Polres Purworejo Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pria di Kedungsari

PURWOREJO – Personel kepolisian dari Polres Purworejo dan Polsek Purworejo bergerak cepat melakukan penanganan pasca-menerima laporan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam rumahnya, di Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo, pada Kamis (11/6/2026) siang.

Korban diketahui bernama RM (56), seorang warga Kelurahan Kedungsari. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga bersama warga sekitar pada Kamis pagi sekira pukul 11.15 WIB di area dapur rumah setempat.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafuta, melalui Kapolsek Purworejo AKP Bruyi Rohman Warsito, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel gabungan, termasuk Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Purworejo dan tenaga medis dari Puskesmas Purworejo, begitu menerima laporan dari warga.

“Kami langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP bersama Unit Inafis serta tim medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKP Bruyi Rohman Warsito saat memberikan keterangan, Kamis (11/6).

Peristiwa pilu ini bermula pada Rabu (10/6) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Salah seorang saksi, Kristina Yuliani, yang baru saja pulang bekerja, mencium aroma tidak sedap saat melintas di samping rumah korban.

Keesokan harinya, Kamis (11/6) sekitar pukul 09.00 WIB, Kristina menceritakan hal tersebut kepada kakak kandung korban dan keponakan korban, lantaran sumber bau menyengat itu berasal dari arah rumah yang juga dihuni oleh ibu kandung mereka, Bu Semi.

Curiga karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas, pihak keluarga bersama warga sekitar memutuskan untuk membuka rumah tersebut. Saat memeriksa bagian dalam rumah, warga mendapati Robert sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang di dapur.

Diketahui, almarhum selama ini belum berkeluarga dan tinggal berdua bersama ibunya, Bu Semi, yang saat ini juga sedang dalam kondisi sakit keras sehingga tidak dapat beraktivitas.

Dari hasil olah TKP dan koordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Purworejo, diperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar lima hari sebelum ditemukan. Polisi menyatakan tidak menemukan barang-barang mencurigakan di sekitar lokasi, sehingga dugaan awal mengarah pada faktor kesehatan (sakit).

“Dugaan sementara, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa ini. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya,” tambah Kapolsek.

Pihak keluarga yang diwakili oleh keponakan korban menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai sebuah musibah. Pihak keluarga juga secara resmi menyatakan keberatan untuk dilakukan tindakan otopsi terhadap jenazah RM (56).

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai pada pukul 12.30 WIB, kepolisian langsung menyerahkan jenazah almarhum kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman secara layak.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purworejo Gelar Aksi Donor Darah Sinergis, Jaring 125 Kantong Darah

PURWOREJO – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menggelar kegiatan sosial donor darah yang berlangsung khidmat dan humanis di Auditorium Tri Brata Mapolres Purworejo, Rabu (10/06/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB ini dibuka langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra. Menggandeng Tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Purworejo serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo, aksi kemanusiaan ini berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah untuk membantu ketersediaan stok darah di wilayah Purworejo.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa donor darah ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap aspek kesehatan masyarakat.

“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin memberikan kontribusi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setetes darah yang kita donasikan hari ini adalah harapan besar bagi keselamatan sesama,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Pantauan di lokasi menunjukkan tingginya sinergisitas antar-instansi. Aksi ini tidak hanya diikuti oleh internal Polres Purworejo dan Bhayangkari, namun juga melibatkan jajaran TNI dari Kodim 0708 Purworejo, Yonif Mekanis Raider 412/BES, Satbrimob Kutoarjo, hingga elemen masyarakat umum.

Dari total 144 peserta yang mendaftarkan diri, sebanyak 125 orang dinyatakan memenuhi syarat medis untuk mendonorkan darahnya setelah melalui skrining ketat. Adapun rincian perolehan kantong darah berdasarkan golongan darah adalah: Golongan A sebanyak 30 kantong, Golongan O sebanyak 49 kantong, Golongan B sebanyak 34 kantong, dan Golongan AB sebanyak 12 kantong. Sisa peserta lainnya terpaksa ditunda karena faktor teknis medis seperti kendala hemoglobin (Hb) maupun tekanan darah.

Wujud Nyata Sinergitas, Polres Purworejo Serahkan Jembatan Merah Putih Presisi untuk Petani Desa Kebongunung

PURWOREJO – Komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan oleh Polres Purworejo. Pada Kamis pagi (04/06/2026), Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, meresmikan langsung Jembatan Merah Putih Presisi yang berlokasi di Dusun Sembuh, Desa Kebongunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Kegiatan yang ini turut dihadiri oleh Waka Polres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Purworejo, Kapolsek Loano IPTU Utomo, serta Kepala Desa Kebongunung Fatah Kusumo Handogo, S.E.

Jembatan sepanjang 18 meter (total konstruksi 23 meter) dengan lebar 1,5 meter ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan urat nadi ekonomi bagi warga. Jembatan ini menghubungkan jalan utama menuju lahan pertanian warga serta akses penghubung ke Desa Maron.

Kehadiran jembatan ini membawa dampak signifikan bagi mobilitas warga, antara lain :

  • Estimasi Penerima Manfaat: 60 KK atau sekitar 150 jiwa.
  • Efisiensi Waktu: Memangkas waktu tempuh hingga 20 – 25 menit.
  • Jarak Tempuh: Kini hanya memerlukan waktu 15 – 20 menit untuk akses antarwilayah.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan bahwa pembangunan kembali jembatan yang sempat hanyut ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Kepolisian bersama TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Jembatan ini adalah simbol kerja sama dan persatuan kita. Melalui komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, kita berhasil membangun kembali sarana yang sangat dibutuhkan ini secara gotong royong. Kami serahkan jembatan ini kepada Pemerintah Desa Kebongunung untuk dirawat dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemaslahatan warga,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Kapolres juga menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) yang terintegrasi dengan jembatan tersebut guna memperkuat sektor pertanian lokal.

Kepala Desa Kebongunung, Fatah Kusumo Handogo, S.E., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran Polres Purworejo. Menurutnya, pembangunan jembatan ini adalah jawaban atas kesulitan yang selama ini dihadapi petani yang memiliki lahan di seberang sungai.

“Kami sangat berterima kasih. Jembatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami, khususnya di bidang pertanian dan sebagai akses penghubung ke Desa Maron. Semoga Polres Purworejo sukses selalu dalam mengayomi masyarakat,” tuturnya.

Acara peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Kapolres Purworejo bersama Kepala Desa dan perwakilan tokoh masyarakat setempat yang diawali dengan doa untuk mendapatkan manfaat dan berkah. Dengan beroperasinya Jembatan Merah Putih Presisi ini, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Loano semakin kokoh seiring dengan lancarnya jalur distribusi hasil pertanian.