Mudik Aman, Keluarga Bahagia: Polres Purworejo Luncurkan Operasi Ketupat Candi 2026 dengan Inovasi Memanjakan Pemudik

PURWOREJO – Semangat pelayanan kemanusiaan terlihat di depan Kantor Setda Kabupaten Purworejo pada Kamis (12/03) sore. Melalui Apel Gelar Pasukan, Polres Purworejo secara resmi dimulai Operasi Terpusat “Ketupat Candi 2026” sebagai langkah nyata menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat menyambut Idul Fitri 1447 H.

Apel ini dipimpin langsung oleh “3 Pilar” kekuatan Kabupaten Purworejo, yakni Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H., Komandan Kodim 0708 Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, dan Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra. Kehadiran mereka menegaskan bahwa sinergi lintas sektoral menjadi kunci utama suksesnya pengamanan mudik tahun ini.

Operasi yang berlangsung selama 13 hari (13–25 Maret 2026) ini melibatkan 456 personel kepolisian yang didukung penuh oleh instansi terkait. Untuk memastikan mobilitas warga berjalan lancar, petugas akan disiagakan di 9 titik strategis, mulai dari Pos Pengamanan (Pospam) Ketawang, Nampu, Pasar Krendetan, Plaza, Maron hingga Pos Terpadu Kutoarjo dan Pos Pelayanan di Terminal serta Stasiun.

Selain kesiapan fisik di lapangan, mudik tahun ini semakin dimudahkan dengan inovasi digital dari Kapolda Jateng. Bagi masyarakat yang menghadapi kendala selama perjalanan, baik pada arus mudik maupun balik, kini tersedia layanan Chatboot Si Polan Polda Jawa Tengah.

Masyarakat dapat mengakses bantuan secara cepat melalui barkode Chatboot Si Polan atau nomor WhatsApp 0877-110-110-10 yang akan mendampingi para pemudik selama perjalanan dari daerah asal sampai tujuannya di wilayah Jawa Tengah. Layanan ini dirancang sebagai layanan pemberi informasi digital yang responsif bagi siapa saja atau pemudik yang membutuhkan bantuan kepolisian di wilayah Jawa Tengah.

Inovasi “Projo” yang Memanjakan Masyarakat
Tak hanya Polda Jateng yang berbeda pada Operasi Ketupat tahun ini. Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, mengungkapkan bahwa pihaknya meluncurkan sederet inovasi unik demi memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik.

“Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlayani dengan maksimal. Ada beberapa inovasi yang kami siapkan di titik-titik pengamanan,” ungkap Kapolres.

Beberapa layanan unggulan tersebut di antaranya adalah Projo-Bengkel Mobile untuk kendala teknis kendaraan, Projo-BBM Delivery bagi pemudik yang kehabisan bahan bakar di tengah jalan, hingga Projo-Medis yang menyediakan cek kesehatan gratis. Bahkan, bagi pemudik yang ingin beristirahat, tersedia fasilitas mewah seperti kursi pijat otomatis, ruangan ber-AC, kopi dan mie instan gratis melalui layanan Projo-Kopimie.

Tak hanya itu, Polres Purworejo juga membuka Garasi Projo guna menitipkan Mobil dan Motor Gratis bagi warga yang hendak mudik namun khawatir meninggalkan kendaraannya di rumah.

Dalam sambutannya, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti menekankan bahwa operasi ini adalah operasi kemanusiaan. Beliau berpesan agar seluruh petugas mengedepankan tanggung jawab dan empati dalam bertugas.

“Mari kita berikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Pastikan setiap warga bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat,” tutur Bupati.

Sebagai komitmen menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat, usai apel digelar, jajaran Forkopimda langsung melaksanakan pemusnahan barang bukti minuman keras (miras). Sebanyak 4.416 botol berbagai jenis, mulai dari ciu hingga wisky, dimusnahkan.

Ribuan botol miras tersebut merupakan hasil sitaan Operasi Pekat 2026 yang dilakukan secara intensif oleh Polres Purworejo sebelum memasuki bulan Ramadan. Langkah tegas ini diambil untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa lebaran.

Dengan kesiapan personel dan inovasi layanan yang tersedia, Kabupaten Purworejo siap menyambut para pemudik dengan semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.

Polres Purworejo Laksanakan Penanaman Jagung Serentak Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

PURWOREJO — Polres Purworejo melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I pada Sabtu (7/3/2026) pukul 15.30 WIB di lahan bengkok Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penanaman jagung serentak yang digelar oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional. Secara nasional, kegiatan tersebut dipusatkan di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, dan dipimpin langsung oleh Listyo Sigit Prabowo. Seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui Zoom Meeting.

Di Kabupaten Purworejo, penanaman jagung dilakukan di lahan pertanian seluas sekitar 2 hektare dengan menggunakan bibit jagung jenis Bisi 2.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom, Bupati Purworejo yang diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., Camat Bayan Yeni Astuti, Kepala Desa Kalimiru Agung, S.P., serta perwakilan kelompok tani Desa Kalimiru.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Penanaman jagung ini diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Purworejo,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Purworejo bersama pemerintah daerah dan kelompok tani berkomitmen untuk terus bersinergi dalam meningkatkan produksi pertanian sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Melalui Among Wargo, Polres Purworejo Berikan Sembako dan Cek Kesehatan Gratis

PURWOREJO — Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom melaksanakan kegiatan Among Wargo dengan menyalurkan bantuan sosial kepada warga lanjut usia di RT 06 RW 02 Dukuh Sidan, Desa Sokowaten, Kecamatan Banyuurip, Rabu (4/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Purworejo memberikan bantuan sembako kepada Mbah Sari (70), seorang lansia yang hidup seorang diri tanpa suami dan anak.

Diketahui, Mbah Sari selama ini tinggal di sebuah gubuk sederhana. Untuk kebutuhan makan dan sehari-hari, ia dibantu oleh Samin, yang merupakan anak dari kakak Mbah Sari.

Kepala Desa Sokowaten, Among Prasyto, bersama warga sebelumnya telah mengupayakan pembangunan rumah layak huni melalui program bedah rumah pemerintah pada tahun 2019. Namun demikian, setelah rumah selesai dibangun, Mbah Sari diketahui lebih memilih beristirahat di gubuk yang berada di samping rumah tersebut.

Pemerintah desa bersama pihak keluarga juga telah mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan bagi Mbah Sari sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatannya.

Selain penyaluran bantuan sosial, Polres Purworejo juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada Mbah Sari serta warga sekitar lokasi kegiatan.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menyampaikan bahwa kegiatan bantuan sosial dan layanan kesehatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi Mbah Sari maupun masyarakat sekitar.

“Kami berharap bantuan sosial dan pemeriksaan kesehatan ini dapat membantu dan bermanfaat bagi Mbah Sari serta warga di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Melalui kegiatan Among Wargo ini, Polres Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan peduli terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan perhatian. Pungkasnya

Sinergi Polri dan ESI: Turnamen MLBB Polres Purworejo Jadi Wadah Energi Positif Gen Z

PURWOREJO – Gemuruh sorak sorai pendukung memecah keheningan Ruang Auditorium Polres Purworejo pada Senin (2/3) sore. Bukan karena adanya aksi unjuk rasa, melainkan ketegangan perebutan takhta tertinggi dalam ajang Kapolres Purworejo Championship 2026 Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).

Setelah menyisihkan tim-tim tangguh di babak 8 besar seperti Last Chill, Pria Solo, North 7R, Dumplings Esport, La Fafifu, dan Keluarga Kelpan, partai puncak akhirnya mempertemukan dua raksasa lokal: Petualang Reborn melawan Evos ROR.

Dalam pertandingan yang sarat strategi dan mekanik tinggi, tim Petualang Reborn yang digawangi oleh Raul (20), Yoga (19), Yusuf (18), Zidan (22), dan Alca (22) berhasil keluar sebagai juara pertama. Mereka disusul oleh Evos ROR di posisi kedua dan Pria Solo yang mengamankan tempat ketiga.

Juara I Petualang Reborn mendapatkan Rp. 4.000.000 + 15.000 Diamond (3.000/Player) + Trophy + Certificate, Juara II Evos ROR mendapatkan Rp. 3.000.000 + 10.000 Diamond (2.000/Player) + Trophy + Certificate, Juara III Pria Solo mendapatkan Rp. 2.000.000 + 5.000 Diamond (1000/Player) + Trophy + Certificate, sedangkan Juara IV – VIII mendapatkan 12.500 Diamond (500/Player).

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, yang memimpin langsung upacara penutupan, menyampaikan apresiasi mendalam atas sportivitas para peserta. Menurutnya, ajang ini adalah bukti nyata bahwa pemuda Purworejo memiliki saluran energi yang tepat.

“Inilah bukti bahwa generasi muda kita memiliki energi positif. Mereka tidak menyalurkannya untuk hal negatif seperti tawuran, perang sarung, balap liar, apalagi main petasan. Mereka berprestasi di sini,” tegas AKBP Windy Syafutra di hadapan para atlet.

Lebih lanjut, Kapolres membocorkan bahwa perjuangan para pemenang belum berakhir. Bila ada event lanjutan Juara 1, 2, dan 3 akan menjadi delegasi Polres atau kabupaten Purworejo untuk bertarung di ajang bergengsi ditingkat provinsi yang akan datang.

Senada dengan hal tersebut, Ketua ESI Purworejo, Roni Sumhastomo, didampingi Dewan Pembina ESI, Nanang Agus Gutomo, memuji langkah progresif Polres Purworejo. ia berharap kolaborasi ini tetap konsisten untuk mendukung ekosistem esports di wilayah tersebut.

Raul (20), kapten tim Petualang Reborn, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya saat mengangkat trofi. Dengan total hadiah senilai Rp4.000.000 dan 15.000 Diamond yang diperebutkan, kemenangan ini menjadi suntikan motivasi bagi komunitasnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres. Harapan kami, esports di Purworejo semakin berkembang dan Polres sesering mungkin mengadakan event keren seperti ini,” pungkas Raul.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara PJU Polres Purworejo, pengurus ESI, dan seluruh peserta, menandai suksesnya transformasi Auditorium Polres menjadi arena prestasi digital bagi masa depan Purworejo.

Gantikan Perang Sarung dengan Adu Strategi, Kapolres Purworejo Buka Turnamen MLBB Berhadiah Jutaan Rupiah

PURWOREJO – Ruang Auditorium Polres Purworejo mendadak berubah menjadi arena pertempuran digital yang sengit. Ratusan pemuda tampak fokus menatap layar gawai mereka dalam gelaran Kapolres Purworejo E-Sport Championship 2026, sebuah turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang resmi dibuka pada Minggu (01/03) pagi.

Acara yang mengusung tagline “Ramadhan Sportif, Battle di Game Bukan di Jalanan” ini dimulai pukul 08.00 WIB dengan proses registrasi peserta. Suasana semakin khidmat saat Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, memimpin langsung upacara pembukaan didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Purworejo. Turut hadir memberikan dukungan, Ketua KONI Kabupaten Purworejo R.M. Abdullah, S.E., S.H., M.AP., serta Ketua ESI Purworejo, Roni Sumhastomo, S.E.

Ketua ESI Purworejo, Roni Sumhastomo, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar ajang main bareng (mabar).

“Melalui momentum bersejarah ini, kami membangun satu jaringan kolaboratif yang kuat untuk mengembangkan kemampuan E-Sport di Kabupaten Purworejo. Kami membantu karier dan meningkatkan skill generasi muda di bidang E-Sports,” tegasnya.

Antusiasme peserta tergolong luar biasa. Tercatat sebanyak 860 peserta yang terbagi dalam 172 tim mendaftar untuk ajang ini. Meski demikian, karena seleksi teknis, sebanyak 156 tim atau 780 peserta dari kalangan pelajar SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa resmi berlaga menggunakan sistem gugur.

Dalam sambutannya, AKBP Windy Syafutra memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta. Ia menekankan bahwa energi besar anak muda harus disalurkan ke arah yang produktif.

“Polres Purworejo menghadirkan ruang yang positif, kreatif, dan produktif bagi generasi muda di Kabupaten Purworejo. Kami mengarahkan energi, adrenalin, dan semangat kompetisi kalian ke tempat yang tepat. Silakan adu strategi dan adu skill di dalam game – bukan di jalan raya,” pesan Kapolres.

Turnamen yang berlangsung selama dua hari (1-2 Maret 2026) ini memperebutkan total hadiah uang tunai Rp9.000.000 dan total 42.500 Diamond. Juara pertama akan membawa pulang hadiah fantastis sebesar Rp4.000.000, 15.000 Diamond, trofi, serta sertifikat penghargaan.

Sebelum bertanding, suasana sempat bergetar saat seluruh peserta serentak mengucapkan deklarasi anti-kekerasan. Mereka berkomitmen menolak tawuran, perang sarung, balap liar, hingga petasan, demi mewujudkan generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia. Babak semifinal dan final dijadwalkan akan memuncak pada Senin (02/03) di lokasi yang sama.

Wujud Kepedulian Ramadan, Kapolres Purworejo Berbagi Kebahagiaan dan Bingkisan dengan Anak Yatim

Purworejo, — Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menggelar kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama anak yatim, wartawan, serta pegiat media sosial di Mapolres Purworejo, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Mapolres Purworejo. Aksi sosial ini menyasar masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Setelah itu, Kapolres bersama jajaran melanjutkan kegiatan buka puasa bersama yang diikuti sebanyak 20 anak yatim. Dalam kesempatan tersebut, para anak yatim juga menerima bingkisan sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, AKBP Windy Syafutra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polres Purworejo kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim, sekaligus mempererat sinergi dengan insan pers dan pegiat media sosial di Kabupaten Purworejo.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan Polres Purworejo dengan masyarakat. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua di bulan Ramadan,” ungkap Kapolres.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan sekaligus mempererat kebersamaan dengan rekan-rekan media dan masyarakat, khususnya anak-anak yatim,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat kepedulian sosial Polres Purworejo di tengah masyarakat.

Ia juga berharap momentum Ramadan dapat semakin memperkuat hubungan harmonis antara Polri, media, dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Purworejo.

Sinergi Polres Purworejo bersama Stakeholder Kabupatwn Purworejo: Jembatan Merah Putih Hadir untuk Mobilitas Petani Kebon Gunung

PURWOREJO – Harapan masyarakat Dusun Sembuh, Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano untuk memiliki jembatan sebagai akses penyeberangan yang layak kini mulai menemui titik terang. Polres Purworejo secara resmi memulai pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang ditandai dengan prosesi doa bersama dan peletakan batu pertama, Rabu (18/02/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, didampingi Sekda Kabupaten Purworejo, Suranto, S.Sos., ST., MAP., serta dihadiri oleh jajaran PJU Polres Purworejo dan tokoh masyarakat setempat.

Jembatan ini nantinya akan berfungsi sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) yang sangat krusial bagi mobilitas warga. Sebelumnya, akses di wilayah tersebut hanya mengandalkan jembatan darurat dari bambu yang seringkali hanyut diterjang banjir, sehingga menyulitkan petani dalam mengangkut hasil panen.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Polri menginisiasi pembangunan jembatan ini untuk membantu masyarakat. Kami menggandeng berbagai stakeholder dan rekanan agar pembangunan ini dapat terealisasi. Harapannya, jembatan ini mempermudah mobilitas alat mesin pertanian (alsintan) serta mempercepat distribusi sarana produksi dan hasil panen warga,” ujar Kapolres.

Apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Purworejo. Sekda Suranto menyampaikan bahwa program ini selaras dengan program Kapolri yang bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Kebon Gunung, Fatah Kusumo Handogo, S.E., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Polres Purworejo.

“Dulu kami hanya punya jembatan bambu yang terbawa banjir. Dengan adanya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini, para petani kami akan sangat terbantu dalam mengangkut hasil tani mereka,” ungkapnya haru.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut diisi dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Al Amin. Puncak acara ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolres dan Sekda sebagai simbol dimulainya pembangunan fisik jembatan.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif, menandai langkah awal peningkatan ekonomi berbasis pertanian di wilayah Kecamatan Loano melalui infrastruktur yang lebih mumpuni.

Ubah Lahan Tidur Jadi Produktif, Polres Purworejo Tanam Puluhan Pohon Durian

Purworejo,- Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, memimpin kegiatan penanaman pohon di lingkungan Mapolsek Purwodadi, Jumat (13/2/2026) sore.

Kegiatan yang diikuti seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Purworejo ini merupakan upaya penghijauan sekaligus pemanfaatan lahan pekarangan yang belum optimal.

Kapolres menjelaskan bahwa halaman belakang Polsek Purwodadi dinilai cukup luas namun belum tertata dengan baik. Karena itu, jajaran Polres melakukan pembersihan area sekaligus penanaman pohon durian.

“Kami menanam sekitar 30 pohon durian dari sisi belakang hingga depan. Pohon ini tidak hanya memberi penghijauan, tetapi ke depan buahnya juga dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis bagi anggota,” jelas AKBP Windy Syafutra.

Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto terkait penghijauan dan gerakan Indonesia Asri, yang mendorong pemanfaatan pekarangan untuk keindahan, kebersihan, serta ketahanan lingkungan.

Program serupa direncanakan diterapkan di polsek lain di wilayah Purworejo, menyesuaikan ketersediaan lahan.

Saat ini, beberapa polsek masih menempati lahan milik pemerintah daerah maupun desa sehingga pengembangan fasilitas menunggu pengadaan lahan permanen.

Perawatan tanaman akan dilakukan secara rutin oleh anggota Polsek, baik saat piket maupun sebelum jam kerja, bersamaan dengan kegiatan kebersihan lingkungan.

Selain penghijauan, Polres Purworejo juga aktif mendukung program ketahanan pangan melalui penanaman jagung di wilayah Purworejo. Upaya ini diharapkan membantu memenuhi target pemerintah daerah pada triwulan pertama tahun ini.

Kapolres menambahkan, kondisi wilayah Purworejo yang masih hijau dan kondusif menjadi potensi besar dalam mendukung program penghijauan dan ketahanan pangan.

“Wilayah Purworejo masih asri, masyarakatnya ramah, dan situasi kamtibmas relatif kondusif. Ini menjadi modal penting untuk menjaga sinergi antara kepolisian dan masyarakat,” ujarnya.

Meski Sempat Tegang di Menit Akhir, Pengamanan Berlapis Polres Purworejo Sukses Kawal Semifinal Liga 4

PURWOREJO – Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menerapkan skema pengamanan ekstra ketat dalam laga Semifinal Leg 1 Liga 4 yang mempertemukan Persak Kebumen melawan PSIR Rembang di Stadion Sarwo Edi Wibowo, Senin (09/02) sore. Langkah “siaga penuh” ini diambil guna menjamin kondusivitas pertandingan di tengah rivalitas tinggi kedua klub.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, memimpin langsung jalannya pengamanan. Meski regulasi melarang kehadiran suporter tamu (away), pihak kepolisian tidak ingin meremehkan situasi. Sebanyak ratusan personel gabungan diterjunkan, termasuk bantuan kendali operasi (BKO) dari satu peleton Kodim 0708/Purworejo, Dalmas Polres Magelang, Wonosobo, Kebumen, hingga Brimob Kutoarjo dan satu regu Damkar.

“Kami menurunkan kekuatan penuh sesuai SOP pengamanan sepak bola. Pengamanan dibagi dalam beberapa ring, mulai dari jalur raya untuk mengurai kemacetan, pintu masuk stadion untuk sterilisasi benda berbahaya seperti sajam dan alkohol, hingga area nobar di Terminal Lama Purworejo bagi suporter yang tidak tertampung di stadion karena kapasitas hanya -/+ 500 bangku,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Tambahnya, personel kepolisian juga ada yang bertugas di perbatasan Mergoyoso (Purworejo-Magelang) melakukan penyekatan terhadap potensi kedatangan suporter PSIR Rembang guna menghindari bentrokan antar basis pendukung. Sedangkan, untuk keamanan di dalam stadion dilakukan oleh Steward stadion yang disediakan oleh panitia penyelenggara.

Pertandingan sendiri berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan pukul 15.00 WIB. Persak Kebumen sempat memimpin 1-0 di babak pertama melalui titik putih. Namun, PSIR Rembang berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua.

Tensi memuncak menjelang akhir laga saat wasit menganulir gol PSIR Rembang dan mengganjar pemain tamu dengan kartu merah akibat protes berlebihan. Pasca insiden kartu merah, suporter Kebumen menganggap bahwa Pemain PSIR Rembang mengulur waktu dan hal ini memicu emosi suporter Kebumen yang berujung pada aksi pelemparan plastik berisi air ke arah bangku cadangan official PSIR Rembang.

Beruntung, kesiapsiagaan petugas keamanan di pinggir lapangan berhasil meredam ketegangan tersebut dengan cepat. Pertandingan pun dapat dilanjutkan hingga usai dengan skor akhir 1-1.

Pasca laga, aparat tidak langsung membubarkan diri. Polisi melakukan pengawalan ketat terhadap rombongan suporter Persak Kebumen hingga ke perbatasan wilayah Kebumen untuk memastikan tidak ada aksi anarkis di perjalanan.

Di akhir kegiatan, AKBP Windy menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada para pemain yang menjunjung sportivitas, suporter yang tetap tertib, serta seluruh personel keamanan yang berhasil menjaga marwah pertandingan ini hingga berjalan aman dan kondusif,” tutupnya.

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung

JAKARTA – Jumat, 6 Februari 2026, Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mememperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.

Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.

“Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi” Ujar Brigjen Langgeng.

Di sisi hulu, Polri hadir sebagai jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satu implementasi nyatanya terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung.

Danang Andi Wijanarko selaku senior vice president BRI dalam paparannya mewakili dari Himbara menyampaikan bahwa BRI sendiri pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai 180T rupiah untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung.

Tidak hanya urusan modal, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani dengan menjaga stabilitas harga. Polri memastikan hasil panen petani tidak terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah. Sebagai solusinya, Polri menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga lebih baik.

Pelaksanaan pengadaan jagung tahun 2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026 dengan harga 6.400 Rupiah per Kilogram.

“Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog.” Ujar Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi program ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia.