Kantong Darah

PURWOREJO – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menggelar kegiatan sosial donor darah yang berlangsung khidmat dan humanis di Auditorium Tri Brata Mapolres Purworejo, Rabu (10/06/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB ini dibuka langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra. Menggandeng Tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Purworejo serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo, aksi kemanusiaan ini berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah untuk membantu ketersediaan stok darah di wilayah Purworejo.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa donor darah ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap aspek kesehatan masyarakat.

“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin memberikan kontribusi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setetes darah yang kita donasikan hari ini adalah harapan besar bagi keselamatan sesama,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Pantauan di lokasi menunjukkan tingginya sinergisitas antar-instansi. Aksi ini tidak hanya diikuti oleh internal Polres Purworejo dan Bhayangkari, namun juga melibatkan jajaran TNI dari Kodim 0708 Purworejo, Yonif Mekanis Raider 412/BES, Satbrimob Kutoarjo, hingga elemen masyarakat umum.

Dari total 144 peserta yang mendaftarkan diri, sebanyak 125 orang dinyatakan memenuhi syarat medis untuk mendonorkan darahnya setelah melalui skrining ketat. Adapun rincian perolehan kantong darah berdasarkan golongan darah adalah: Golongan A sebanyak 30 kantong, Golongan O sebanyak 49 kantong, Golongan B sebanyak 34 kantong, dan Golongan AB sebanyak 12 kantong. Sisa peserta lainnya terpaksa ditunda karena faktor teknis medis seperti kendala hemoglobin (Hb) maupun tekanan darah.

Wujud Nyata Sinergitas, Polres Purworejo Serahkan Jembatan Merah Putih Presisi untuk Petani Desa Kebongunung

PURWOREJO – Komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan oleh Polres Purworejo. Pada Kamis pagi (04/06/2026), Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, meresmikan langsung Jembatan Merah Putih Presisi yang berlokasi di Dusun Sembuh, Desa Kebongunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Kegiatan yang ini turut dihadiri oleh Waka Polres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Purworejo, Kapolsek Loano IPTU Utomo, serta Kepala Desa Kebongunung Fatah Kusumo Handogo, S.E.

Jembatan sepanjang 18 meter (total konstruksi 23 meter) dengan lebar 1,5 meter ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan urat nadi ekonomi bagi warga. Jembatan ini menghubungkan jalan utama menuju lahan pertanian warga serta akses penghubung ke Desa Maron.

Kehadiran jembatan ini membawa dampak signifikan bagi mobilitas warga, antara lain :

  • Estimasi Penerima Manfaat: 60 KK atau sekitar 150 jiwa.
  • Efisiensi Waktu: Memangkas waktu tempuh hingga 20 – 25 menit.
  • Jarak Tempuh: Kini hanya memerlukan waktu 15 – 20 menit untuk akses antarwilayah.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan bahwa pembangunan kembali jembatan yang sempat hanyut ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Kepolisian bersama TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Jembatan ini adalah simbol kerja sama dan persatuan kita. Melalui komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, kita berhasil membangun kembali sarana yang sangat dibutuhkan ini secara gotong royong. Kami serahkan jembatan ini kepada Pemerintah Desa Kebongunung untuk dirawat dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemaslahatan warga,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Kapolres juga menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) yang terintegrasi dengan jembatan tersebut guna memperkuat sektor pertanian lokal.

Kepala Desa Kebongunung, Fatah Kusumo Handogo, S.E., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran Polres Purworejo. Menurutnya, pembangunan jembatan ini adalah jawaban atas kesulitan yang selama ini dihadapi petani yang memiliki lahan di seberang sungai.

“Kami sangat berterima kasih. Jembatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami, khususnya di bidang pertanian dan sebagai akses penghubung ke Desa Maron. Semoga Polres Purworejo sukses selalu dalam mengayomi masyarakat,” tuturnya.

Acara peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Kapolres Purworejo bersama Kepala Desa dan perwakilan tokoh masyarakat setempat yang diawali dengan doa untuk mendapatkan manfaat dan berkah. Dengan beroperasinya Jembatan Merah Putih Presisi ini, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Loano semakin kokoh seiring dengan lancarnya jalur distribusi hasil pertanian.

Menebar Kebaikan di Hari Raya, Kapolres Purworejo Serahkan Puluhan Hewan Kurban untuk Masyarakat

PURWOREJO – Semangat berbagi di hari raya kurban terpancar nyata di halaman Mapolres Purworejo. Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, Polres Purworejo melaksanakan pendistribusian hewan kurban sebanyak 2 sapi dan 22 kambing kepada masyarakat dan lembaga keagamaan di wilayah Kabupaten Purworejo, Selasa (26/05/2026) sore.

Penyerahan hewan kurban ini dipimpin langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, dalam sebuah seremoni yang dihadiri oleh pejabat utama, seluruh personel Polres, serta para perwakilan penerima.

Tahun ini, Polres Purworejo memprioritaskan distribusi ke berbagai elemen masyarakat. Sebanyak 18 ekor kambing disalurkan ke berbagai titik strategis, mulai dari masjid, mushola, pondok pesantren, hingga yayasan sosial.

Beberapa penerima di antaranya adalah:
Sektor Pendidikan & Sosial: Ponpes Al-Iman Bulus, Ponpes At Tin Doplang, Panti Pelayanan Sosial Dharma Putera, Yayasan Al-Fatonah Islamic Center an Yayasan Sedekah Seribu Sehari.
Lembaga Keagamaan: Pokjaluh Kemenag Purworejo
Tempat Ibadah: Masjid Al-Fatih Purwodadi, Masjid Darussalam Sucen Juru Tengah, Mushola Baitul Muslimin Loano, hingga Mushola Al Barokah Kledung Karangdalem.
Lembaga Pemasyarakatan: Rutan Kelas IIB Purworejo.

Sementara itu, 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing lainnya direncanakan akan disembelih di Asrama Polisi (Aspol) Vanlar. Daging kurban tersebut nantinya akan dibagikan kepada penghuni asrama serta warga yang tinggal di lingkungan sekitar Aspol.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk ketaatan ibadah sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

“Kurban ini adalah simbol keikhlasan dan kepedulian kami kepada sesama. Kami berharap hewan-hewan kurban ini dapat membawa kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, serta menjadi berkah bagi institusi Polri dalam menjalankan tugas melindungi dan melayani masyarakat,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Suasana khidmat menyelimuti prosesi penyerahan simbolis yang dilakukan di tengah rintik sore, menutup rangkaian kegiatan dengan doa bersama agar pelaksanaan penyembelihan di hari raya esok berjalan lancar dan penuh berkah.

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Purworejo Gelar Panen Raya Jagung Serentak di Grabag

PURWOREJO – Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di lahan pertanian seluas 3.000 meter persegi di Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag, Sabtu (16/05) sore.

Rangkaian acara diawali dengan mengikuti Zoom Meeting bersama Presiden RI dan Kapolri. Agenda terpusat tersebut mencakup peresmian Museum dan Monumen Perjuangan Pahlawan Nasional Marsinah, peresmian 10 gudang Polri, 166 SPPG Polri di 18 Polda, serta seremoni Panen Raya Jagung Serentak di seluruh Indonesia.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, memimpin langsung jalannya panen raya ini. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Pertanian Kabupaten Purworejo, Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., Kepala Gudang Bulog Purworejo, Erdiyanto, PJU Polres Purworejo, Forkopimcam Grabag, serta para kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis petani dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Kami menginstruksikan seluruh jajaran Polsek untuk terus mendampingi petani dalam memanfaatkan lahan produktif, sehingga kemandirian pangan di wilayah Purworejo tetap terjaga dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tegas AKBP Windy Syafutra.

Setelah prosesi panen bersama usai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata dukungan sarana produksi pertanian. Kapolres Purworejo menyerahkan bantuan sejumlah paket pupuk secara simbolis kepada kelompok tani Desa Harjobinangun. Bantuan ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban biaya produksi petani pada musim tanam berikutnya.

Kepala Desa Harjobinangun, Wuryanto, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan kepolisian yang tidak hanya membantu proses panen, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar petani.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Purworejo. Bantuan pupuk ini sangat berarti bagi kelompok tani kami untuk melanjutkan produktivitas lahan setelah panen jagung ini selesai,” ujar Wuryanto.

Seluruh hasil jagung yang dipetik kolaborasi antara personel Polres dan warga tersebut langsung diangkut untuk dikirimkan ke Gudang Bulog Kabupaten Purworejo guna memastikan rantai distribusi berjalan efektif.

Melalui kegiatan ini, Kapolres Purworejo berharap sinergi antara Polri, Dinas Pertanian, Bulog, dan masyarakat terus diperkuat. Beliau menginginkan agar keberhasilan di Desa Harjobinangun ini menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Kabupaten Purworejo untuk lebih optimal dalam mengelola potensi pertanian demi kesejahteraan bersama.

Sinergi Polres Purworejo di Desa Kalimiru: Tanam Jagung Unggul Hingga Proteksi Petani Lewat BPJS

PURWOREJO – Komitmen Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional tidak hanya sebatas slogan. Hal ini dibuktikan oleh Polres Purworejo melalui aksi nyata penanaman jagung serentak dan pemberian jaminan sosial bagi para petani di Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, pada Jumat (01/05/2026) sore.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala DKPP Kabupaten Purworejo, Bapak Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., Kepala Desa Kalimiru Agung Yuli Priatmoko, Danpos AL Letu Laut Agung Prayitno, serta unsur Forkopimcam Bayan.

Tepat pukul 15.30 WIB, Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) turun langsung ke lahan seluas 0,8 hektar. Menggandeng Pemerintah Desa Kalimiru dan Gapoktan Sidomaju, Polres Purworejo memulai penanaman bibit jagung unggul varietas Pertiwi-6.

Menariknya, produktivitas lahan ini didorong dengan penggunaan pupuk organik padat berupa kotoran kambing yang telah melalui proses fermentasi sempurna selama tiga tahun. Langkah ini merupakan bentuk edukasi pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Sebelum prosesi penanaman dimulai, acara dibuka dengan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis oleh perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Ibu Afifah Nurazizah, kepada sejumlah petani, di antaranya Sutanto, Ruminto, Duwi Mawardi, Suparman, Aris Teguh, Prabowo Ahmad Pujiono, Adi Sukma, dan Prasisto.

Pemberian BPJS Ketenagakerjaan ini bertujuan untuk memberikan “jaring pengaman” bagi para pahlawan pangan. Dengan proteksi ini, petani mendapatkan kepastian perlindungan atas risiko kecelakaan kerja dan jaminan hari tua, sehingga mereka dapat meladang dengan rasa tenang dan lebih berdaya.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan bahwa Polri akan terus hadir sebagai mitra strategis petani. “Kami berkomitmen penuh mendukung kemajuan sektor pertanian di Desa Kalimiru dan wilayah Purworejo pada umumnya. Sinergi ini adalah kunci untuk mencapai kemandirian pangan,” ujarnya.

Senada dengan Kapolres, Kepala Desa Kalimiru, Agung Yuli Priatmoko, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif yang dibawa oleh jajaran Polres Purworejo. Dalam sambutan singkatnya, ia menekankan bahwa kehadiran Polri di tengah sawah adalah suntikan moral bagi warga.

“Bagi kami, kehadiran Bapak Kapolres bukan sekadar seremonial, tapi bukti bahwa petani tidak berjuang sendirian. Dengan dukungan bibit, pupuk, hingga jaminan BPJS ini, warga kami merasa lebih dihargai dan aman dalam bekerja. Ini adalah sinergi yang nyata, bukan sekadar teori,” tegas Agung Yuli Priatmoko.

Dukungan nyata juga terlihat dari penyaluran bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) berupa 50 kg pupuk NPK, 25 kg Urea, serta 7 kg bibit jagung unggul untuk menstimulus semangat warga.

Masyarakat Desa Kalimiru menyambut antusias program kolaboratif ini, berharap langkah ini menjadi awal dari panen raya yang melimpah dan berkelanjutan.

Polres Purworejo Tindak Tegas Pelanggar Perda Miras: Enam Tersangka Terancam Denda Puluhan Juta

PURWOREJO – Kepolisian Resor (Polres) Purworejo terus berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah dari peredaran minuman keras (miras). Melalui Satuan Samapta, Polres Purworejo merilis hasil ungkap kasus pelanggaran Perda Nomor 6 Tahun 2006 tentang Larangan Minuman Keras dan Minuman Beralkohol di wilayah hukum Kabupaten Purworejo.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, melalui Kasat Samapta AKP Eko Rosdianto, S.H., M.A.P., yang didampingi Kasi Humas AKP Ida Widaastusti, S.H., M.A.P., serta KBO Samapta Ipda Tulus Yuliana, S.H., menggelar konferensi pers pada Kamis (16/04/2026) sore untuk memaparkan hasil penindakan tersebut.

Kronologi dan Titik Operasi
AKP Eko Rosdianto menjelaskan bahwa petugas berhasil mengamankan enam orang tersangka dari berbagai titik lokasi dalam kurun waktu 13 hingga 15 April 2026. Penindakan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang resah akan adanya peredaran dan penggunaan miras di lingkungan mereka.

“Kami melakukan patroli Turjawali dan merespons cepat aduan warga. Hasilnya, kami mengamankan barang bukti mulai dari arak, ciu, hingga miras bermerek di beberapa kecamatan seperti Bruno, Kutoarjo, Kemiri, dan Purworejo,” ujar AKP Eko dalam keterangannya.

Detail Penindakan Kasus
Dalam rilis tersebut, pihak kepolisian membagi penindakan ke dalam dua kategori pelanggaran Perda:

  1. Kategori Penjual dan Penyedia Miras (Pasal 6):

Wilayah Bruno (13/04): Petugas mengamankan tersangka M (27) di Desa Blimbing dengan barang bukti 8 botol arak.

Wilayah Kutoarjo (15/04): Tersangka NSP (20) diamankan di sebuah ruko Jalan Tentara Pelajar dengan barang bukti beragam jenis miras mulai dari Anggur Merah, Black Currant, hingga Congyang.

Wilayah Kemiri (15/04): Dua tersangka diamankan di lokasi berbeda, yakni PPL (31) di Desa Bedono Karang Duwur dengan barang bukti Bir Bintang dan Anggur, serta KY (35) di Desa Winong dengan barang bukti 13 botol ciu dan Anggur Merah.

  1. Kategori Konsumen atau Peminum (Pasal 7):

Wilayah Bruno (15/04): Petugas mengamankan HPA (32) di Desa Singojoyo saat kedapatan mengonsumsi miras jenis Whisky.

Wilayah Purworejo (13/04): Tersangka OS (25) diamankan petugas saat sedang membawa dan meminum ciu di area Makam Cina, Kelurahan Keseneng.

Sanksi dan Ancaman Hukuman
Seluruh tersangka beserta barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Purworejo untuk proses penyidikan lebih lanjut. Para tersangka penjual dijerat dengan Pasal 13 Jo Pasal 06 Perda Kabupaten Purworejo No. 6 Tahun 2006 dengan ancaman kurungan maksimal 3 bulan atau denda hingga Rp30.000.000.

Sementara bagi para peminum, dikenakan Pasal 14 Jo Pasal 07 dengan ancaman serupa, yakni denda maksimal Rp30.000.000 atau kurungan paling lama 3 bulan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak segan melapor jika melihat aktivitas peredaran miras di lingkungannya. Penindakan ini dilakukan demi menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Purworejo,” pungkas AKP Eko.

Kapolres Purworejo Bersama Forkopimda Resmikan Pembukaan Kembali CFD

Purworejo — Polres Purworejo bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo kembali menggelar kegiatan Car Free Day (CFD) perdana setelah sebelumnya sempat vakum. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026, di Alun-Alun Kabupaten Purworejo dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kegiatan CFD dibuka secara langsung oleh Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pembukaan ditandai dengan dimulainya rangkaian kegiatan yang diawali dengan jalan sehat, dilanjutkan senam bersama, serta diakhiri dengan pembagian berbagai doorprize kepada peserta.

Puluhan doorprize dibagikan dalam kegiatan tersebut, dengan hadiah utama berupa kulkas dan sepeda. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan sejak pagi hari hingga selesai.

Selain sebagai sarana olahraga dan rekreasi, kegiatan CFD juga dimanfaatkan untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Sejumlah layanan disediakan, baik dari Polres Purworejo maupun instansi terkait, di antaranya layanan SIM keliling, Samsat keliling, serta pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Tidak hanya itu, layanan Bank Jateng juga turut hadir, Sementara dari unsur pemerintah daerah dan instansi lainnya, masyarakat dapat mengakses layanan dari UPPD Samsat Kabupaten Purworejo, DP2KAD, Jasa Raharja, Kantor Pajak Pratama, BPJS, PMI, hingga Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menyampaikan bahwa kegiatan Car Free Day ini merupakan langkah positif dalam memberikan ruang publik yang sehat sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“CFD ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan menjadi harapan besar masyarakat Kabupaten Purworejo. Selain untuk berolahraga, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan yang telah disediakan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Suranto, S.T., S.Sos., MPA yang mewakili Bupati Purworejo menyampaikan apresiasinya kepada Polres Purworejo atas inisiasi kembali kegiatan tersebut.

“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi Polres Purworejo yang telah menggagas kembali kegiatan Car Free Day ini. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berjalan secara rutin dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dengan kembali digelarnya Car Free Day, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah interaksi sosial, meningkatkan kesadaran hidup sehat, serta mendukung pelayanan publik yang lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat.