Meski Sempat Tegang di Menit Akhir, Pengamanan Berlapis Polres Purworejo Sukses Kawal Semifinal Liga 4

PURWOREJO – Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menerapkan skema pengamanan ekstra ketat dalam laga Semifinal Leg 1 Liga 4 yang mempertemukan Persak Kebumen melawan PSIR Rembang di Stadion Sarwo Edi Wibowo, Senin (09/02) sore. Langkah “siaga penuh” ini diambil guna menjamin kondusivitas pertandingan di tengah rivalitas tinggi kedua klub.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, memimpin langsung jalannya pengamanan. Meski regulasi melarang kehadiran suporter tamu (away), pihak kepolisian tidak ingin meremehkan situasi. Sebanyak ratusan personel gabungan diterjunkan, termasuk bantuan kendali operasi (BKO) dari satu peleton Kodim 0708/Purworejo, Dalmas Polres Magelang, Wonosobo, Kebumen, hingga Brimob Kutoarjo dan satu regu Damkar.

“Kami menurunkan kekuatan penuh sesuai SOP pengamanan sepak bola. Pengamanan dibagi dalam beberapa ring, mulai dari jalur raya untuk mengurai kemacetan, pintu masuk stadion untuk sterilisasi benda berbahaya seperti sajam dan alkohol, hingga area nobar di Terminal Lama Purworejo bagi suporter yang tidak tertampung di stadion karena kapasitas hanya -/+ 500 bangku,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Tambahnya, personel kepolisian juga ada yang bertugas di perbatasan Mergoyoso (Purworejo-Magelang) melakukan penyekatan terhadap potensi kedatangan suporter PSIR Rembang guna menghindari bentrokan antar basis pendukung. Sedangkan, untuk keamanan di dalam stadion dilakukan oleh Steward stadion yang disediakan oleh panitia penyelenggara.

Pertandingan sendiri berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan pukul 15.00 WIB. Persak Kebumen sempat memimpin 1-0 di babak pertama melalui titik putih. Namun, PSIR Rembang berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua.

Tensi memuncak menjelang akhir laga saat wasit menganulir gol PSIR Rembang dan mengganjar pemain tamu dengan kartu merah akibat protes berlebihan. Pasca insiden kartu merah, suporter Kebumen menganggap bahwa Pemain PSIR Rembang mengulur waktu dan hal ini memicu emosi suporter Kebumen yang berujung pada aksi pelemparan plastik berisi air ke arah bangku cadangan official PSIR Rembang.

Beruntung, kesiapsiagaan petugas keamanan di pinggir lapangan berhasil meredam ketegangan tersebut dengan cepat. Pertandingan pun dapat dilanjutkan hingga usai dengan skor akhir 1-1.

Pasca laga, aparat tidak langsung membubarkan diri. Polisi melakukan pengawalan ketat terhadap rombongan suporter Persak Kebumen hingga ke perbatasan wilayah Kebumen untuk memastikan tidak ada aksi anarkis di perjalanan.

Di akhir kegiatan, AKBP Windy menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada para pemain yang menjunjung sportivitas, suporter yang tetap tertib, serta seluruh personel keamanan yang berhasil menjaga marwah pertandingan ini hingga berjalan aman dan kondusif,” tutupnya.

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung

JAKARTA – Jumat, 6 Februari 2026, Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mememperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.

Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.

“Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi” Ujar Brigjen Langgeng.

Di sisi hulu, Polri hadir sebagai jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satu implementasi nyatanya terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung.

Danang Andi Wijanarko selaku senior vice president BRI dalam paparannya mewakili dari Himbara menyampaikan bahwa BRI sendiri pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai 180T rupiah untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung.

Tidak hanya urusan modal, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani dengan menjaga stabilitas harga. Polri memastikan hasil panen petani tidak terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah. Sebagai solusinya, Polri menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga lebih baik.

Pelaksanaan pengadaan jagung tahun 2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026 dengan harga 6.400 Rupiah per Kilogram.

“Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog.” Ujar Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi program ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia.

Segarkan Lini Strategis, Kapolres Purworejo Pimpin Langsung Sertijab Kasat Reskrim dan Binmas

PURWOREJO – Di bawah siraman cahaya matahari pagi yang menyimbolkan semangat baru, halaman Mapolres Purworejo menjadi saksi bisu bergulirnya roda organisasi Kepolisian Republik Indonesia. Pada Rabu (04/02), Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dua posisi strategis: Kasat Reskrim dan Kasat Binmas.

Upacara ini bukan sekadar prosesi administratif, melainkan sebuah ritual estafet tanggung jawab. Berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jateng tertanggal 20 Januari 2026, AKP Catur Agus Yudo Praseno, S.H., M.H., resmi melepas jabatannya sebagai Kasat Reskrim Purworejo untuk mengemban amanah baru sebagai Kasat Reskrim Polres Sragen. Tongkat komando reserse kini berpindah tangan kepada AKP Dwiyono, S.H., M.H., yang sebelumnya menimba pengalaman di Polresta Surakarta.

“Mutasi adalah hukum alam dalam sebuah organisasi, namun integritas adalah pilihan yang harus tetap dijaga ke mana pun kaki melangkah,” tegas AKBP Windy Syafutra dalam amanatnya yang menggetarkan semangat personel.

Suasana haru sekaligus bangga mewarnai pergantian di lini pembinaan masyarakat. IPTU Damara Wibowo, S.Tr.K., S.I.K., hadir membawa energi muda untuk menjabat sebagai Kasat Binmas, menggantikan AKP Sarbini yang telah menuntaskan pengabdian panjangnya sebagai insan Bhayangkara dan memasuki masa purna tugas.

Kepada pejabat lama, Kapolres memberikan apresiasi mendalam.

“Terima kasih atas dedikasi luar biasa di Bumi Purworejo. Bawalah prestasi yang sudah diukir di sini untuk mewarnai tempat tugas yang baru. Jangan pernah lupakan semangat yang kita bangun bersama,” ungkap AKBP Windy kepada AKP Catur.

Sementara itu, sambutan hangat namun penuh tantangan diberikan kepada AKP Dwiyono dan IPTU Damara. AKBP Windy menekankan bahwa kehadiran mereka di keluarga besar Polres Purworejo diharapkan membawa solusi nyata bagi masyarakat.

“Saya tidak meminta Anda untuk menjadi sempurna, tapi saya menuntut Anda untuk selalu hadir dan menjadi solusi bagi masyarakat. Segera beradaptasi, karena tantangan keamanan tidak akan menunggu kita siap,” tambahnya dengan nada lugas.

Hadir dalam upacara tersebut seluruh Pejabat Utama (PJU), Kapolsek Jajaran, personel Polres, serta perwakilan Pengurus Bhayangkari Cabang Purworejo. Melalui Sertijab ini, Polres Purworejo kembali meneguhkan komitmennya bahwa pergantian pemimpin adalah langkah pasti untuk menjaga keberlanjutan pelayanan dan keamanan bagi seluruh warga.

Drama ‘Penebusan Teman’ Berujung Kerugian Rp87 Juta, Polres Purworejo Ungkap Kronologi Penangkapan 3 Tersangka

PURWOREJO – Polres Purworejo kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas tindak kejahatan siber dan penipuan. Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (03/02) siang, jajaran Satreskrim Polres Purworejo mengungkap keberhasilan penangkapan tiga tersangka sindikat penipuan bermodus “polisi gadungan” yang telah menguras harta korbannya hingga puluhan juta rupiah.

Mewakili Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, Waka Polres Kompol Nana Edi Sugito menjelaskan bahwa kejadian bermula pada 17 November 2025 lalu. Korban, Sdr. Subekti, warga Keseneng, mendapatkan telepon dari tersangka IM (23) yang berpura-pura menjadi temannya yang sedang tertangkap polisi karena masalah surat kendaraan.

“Modus yang digunakan sangat rapi. Awalnya tersangka meminta uang jaminan Rp2 juta. Namun tak berselang lama, tersangka lain berinisial RM (37) menghubungi korban dan mengaku sebagai anggota kepolisian, menyatakan bahwa kendaraan tersebut adalah hasil curian,” ujar Kompol Nana didampingi Kasat Reskrim AKP Catur Agus Yudho dan Kasihumas AKP Ida Widaastuti.

Karena rasa solidaritas dan tekanan psikologis dari pelaku yang mengaku penegak hukum, korban akhirnya mentransfer uang secara bertahap hingga mencapai Rp87.000.000 (delapan puluh tujuh juta rupiah). Semua dana tersebut mengalir ke rekening penampung yang disediakan oleh tersangka NPOS (30).

Harapan korban untuk melihat temannya diantar pulang tak kunjung nyata. Menyadari dirinya telah menjadi korban tipu muslihat, Subekti lapor ke Polres Purworejo. Gerak cepat tim opsional akhirnya berhasil melacak dan membekuk ketiga tersangka yang diketahui berasal dari Karawang, Jawa Barat.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah ponsel yang digunakan untuk melancarkan aksinya. Sementara dari pihak korban, polisi menyita bukti mutasi rekening dan tangkapan layar transaksi sebagai bukti kuat di persidangan.

Atas perbuatannya, ketiga pria asal Karawang ini dijerat dengan Pasal 492 atau 486 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) tentang Penipuan atau Penggelapan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan telepon yang mengatasnamakan keluarga atau teman yang sedang bermasalah dengan hukum, apalagi jika ujung-ujungnya meminta uang. Segera lakukan verifikasi atau datang ke kantor polisi terdekat,” pesan Kompol Nana menutup konferensi pers.

Wujudkan Jalan Raya yang Aman, Polres Purworejo Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026

PURWOREJO – Mengawali bulan Februari dengan semangat disiplin di jalan raya, Polres Purworejo resmi memulai Operasi Keselamatan Candi 2026. Operasi yang dijadwalkan berlangsung selama 14 hari ke depan, mulai dari tanggal 2 hingga 15 Februari 2026 ini, bertujuan untuk memupuk budaya tertib berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Kabupaten Purworejo.

Mewakili Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Waka Polres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito, S.H. di halaman Mapolres Purworejo pada Senin pagi (2/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 87 personel gabungan disiagakan untuk mengawal kesuksesan operasi bersandi khusus ini.

Polres Purworejo tidak bergerak sendiri. Sinergi lintas sektoral menjadi kunci dengan melibatkan personel dari Kodim 0708 Purworejo, Polisi Militer, Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, hingga BPBD Kabupaten Purworejo.

Dalam amanatnya, Kompol Nana Edi Sugito menekankan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 akan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif. Meski didukung oleh penegakan hukum, langkah yang diambil dipastikan tetap bersifat humanis dan edukatif.

“Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Kabupaten Purworejo,” tegas Kompol Nana.

Beberapa pelanggaran kasat mata yang menjadi sasaran utama dalam operasi ini di antaranya adalah pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, bermain ponsel saat berkendara, serta meminimalisir adanya pengendara di bawah umur.

Melalui langkah masif ini, Polres Purworejo berharap masyarakat tidak hanya tertib saat ada petugas, namun benar-benar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama. Harapannya, tercipta situasi Kamtibmas yang kondusif di seluruh penjuru wilayah Purworejo.

Pertama di Indonesia! Polres Purworejo Bekali Pengemudi Makan Bergizi Gratis Ilmu Safety Driving

PURWOREJO – Polres Purworejo mengukir sejarah sebagai institusi kepolisian pertama di Indonesia yang menyelenggarakan pelatihan safety driving khusus bagi pengemudi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan yang diikuti oleh 52 sopir se-Kabupaten Purworejo ini berlangsung di Lapangan Uji Praktik Satpas Satlantas Polres Purworejo pada Sabtu (24/01) pagi.

Langkah inovatif ini diinisiasi langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., sebagai respons cepat terhadap maraknya insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan operasional MBG di berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, AKBP Windy menekankan bahwa kepemilikan SIM A saja tidak cukup tanpa pemahaman mendalam mengenai teknik berkendara yang aman.

“Meskipun sudah memiliki SIM, para pengemudi perlu mendapatkan penyegaran kembali, baik secara teori maupun praktik. Kami tidak ingin kelalaian di jalan berujung pada kecelakaan fatal. Prinsip safety driving harus benar-benar diterapkan di lapangan,” tegas Kapolres saat membuka acara.

*Dari Teori hingga Praktik Menantang*

Kasat Lantas Polres Purworejo menambahkan bahwa peserta yang hadir merupakan perwakilan dari seluruh Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purworejo. Mereka dibekali materi dari instruktur internal maupun eksternal, mulai dari persiapan standar seperti penggunaan sabuk pengaman dan pengaturan posisi duduk yang ergonomis, hingga teknik menghadapi medan sulit.

Para pengemudi yang kerap dijuluki “ompreng balap” ini ditantang untuk menaklukkan berbagai rintangan di lintasan uji SIM, Jalan Jenderal Sudirman 23. Ujian meliputi lintasan lurus, manuver zigzag maju-mundur, hingga teknik pengereman dan penggunaan kopling di jalur tanjakan serta turunan. Pelatihan ini juga ditekankan untuk mencegah terulangnya insiden di perlintasan kereta api, seperti yang terjadi di Desa Dewi, Bayan, beberapa waktu lalu.

Uniknya, para peserta tidak hanya menggunakan kendaraan uji milik Polres, tetapi juga diperbolehkan mencoba lintasan menggunakan armada MBG yang mereka operasikan sehari-hari untuk mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah.

*Apresiasi dan Semangat Baru*

Manfaat besar dirasakan oleh para peserta, salah satunya Wahyudi (60), pengemudi dari SPPG Pangenjurutengah.

“Kegiatan ini gratis dan sangat bermanfaat. Sebagai mantan pengemudi mobil boks, pelatihan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk kembali mengingat rambu-rambu lalu lintas demi keamanan bersama,” tuturnya.

Sebagai bentuk legalitas, seluruh peserta diberikan sertifikat pelatihan di akhir acara. Selain itu, suasana semakin kompetitif saat Polres memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada tiga pengemudi “trengginas” yang berhasil melewati seluruh rintangan dengan waktu tercepat dan tingkat keamanan terbaik.

Siaga Bencana Hidrometeorologi, Polres Purworejo Pastikan Personel dan Alutsista Dalam Kondisi Prima

PURWOREJO – Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap mengancam di musim penghujan, Polres Purworejo melakukan langkah proaktif dengan memastikan seluruh instrumen penyelamatan dalam kondisi siap siaga. Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., memimpin langsung pengecekan personel dan peralatan tanggap bencana pada Kamis (22/01) pagi di halaman Mapolres Purworejo.

“Pengecekan ini bukan sekadar rutinitas formalitas, namun merupakan langkah nyata untuk memastikan kesiapsiagaan kita dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” ungkap AKBP Windy.

Kapolres meneliti satu per satu peralatan SAR guna memastikan tidak ada alat yang usang atau tidak terawat yang dapat menghambat proses evakuasi di lapangan. Tak hanya kesiapan fisik alat, kesehatan dan kondisi mental personel juga menjadi sorotan utama. Hal ini dilakukan agar setiap anggota benar-benar siap secara lahir dan batin saat diterjunkan dalam situasi darurat.

Usai apel pengecekan, kesiapsiagaan tersebut langsung dipertajam melalui pelatihan Pemeliharaan Kemampuan bantuan Search And Rescue (SAR) Air di aliran sungai Desa Semawung, Kutoarjo. Di bawah pimpinan AKP Eko Rosdianto, S.H., M.A.P., dan Iptu Yanuar Tryatmaja, S.H., personel Polres Purworejo berkolaborasi intensif dengan instruktur ahli dari BPBD Kabupaten Purworejo, Kurnia Arif.

Materi yang diberikan mencakup teknik penyelamatan di air (Water Rescue), olah gerak perahu, hingga cara bertahan hidup di air. Instruktur dari BPBD menekankan bahwa menjadi tim penyelamat air tidak hanya mengandalkan kemampuan renang, tetapi juga wajib memahami prinsip 3A (Aman Diri, Aman Lingkungan, dan Aman Korban).

Para personel dilatih secara mendetail, mulai dari hal teknis seperti memasang mesin tempel perahu, teknik kendali kemudi (kanan, kiri, dan mundur), hingga cara mendayung manual yang benar. Latihan ini ditutup dengan simulasi penyelamatan korban secara langsung di derasnya aliran sungai.

Di akhir kegiatan, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra kembali menekankan pentingnya sinergi dan kesiapan total dalam menghadapi tantangan alam.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi kami. Pengecekan dan latihan intensif ini bertujuan untuk memastikan bahwa ketika bencana terjadi, personel Polres Purworejo tidak hanya hadir, tetapi hadir dengan kemampuan yang mumpuni dan peralatan yang andal.” ungkap Kapolres Purworejo.

Polres Purworejo tidak ingin ada kendala teknis sekecil apa pun saat nyawa manusia sedang dipertaruhkan. Dengan sinergi bersama BPBD, Polres Purworejo berkomitmen untuk selalu sigap dan memberikan rasa aman bagi warga Purworejo di tengah cuaca ekstrem ini.

Pucuk Pimpinan Satnarkoba Polres Purworejo Berganti, Kapolres: Jaga Dedikasi dan Wariskan Prestasi

PURWOREJO – Tongkat estafet kepemimpinan Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Purworejo resmi berpindah tangan. Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung khidmat di Gedung Auditorium Tri Brata Polres Purworejo, Senin (19/01) pagi.

Mutasi jabatan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jawa Tengah tertanggal 18 Desember 2025. Pejabat lama, AKP Primadhana Bayu Kuncoro, S.Pd., M.A.P., kini mengemban amanah baru sebagai Kasat Narkoba Polres Karanganyar. Sementara itu, posisi Kasat Narkoba Polres Purworejo kini diisi oleh AKP Amirudin Zulkarnain, S.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Pasar Kliwon, Polresta Surakarta.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Purworejo, Kapolsek jajaran, personel Polres Purworejo, serta perwakilan Bhayangkari Cabang Purworejo.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi AKP Bayu selama bertugas di Purworejo. Kapolres menilai, selama masa jabatan tersebut, situasi kamtibmas di bidang pemberantasan narkotika berjalan sangat kondusif tanpa kendala berarti.

“Untuk AKP Bayu, terima kasih atas pengabdian terbaiknya. Saya berpesan agar ilmu-ilmu dan pengalaman positif yang didapat di Purworejo jangan lupa ditularkan kepada AKP Amirudin. Bawalah semangat itu ke tempat tugas yang baru,” ungkap AKBP Windy Syafutra.

Kapolres juga memberikan ucapan selamat datang kepada AKP Amirudin Zulkarnain dan berharap agar pejabat baru segera beradaptasi dengan dinamika masyarakat di Purworejo.

“Jabatan ini adalah amanah sekaligus ladang pengabdian. Segeralah menyatu dengan ritme di sini. Teruskan apa yang sudah baik, dan ciptakan inovasi baru untuk melindungi masyarakat Purworejo dari bahaya narkoba. Mari kita bekerja dengan hati untuk Polri yang lebih dicintai masyarakat.” pesan Kapolres Purworejo pada Kasat Narkoba baru.

Wujud Kepedulian, Kapolres Purworejo Terjang Lokasi Longsor Bener untuk Salurkan Bantuan

PURWOREJO – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Purworejo sejak Kamis (15/01) mengakibatkan bencana tanah longsor di sejumlah titik.

Merespons kejadian tersebut, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., turun langsung meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Bener, Jumat (16/01) siang.

Kehadiran orang nomor satu di Polres Purworejo ini didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Purworejo, Camat Bener Vivin Suryandari Feriyani, S.TTP, M.M., Danramil Bener Kapten Daryanta, serta kepala desa setempat.

Kunjungan ini difokuskan pada dua desa yang mengalami kerusakan cukup parah, yakni Desa Kalitapas dan Desa Kamijoro.

Di Desa Kalitapas, rombongan menyambangi kediaman Bapak Misbah (73) di Dusun Silebeng. Rumah lansia tersebut tertimpa longsoran bahu jalan kabupaten setinggi 7 meter yang mengakibatkan kerusakan material yang signifikan.

Sementara itu, di Desa Kamijoro, tercatat tiga rumah warga di Dusun Ngemplak mengalami kerusakan. Rumah milik Bapak Mojin (56) dan Bapak Muhtasor (65) mengalami jebol pada bagian tembok dapur akibat terjangan lumpur. Kondisi paling memprihatinkan terlihat di kediaman Bapak Wagito (45), di mana bangunan rumah utama dan dapur berukuran 6 \times 9 meter mengalami rusak parah dan nyaris roboh.

Kapolres Purworejo menyampaikan bahwa kehadirannya bersama jajaran merupakan bentuk empati dan dukungan moril bagi warga yang sedang tertimpa musibah.

“Kami hadir di sini untuk menunjukkan rasa empati sekaligus memberikan semangat dan motivasi kepada para korban agar tetap sabar dan tegar menghadapi cobaan ini,” ujar AKBP Windy Syafutra di sela-sela kegiatannya.

Tak hanya memberikan dukungan moral, Kapolres juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada para korban. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan pokok harian warga terdampak selama masa pemulihan.

Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, AKBP Windy Syafutra memberikan himbauan tegas kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan perbukitan.

“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada, terutama saat hujan turun dengan durasi lama. Segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar hunian demi keselamatan jiwa,” pungkasnya.

Tongkat Komando Berganti, AKBP Windy Syafutra Siap Jaga Kamtibmas Purworejo

PURWOREJO – Genderang tradisi Pedang Pora menggema di halaman Mapolres Purworejo pada Selasa (13/1), menandai babak baru kepemimpinan kepolisian di wilayah tersebut. AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom. resmi menakhodai Polres Purworejo menggantikan AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si.

Pergantian jabatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Kapolri tertanggal 15 Desember 2025. Prosesi serah terima jabatan (sertijab) sendiri telah dilaksanakan sebelumnya di Mapolda Jawa Tengah pada Senin (12/1), dipimpin langsung oleh Kapolda Jateng.

AKBP Windy Syafutra, yang sebelumnya memiliki rekam jejak mumpuni sebagai Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur, kini memikul amanah besar di “Kota Pejuang”. Sementara itu, AKBP Andry Agustiano yang telah memimpin Polres Purworejo dengan dedikasi tinggi sejak 2024, kini mendapatkan promosi jabatan sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Jawa Tengah.

Rangkaian kegiatan di Mapolres Purworejo dimulai sejak pagi hari dengan prosesi penyambutan Kapolres baru. Suasana khidmat menyelimuti momen tersebut, yang kemudian dilanjutkan dengan apel Laporan Satuan (Lapsat). Dalam apel tersebut, AKBP Andry Agustiano memaparkan situasi wilayah dan progres kerja kepada kapolres baru guna memastikan kesinambungan program kerja Polri.

Di sela-sela sambutannya, AKBP Andry menyampaikan apresiasi mendalam serta permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya. Ia juga memohon doa restu kepada seluruh personel untuk mengemban tugas baru di Polda Jateng.

“Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran anggota Polres Purworejo atas dedikasi dan kerja sama yang luar biasa selama saya menjabat. Tanpa bantuan rekan-rekan sekalian, tugas saya tidak akan berjalan maksimal,” ungkap AKBP Andry penuh haru.

Senada dengan itu, AKBP Windy Syafutra selaku pejabat baru memohon izin untuk bergabung dan meminta dukungan penuh dari seluruh personel dalam menjalankan amanah kedinasannya di Purworejo.

“Sebagai warga baru di Purworejo, saya mohon izin untuk bergabung dan melayani masyarakat di sini. Saya sadar bahwa tugas ke depan tidaklah mudah, maka saya memohon bantuan, dukungan, serta sinergitas dari seluruh personel dan masyarakat. Mari kita teruskan prestasi yang sudah ada dan tingkatkan pengabdian kita demi menjaga keamanan di Purworejo,” tegas AKBP Windy.

Pergantian ini bukan sekadar rotasi rutin, melainkan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk penyegaran serta pembinaan karier personel. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepolisian bagi masyarakat di wilayah hukum Purworejo.