Sambut HUT Bhayangkara ke-79, Polres Purworejo Gelar Bhakti Religi di Tempat Ibadah

Purworejo – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Polres Purworejo melaksanakan kegiatan Bhakti Religi dengan membersihkan area tempat-tempat ibadah di wilayah Purworejo, pada Jumat pagi (13/06/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si.

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan pasukan yang berlangsung di halaman Mapolres Purworejo. Dalam arahannya, Kapolres menyampaikan bahwa Bhakti Religi ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat serta mempererat nilai toleransi antarumat beragama.

“Mari kita sambut HUT Bhayangkara ke-79 ini dengan kegiatan yang positif, bermanfaat, dan semakin mendekatkan diri kita kepada warga serta nilai-nilai spiritual,” ujar Kapolres dalam sambutannya.

Setelah apel, personel Polres dibagi ke empat lokasi tempat ibadah yang berbeda.

  • Tim pertama membersihkan Masjid Agung Purworejo, dipimpin oleh Kasat Lantas AKP Untung Ariyono, S.H., M.H.
  • Tim kedua bertugas di Makam Kauman (belakang Masjid Agung), dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Sutoyo, S.H., M.H.
  • Tim ketiga melakukan pembersihan di Gereja Katolik Santa Maria, dipimpin oleh Kabag SDM AKP Markotib, S.H., M.A.P.
  • Tim keempat melaksanakan kegiatan di Klenteng & Wihara Balegono, dipimpin oleh AKP Setio Raharjo, S.H., M.H.

Menariknya, kegiatan ini tak hanya melibatkan anggota Polri, namun juga menggandeng unsur TNI dan perguruan pencak silat sebagai wujud sinergitas antar lembaga dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan.

Salah satu pengurus rumah ibadah menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polres Purworejo.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Polri. Kegiatan ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan kekhusyukan tempat ibadah kami,” ungkapnya.

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Polres Purworejo terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, termasuk dalam kegiatan sosial dan spiritual.

Kapolres Purworejo: Pelaku Uang Palsu Lakukan 9 Transaksi Lewat Shopee, Total Rp11 Juta Diedarkan

Purworejo, Satreskrim Polres Purworejo Purworejo berhasil mengungkap kasus tindak pidana menyimpan dan mengedarkan serta membelanjakan uang palsu yang dilakukan oleh seorang pria berinisial BWFS,

Dalam konferensi Pers (Kamis,12/06/ 2025) Kapolres Purworejo Akbp Andry Agustiano. S.I.K., M.A.P menjelaskan Kasus ini terungkap pada Selasa (13/5/2025) sekitar pukul 16.30 WIB di Simpang 4 Desa Geparang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Pelaku kedapatan membelanjakan uang palsu di sejumlah toko kelontong di wilayah Purworejo dan Banyumas.

Awal mulanya pelaku menemukan iklan penjualan uang palsu melalui grup Facebook. Pelaku kemudian berkomunikasi dengan akun bernama PIN yang mengarahkannya masuk ke grup WhatsApp bertajuk Elite Global Rezero. Dari sana, pelaku diberi tautan untuk pemesanan yang mengarah ke platform e-commerce Shopee. Kata Kapolres Purworejo.

Tercatat, BWFS telah melakukan 9 kali transaksi pembelian uang palsu dengan total uang asli yang digunakan sebesar Rp 3.800.000, dan memperoleh uang palsu dalam berbagai pecahan hingga total Rp 11.000.000 lebih. Tamnah Kapolres Purworejo.

Dalam perkara ini satreskrim melakukan penyitaan barang bukti berupa: 5 (lima) lembar uang pecahan rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dengan nomor seri jts601460;11 (sebelas) lembar uang pecahan rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dengan nomor seri jts603800; 6 (enam) lembar uang pecahan rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dengan nomor seri jts695836 disita dari pelaku.

1 (satu) lembar uang pecahan rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) dengan nomor seri : cln163999, 6 (enam) lembar uang pecahan rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) dengan nomor seri sbg306763; 3 (tiga) lembar uang pecahan rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) dengan nomor seri sbg306002; 4 (empat)lembar uang pecahan rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) dengan nomor seri eec437921; 1 (satu) lembar uang pecahan rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) dengan nomor seri eec437871; 5 (lima) lembar uang pecahan rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dengan nomor seri mln673489; 5 (lima) lembar uang pecahan rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dengan nomor seri cre342811; 7 (tujuh) lembar uang pecahan rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dengan nomor seri gmp654883; 10 (sepuluh) lembar uang pecahan rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dengan nomor seri mok468196; 1 (satu) bungkus packing paket dengan nomor resi : spxid053256972625, dengan nama penerima karnaen (fajar), dengan nama pengirim rezero collection; 1 (satu) bungkus packing paket dengan nomor resi :spxid056620814135, dengan nama penerima karnaen (fajar), dengan nama pengirim rezero collection. Disita dari saksi-saksi.

Kapolres Purworejo menjelaskan bahwa pelaku diduga melakukan tindak pidana menyimpan dan mengedarkan serta membelanjakan uang palsu sebagai mana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2) jo Pasal 26 ayat (2) dan Pasal 36 ayat (3) jo Pasal 26 ayat (3) UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 50 miliar

Kapolres Purworejo mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap peredaran uang palsu. Jika menemukan aktivitas mencurigakan atau menjadi korban, masyarakat diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Kapolres Purworejo Pimpin Panen Raya Jagung Serentak, Dukung Swasembada Pangan 2025

REVISI

Purworejo – Dalam upaya mendukung program Swasembada Pangan Nasional 2025, Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. memimpin langsung kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Kamis (5/6/2025) pagi.

Kegiatan panen ini menjadi bagian dari agenda nasional yang dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia. Di Purworejo, panen dilaksanakan di lahan seluas 7.500 meter persegi milik Kelompok Tani “Makaryo” yang telah menjalin kerja sama produktif dengan Polres Purworejo.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah pejabat penting, antara lain Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf. Imam Purwoko, S.E., M.H.I., Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Wiyoto Harjono, Kabulog Magelang Muhammad Ikhsa Suradilaga, M.Si., Danramil Kapten Cba. Purwoko, Camat Ngombol Adi Pawoko, S.STP., M.Si., Kapolsek Ngombol AKP Sugiyono, serta para anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar.

Kapolres Purworejo menyampaikan apresiasinya atas sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan kelompok tani yang memungkinkan kegiatan ini berjalan sukses.

Dari hasil panen kali ini, diperkirakan menghasilkan sekitar 6 ton jagung berkualitas, yang sebagian besar akan diolah menjadi bahan pakan ternak dan sebagian lainnya dijual dalam bentuk jagung pipil.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami, bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar AKBP Andry Agustiano.

Ketua Kelompok Tani Makaryo, Bapak Santoso, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran Polres dan semua pihak yang telah terlibat sejak proses penanaman hingga panen.

“Tanpa dukungan keamanan dan motivasi dari aparat, mungkin kami tidak akan sampai pada hasil seperti hari ini,” ucapnya.

Disela kegiatan, juga dilaksanakan Zoom Meeting Panen Jagung Serentak Nasional yang disiarkan langsung dari pusat dan dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia.

Selain panen, dalam agenda tersebut juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri T.654 dengan kapasitas 1.000 ton.

Kegiatan panen raya ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dapat memberikan kontribusi besar terhadap program ketahanan pangan Indonesia.

Kapolres Purworejo Serahkan Hewan Kurban kepada Masyarakat, Wujud Kepedulian di Hari Raya Idul Adha

Purworejo – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. menyerahkan sebanyak 20 ekor hewan kurban kepada masyarakat Kabupaten Purworejo sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi Polri bersama masyarakat.

Sebanyak 18 ekor kambing disalurkan kepada berbagai lembaga keagamaan, yayasan, pondok pesantren, hingga rumah ibadah di wilayah Kabupaten Purworejo. Penerima hewan kurban tersebut di antaranya Takmir Masjid Al Hidayah Kledung Karangdalem, Kemenag Purworejo, Masjid Al Fatih Purwodadi, Mushola Baitul M Loano, Rutan Purworejo, Pondok Pesantren At-Tin Doplang, Yayasan Sosial Umi Kalsum, Mushola Al Mustofa Cangkrep Lor, Mushola Al Ikhlas Talang Gunung Puyuh, Mushola Al Muttaqin Kaliurip, Masjid Bani Suhudi Sucen, Masjid Al Muttaqin Ngrapah, Yayasan Al Fatonah Islamic Center, Mushola Al Barokah Brenggong, Panti Asuhan Danu K, Masjid Al Amin Kalianyes, Panti Sosial Plandi, serta Mushola Baiturrahman.

Sementara itu, dua ekor sapi diserahkan kepada pengurus Masjid Nurul Umam Aspol Vanlaar dan Masjid Al Hikmah di Desa Donorati, Kecamatan Purworejo.

Bahwa hewan kurban kambing tersebut merupakan hasil sumbangan dari personel Polres Purworejo, sedangkan dua ekor sapi merupakan pemberian dari Kapolres Purworejo

“Idul Adha adalah momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Semoga hewan kurban ini membawa manfaat dan berkah bagi para penerima,” ujar Kapolres Purworejo dalam pesannya.

Penyaluran hewan kurban ini menjadi bentuk nyata komitmen Polres Purworejo dalam menjalin sinergi dan mempererat hubungan dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di hari yang penuh berkah.

Kapolres Purworejo Lantik Pejabat Baru, Tekankan Profesionalisme dan Dedikasi

Purworejo – Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., melantik tiga pejabat baru dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung khidmat di halaman Mapolres Purworejo, Selasa pagi (03/06/2025). Acara ini dihadiri oleh para pejabat utama (PJU), seluruh anggota Polres Purworejo, serta ibu-ibu Bhayangkari.

Ketiga pejabat yang dilantik masing-masing adalah AKP Sutikna, yang sebelumnya menjabat Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Kendal, kini resmi menjabat sebagai Kasi Propam Polres Purworejo. Kemudian AKP Subandi, dari jabatan semula sebagai Kasubbagdalops Bagops Polres Purworejo, kini mengemban amanah sebagai Kapolsek Bagelen. Sementara itu, Iptu Damar yang sebelumnya menjabat Wakapolsek Bayan, kini dipercaya sebagai Kapolsek Purwodadi.

Mutasi jabatan ini merupakan bagian dari kebijakan rotasi personel berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jawa Tengah tertanggal 16 Mei 2025.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama menjabat. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme, loyalitas, dan integritas bagi pejabat baru dalam menjalankan tugas di tengah dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks.

“Mutasi adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari pembinaan organisasi. Saya harap para pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri dan memberikan kinerja terbaiknya demi pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP Andry Agustiano.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib, menjadi momen penting bagi kesinambungan kepemimpinan di lingkungan Polres Purworejo.

Seorang Pemuda Ditemukan Meninggal Dunia Gantung Diri, Tim Inafis Polres Purworejo Bergegas Identifikasi

Disclaimer:
Informasi ini hanya untuk tujuan pemberitaan. Jika Anda merasa memiliki masalah serius, bicarakan dengan orang terdekat atau hubungi layanan psikolog untuk mendapatkan bantuan dan motivasi.

Purworejo,- Sebuah tragedi pilu terjadi di Dusun Kedung Wungu, Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, pada Sabtu (31/5/2025) dini hari. Seorang pemuda berinisial DU (28) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di dalam rumahnya.

Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Benar, anggota kami bersama tim medis sudah melakukan pemeriksaan dan olah TKP,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Kejadian tragis ini diketahui sekitar pukul 04.00 WIB saat ibu korban terbangun untuk melaksanakan ibadah salat Tahajud. Saat mencari keberadaan putranya, ia terkejut mendapati DU dalam keadaan tergantung di dalam rumah menggunakan seutas tali plastik warna kuning sepanjang tiga meter. Sontak, ibu korban segera memberitahukan suami dan anak perempuannya, lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Bruno.

Tim gabungan dari Polsek Bruno, Satreskrim Polres Purworejo, Unit Inafis, serta tenaga medis Puskesmas Bruno segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat bekas lilitan tali di leher, serta keluarnya air mani dan kotoran dari tubuh korban.

Tali yang digunakan korban diikatkan dua kali pada leher dengan jarak antara kaki korban ke lantai sekitar 32 cm. Korban memiliki tinggi badan 161 cm.

Dari keterangan keluarga dan hasil penyelidikan awal, korban diduga memiliki masalah keluarga yang cukup berat. Atas musibah ini, pihak keluarga menerima sepenuhnya dan tidak menghendaki dilakukan autopsi maupun tuntutan kepada pihak manapun.

Kapolres Purworejo mengimbau agar setiap warga yang sedang menghadapi persoalan hidup atau tekanan emosional dapat berbagi cerita dan mencari bantuan. “Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan, cobalah untuk terbuka pada teman, keluarga, atau tenaga profesional seperti psikolog. Jangan pernah merasa sendiri,” pesannya.

Kompol Suprihadi, Sosok Polisi Teladan dari Purworejo: Mengabdi, Mengajar, dan Menginspirasi

Purworejo – Di tengah padatnya tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, masih ada sosok polisi yang mampu memberikan inspirasi luar biasa. Sosok itu adalah Kompol Dr. Suprihadi, S.H., M.H., Kabag Perencanaan (Kabag Ren) Polres Purworejo. Bukan hanya berdedikasi dalam tugas kepolisian, ia juga aktif berkontribusi di dunia pendidikan, menjelma menjadi figur Polisi Baik yang nyata di tengah masyarakat.

Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. menyebut Kompol Suprihadi sebagai contoh nyata aparat yang patut dijadikan teladan. “Beliau menjalankan tugas dengan profesional sekaligus konsisten mengembangkan diri. Ini adalah wujud nyata integritas seorang anggota Polri,” ujarnya kepada awak media.

Meski menjabat di bagian perencanaan, Kompol Suprihadi tidak membatasi kiprahnya hanya di balik meja. Ia juga aktif menjalankan fungsi pembinaan masyarakat (binmas). Bersama AKP Markotib, S.H., M.A.P. — yang kala itu menjabat Kasat Samapta — ia kerap menjadi inspektur upacara dan motivator di sekolah-sekolah. Keduanya tak hanya menyampaikan wawasan kebangsaan, tapi juga memberikan penjelasan untuk “Bijak Bermedia” dan “Bijak Berkendara” yang tentunya hal ini sangat penting bagi siswa-siswi usia dini.

Yang lebih menariknya Keduanya juga membuka ruang curhat bagi siswa-siswa yang memiliki masalah, lalu memberikan motivasi dan solusi.

Kompol Suprihadi lahir pada tahun 1967. Meski telah puluhan tahun berdinas, semangat belajarnya tak pernah padam. Ia menyelesaikan S1 di Universitas 17 Agustus Semarang (2017) jurusan Hukum, melanjutkan ke S2 di Universitas Janabadra Yogyakarta (2019), dan meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta pada 2024.

“Motivasi saya mengambil Manajemen Pendidikan adalah untuk menunjang pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam fungsi preemtif dan preventif,” ujarnya saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.

Kini, ia juga dikenal sebagai dosen mata kuliah Kewarganegaraan di STIE Rajawali Purworejo. Baginya, mengajar bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga jembatan untuk mendekatkan polisi dengan generasi muda. “Lewat interaksi dengan mahasiswa, kita bisa memahami dinamika sosial secara lebih dalam, bahkan sebagai masukan intelijen sosial bagi kepolisian,” ungkapnya.

Di tengah gempuran tantangan zaman, Kompol Suprihadi hadir dengan pesan yang kuat kepada para anggota muda Polri: “Jangan pernah berhenti belajar. Waktu terus berjalan, dan kita harus terus berkembang, baik dalam tugas maupun secara pribadi. Berkontribusilah, tidak hanya untuk institusi, tetapi juga untuk masyarakat.”

Kisah Kompol Suprihadi adalah bukti bahwa menjadi anggota Polri bukanlah batasan untuk terus maju. Ia adalah cerminan dari sinergi pengabdian dan pendidikan—wujud nyata Polisi Baik yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menyalakan semangat perubahan dan inspirasi.

Preman Bersenjata Celurit Beraksi di Tiga Lokasi, Polres Purworejo Bertindak Cepat

Purworejo – Polres Purworejo kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui kerja cepat dan terukur, Satgas Gakkum Operasi Aman Candi 2025 berhasil mengungkap kasus premanisme bersenjata yang meresahkan warga di tiga lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Purworejo.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (30/05) siang, Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. menjelaskan bahwa aksi premanisme tersebut terjadi secara beruntun pada Sabtu, 19 April 2025 dini hari, sekitar pukul 03.00 hingga 03.30 WIB. Ketiga lokasi kejadian berada di wilayah Grabag dan Ngombol, yakni:

  1. Kios Angkringan Well Rest Area Pasaranom, Desa Pasaranom, Kec. Grabag.
  2. Kios Buah “Mamak Putri”, Jalan Daendels, Desa Wonoroto, Kec. Ngombol.
  3. Warung Makan “Sukar”, Desa Munggangsari, Kec. Grabag.

Modus operandi pelaku terbilang nekat dan berbahaya. Menggunakan sebilah celurit panjang, pelaku mengancam korban secara langsung dan melakukan kekerasan fisik. Dalam salah satu kejadian, korban bernama Sudir mengalami luka serius akibat perlawanan terhadap pelaku. Ia mengalami luka robek di kepala, perut, dan tangan akibat sabetan senjata tajam.

Pelaku diketahui mendatangi warung dengan sepeda motor bersama seorang rekannya. Satu pelaku turun dan mengalungkan celurit ke leher korban sambil mengancam meminta uang. Setelah berhasil mendapatkan uang tunai sekitar Rp3 juta, pelaku menyerang korban yang mencoba melawan, lalu melarikan diri ke arah barat.

Berbekal laporan masyarakat, keterangan saksi, serta bukti-bukti di lokasi, tim Satgas Gakkum Polres Purworejo bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap. Pelaku diketahui berinisial AEJ, pemuda 18 tahun asal Sidomulyo, Bantul.

“Pelaku melakukan aksinya demi kesenangan pribadi. Ini adalah bentuk premanisme murni yang sangat membahayakan. Namun berkat kerja keras anggota di lapangan, pelaku berhasil kami amankan,” tegas Kapolres.

Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain satu bilah celurit sepanjang 105 cm, satu buah helm hitam bertuliskan “Starcross”, sepasang sandal Ando, satu unit sepeda motor Yamaha Mio plat AA 2116 AJ, satu unit iPhone 11 warna hitam serta sebuah dompet dan uang tunai hasil kejahatan.

Atas perbuatannya, AEJ dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa hak, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, serta subsider Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, dengan ancaman tambahan hukuman 1 tahun.

Kapolres Purworejo mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor jika menjadi korban tindak premanisme atau kejahatan lainnya.

“Kami mengajak seluruh warga untuk aktif melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan. Keamanan wilayah adalah tanggung jawab bersama, dan Polres Purworejo akan selalu hadir di tengah masyarakat,” tutup Kapolres.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Polres Purworejo sigap dan tidak mentolerir segala bentuk tindakan premanisme di wilayah hukumnya.

Polres Purworejo Bongkar Praktik Premanisme Berkedok Koperasi: Tindas Warga Demi Tagih Hutang

PURWOREJO – Polres Purworejo berhasil mengungkap aksi premanisme yang meresahkan masyarakat, berkedok koperasi simpan pinjam. Empat orang pelaku ditangkap setelah terbukti melakukan kekerasan secara bersama-sama dalam penagihan hutang yang tidak manusiawi.

Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers pada Rabu (28/5/2025) pagi di Lobby Mapolres Purworejo.

“Kami tidak mentolerir segala bentuk tindakan kekerasan atau intimidasi atas nama penagihan hutang. Ini murni premanisme dan kami tindak tegas,” tegas Kapolres.

Aksi kekerasan tersebut terjadi pada Minggu (4/5/2025) sekitar pukul 15.00 WIB di rumah warga bernama Tukirin, Dusun Sibentar, Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Korban utama dalam peristiwa ini adalah Sdri. Ria Andori Mayda, yang saat itu didatangi oleh sekelompok orang karena masalah hutang sebesar Rp600.000,-.

Namun, alih-alih menagih secara wajar, para pelaku yang merupakan bagian dari koperasi ilegal bernama KSP DJS (Dwi Jaya Sebrakan) melakukan penganiayaan, ancaman, dan kekerasan terhadap korban agar membayar hutang yang dibengkakkan menjadi Rp7.000.000,-.

Tersangka utama, DNS (29) dan MH (39), membentak, mendorong, bahkan memukul korban. Kekerasan juga dialami oleh saksi lain, Sdr. Sutopo, yang mencoba melerai namun justru dicekik dan diinjak hingga mengalami luka.

Para pelaku ditangkap oleh Satgas Gakkum Ops Aman Candi 2025 dan saat ini mendekam di Rutan Polres Purworejo. Total ada empat tersangka yang diamankan:

  1. DNS (29), warga Yogyakarta
  2. MH (39), warga Purwokerto
  3. DH (19), warga Purworejo
  4. DP (37), warga Purworejo, selaku pimpinan KSP DJS

Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti helm pecah, kuitansi pembayaran, surat kesepakatan, pakaian pelaku, hingga satu unit mobil Daihatsu Xenia yang digunakan saat aksi penagihan.

Kapolres menjelaskan bahwa para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara.

Lebih lanjut, Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor jika mengalami atau mengetahui praktik serupa.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut bersuara. Premanisme, apapun bentuknya, harus dilawan bersama,” pungkas Kapolres Andry.

Kapolres Purworejo Lepas 10 Bintara Remaja Asli Papua Usai Menuntaskan Magang

Purworejo – Suasana haru dan penuh makna menyelimuti Halaman Upacara Mapolres Purworejo pada Jumat siang (23/05), saat Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. secara resmi melepas 10 Bintara Remaja asli Papua yang telah menyelesaikan kegiatan magang selama lebih dari lima bulan di lingkungan Polres Purworejo.

Kegiatan pelepasan ini diikuti oleh seluruh personel Polres Purworejo, baik anggota Polri maupun PNS Polri. Upacara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, menandai berakhirnya masa magang yang dimulai sejak 18 Desember 2024 hingga 23 Mei 2025.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo menyampaikan bahwa hari pelepasan ini merupakan momen istimewa, tidak hanya bagi para Bintara, tetapi juga bagi keluarga besar Polres Purworejo.

“Hari ini adalah hari yang spesial bagi kita semua, terutama bagi 10 adik-adik Bintara Remaja asli Papua karena mereka akan kembali ke kampung halaman, ke tanah kelahiran mereka,” ujar Kapolres.

Lebih jauh, AKBP Andry Agustiano menekankan pentingnya mengambil semua ilmu dan pengalaman positif selama masa magang di Polres Purworejo. Ia berpesan agar para Bintara tetap menjaga integritas dan disiplin, terlebih saat mereka nanti bertugas di lingkungan yang melibatkan lebih banyak instansi dan pihak terkait.

“Ambillah ilmu dan pengalaman yang baik-baik selama di sini. Jika melihat contoh yang kurang baik dalam kedinasan, jangan dibawa pulang ke Papua. Jadilah polisi yang menjaga kehormatan diri, institusi, dan masyarakat,” pesannya.

Selama masa magang, ke-10 Bintara remaja asli Papua ini telah mengikuti rotasi tugas di berbagai fungsi seperti Reskrim, Intelkam, Lantas, Binmas, dan Sabhara. Mereka dilatih untuk memahami dinamika pelaksanaan tugas kepolisian secara nyata dan menyeluruh.

Mewakili rekan-rekannya, Bripda Ayomi menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Kapolres, para pejabat utama, dan seluruh anggota Polres Purworejo atas bimbingan, ilmu, dan sambutan hangat selama menjalani masa magang.

“Saya mungkin orang yang paling ingin pulang ketika pertama kali datang ke Purworejo. Tapi hari ini, saya adalah orang yang paling berat untuk pergi,” ujar Ayomi dengan mata berkaca-kaca.

Ia menambahkan bahwa keramahan personel Polres dan masyarakat Purworejo telah membuat mereka merasa diterima dan dihargai seperti keluarga sendiri.

“Kami merasa berat meninggalkan Kabupaten Purworejo karena karakter masyarakat dan anggota Polres yang begitu ramah dan baik hati,” lanjutnya.

Setelah pelepasan ini, para Bintara akan diarahkan ke Polda Jawa Tengah untuk mengikuti pelatihan lanjutan selama satu minggu, sebelum mereka kembali ke tanah Papua untuk melanjutkan pengabdian sebagai anggota Polri.

Upacara pelepasan ini ditutup dengan suasana mengharukan, penuh pelukan dan air mata perpisahan. Kapolres Purworejo kembali menegaskan pesan moralnya kepada para Bintara:

“Jadilah pelayan masyarakat yang membawa kedamaian. Di pundak kalian ada harapan bangsa dan rakyat Papua. Kami bangga pernah menjadi bagian dari perjalanan kalian.”

Selamat jalan dan selamat bertugas, Bintara Remaja Papua. Jejak kalian akan selalu menjadi kebanggaan Polres Purworejo.