Kapolres Purworejo Tanggapi Aksi Unjuk Rasa Supir Truk ODOL: Tak Ada Penilangan, Utamakan Keselamatan

Purworejo – Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. memberikan pernyataan resmi melalui kegiatan doorstop usai memimpin Upacara Ziarah Rombongan dan Tabur Bunga dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 di Taman Makam Pahlawan Projo Handokoloyo Purworejo, Senin (23/06) pagi.

Dalam pernyataannya, Kapolres menanggapi isu hangat terkait rencana aksi unjuk rasa oleh para sopir truk terkait kebijakan Over Dimension Over Loading (ODOL). Ia memastikan bahwa situasi di wilayah Kabupaten Purworejo saat ini dalam keadaan aman dan kondusif.

“Kami dari Polres Purworejo tidak akan melakukan penghentian terhadap sopir truk yang akan mengikuti unjuk rasa. Selain itu, tidak akan ada penilangan terhadap mereka, baik saat hendak berangkat maupun setelah kegiatan berlangsung,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut, AKBP Andry Agustiano mengimbau agar para sopir truk tetap menjaga keselamatan dalam berkendara, baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Semoga kegiatan unjuk rasa ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. Keselamatan adalah hal utama,” tambahnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Polres Purworejo mendukung kebebasan berpendapat masyarakat, selama tetap dalam koridor hukum dan mengutamakan ketertiban umum.

Dengan adanya jaminan keamanan dan kebijakan humanis dari jajaran Kepolisian, diharapkan aspirasi para sopir truk dapat tersampaikan tanpa mengganggu stabilitas kamtibmas di wilayah Purworejo.

Wujud Empati Bhayangkara: Kapolres Purworejo Kunjungi Personel yang Tengah Sakit

Purworejo .- Menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. melaksanakan kegiatan anjangsana ke rumah beberapa personel Polres Purworejo yang mengalami sakit menahun, Selasa (19/06).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pimpinan terhadap anggota yang tengah berjuang melawan penyakit, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial memperingati Hari Bhayangkara tahun ini.

Adapun empat personel yang dikunjungi secara langsung oleh Kapolres beserta rombongan, yaitu Iptu Setiyono, S.H. anggota Sikum Polres Purworejo, Aiptu Puji Patono, anggota Polsek Kutoarjo, Aiptu Undur Hutagaul anggota sidokes Polres Purworejo dan Bripda Geri Santoso anggota sidokes Polres Purworejo.

Keempat anggota tersebut saat ini tengah menjalani masa pemulihan akibat penyakit menahun yang diderita, dalam kunjungan tersebut, Kapolres memberikan dukungan moril, doa, serta bingkisan tali asih sebagai wujud perhatian institusi terhadap personelnya.

“Anjangsana ini adalah bentuk penghargaan kami atas dedikasi dan pengabdian para anggota. Meski saat ini mereka tidak aktif berdinas karena sakit, mereka tetap bagian dari keluarga besar Polres Purworejo. Kami doakan agar segera diberikan kesembuhan,” ujar AKBP Andry Agustiano.

Kegiatan anjangsana ini juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan empati adalah bagian dari semangat Bhayangkara sejati dalam melayani dan melindungi — tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga terhadap sesama anggota kepolisian.

Sambut HUT Bhayangkara ke-79, Polres Purworejo Gelar Bhakti Religi di Tempat Ibadah

Purworejo – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Polres Purworejo melaksanakan kegiatan Bhakti Religi dengan membersihkan area tempat-tempat ibadah di wilayah Purworejo, pada Jumat pagi (13/06/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si.

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan pasukan yang berlangsung di halaman Mapolres Purworejo. Dalam arahannya, Kapolres menyampaikan bahwa Bhakti Religi ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat serta mempererat nilai toleransi antarumat beragama.

“Mari kita sambut HUT Bhayangkara ke-79 ini dengan kegiatan yang positif, bermanfaat, dan semakin mendekatkan diri kita kepada warga serta nilai-nilai spiritual,” ujar Kapolres dalam sambutannya.

Setelah apel, personel Polres dibagi ke empat lokasi tempat ibadah yang berbeda.

  • Tim pertama membersihkan Masjid Agung Purworejo, dipimpin oleh Kasat Lantas AKP Untung Ariyono, S.H., M.H.
  • Tim kedua bertugas di Makam Kauman (belakang Masjid Agung), dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Sutoyo, S.H., M.H.
  • Tim ketiga melakukan pembersihan di Gereja Katolik Santa Maria, dipimpin oleh Kabag SDM AKP Markotib, S.H., M.A.P.
  • Tim keempat melaksanakan kegiatan di Klenteng & Wihara Balegono, dipimpin oleh AKP Setio Raharjo, S.H., M.H.

Menariknya, kegiatan ini tak hanya melibatkan anggota Polri, namun juga menggandeng unsur TNI dan perguruan pencak silat sebagai wujud sinergitas antar lembaga dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan.

Salah satu pengurus rumah ibadah menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polres Purworejo.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Polri. Kegiatan ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan kekhusyukan tempat ibadah kami,” ungkapnya.

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Polres Purworejo terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, termasuk dalam kegiatan sosial dan spiritual.

Polres Purworejo Gelar Pelatihan Kehumasan untuk Tingkatkan Kemampuan Digital Anggota

Purworejo – Dalam upaya meningkatkan kemampuan kehumasan dan pemanfaatan media sosial di lingkungan kepolisian, Polres Purworejo menggelar Pelatihan Kehumasan pada Rabu (11/06) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh 100 personel yang membidangi fungsi kehumasan, baik dari jajaran Polres maupun Polsek.


 Pelatihan ini dibuka oleh Wakapolres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., mewakili Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. yang berhalangan hadir karena kegiatan lain di waktu bersamaan. Dalam sambutannya, Waka Polres menekankan pentingnya peran kehumasan dalam membangun citra positif institusi Polri serta memperkuat komunikasi dua arah dengan masyarakat.
 

Kegiatan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Slamet Riyadi dan Eileena Julianda Lyana, S.Sn, yang dikenal sebagai pegiat media sosial dengan berbagai prestasi dan penghargaan nasional. Keduanya membagikan pengetahuan dan pengalaman seputar strategi komunikasi digital serta teknik pembuatan konten yang efektif dan menarik.
 

Salah satu materi yang disampaikan adalah peran media sosial dalam konteks kepolisian, di antaranya sebagai sarana untuk mencari informasi layanan kepolisian, membangun rasa aman melalui transparansi operasional, berkomunikasi langsung dengan institusi Polri, serta memberikan edukasi tentang keamanan dan hukum kepada masyarakat.
 

Selain itu, para peserta juga dibekali tips dan trik membuat konten yang menarik, agar pesan-pesan Polri dapat lebih mudah diterima dan dipahami oleh publik, khususnya generasi muda yang aktif di media sosial.
 

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh anggota yang terlibat dalam fungsi kehumasan dapat menjadi ujung tombak dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang informatif, transparan, dan humanis.

Kapolres Purworejo Pimpin Panen Raya Jagung Serentak, Dukung Swasembada Pangan 2025

REVISI

Purworejo – Dalam upaya mendukung program Swasembada Pangan Nasional 2025, Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. memimpin langsung kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Kamis (5/6/2025) pagi.

Kegiatan panen ini menjadi bagian dari agenda nasional yang dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia. Di Purworejo, panen dilaksanakan di lahan seluas 7.500 meter persegi milik Kelompok Tani “Makaryo” yang telah menjalin kerja sama produktif dengan Polres Purworejo.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah pejabat penting, antara lain Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf. Imam Purwoko, S.E., M.H.I., Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Wiyoto Harjono, Kabulog Magelang Muhammad Ikhsa Suradilaga, M.Si., Danramil Kapten Cba. Purwoko, Camat Ngombol Adi Pawoko, S.STP., M.Si., Kapolsek Ngombol AKP Sugiyono, serta para anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar.

Kapolres Purworejo menyampaikan apresiasinya atas sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan kelompok tani yang memungkinkan kegiatan ini berjalan sukses.

Dari hasil panen kali ini, diperkirakan menghasilkan sekitar 6 ton jagung berkualitas, yang sebagian besar akan diolah menjadi bahan pakan ternak dan sebagian lainnya dijual dalam bentuk jagung pipil.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami, bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar AKBP Andry Agustiano.

Ketua Kelompok Tani Makaryo, Bapak Santoso, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran Polres dan semua pihak yang telah terlibat sejak proses penanaman hingga panen.

“Tanpa dukungan keamanan dan motivasi dari aparat, mungkin kami tidak akan sampai pada hasil seperti hari ini,” ucapnya.

Disela kegiatan, juga dilaksanakan Zoom Meeting Panen Jagung Serentak Nasional yang disiarkan langsung dari pusat dan dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia.

Selain panen, dalam agenda tersebut juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri T.654 dengan kapasitas 1.000 ton.

Kegiatan panen raya ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dapat memberikan kontribusi besar terhadap program ketahanan pangan Indonesia.

Kapolres Purworejo Serahkan Hewan Kurban kepada Masyarakat, Wujud Kepedulian di Hari Raya Idul Adha

Purworejo – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. menyerahkan sebanyak 20 ekor hewan kurban kepada masyarakat Kabupaten Purworejo sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi Polri bersama masyarakat.

Sebanyak 18 ekor kambing disalurkan kepada berbagai lembaga keagamaan, yayasan, pondok pesantren, hingga rumah ibadah di wilayah Kabupaten Purworejo. Penerima hewan kurban tersebut di antaranya Takmir Masjid Al Hidayah Kledung Karangdalem, Kemenag Purworejo, Masjid Al Fatih Purwodadi, Mushola Baitul M Loano, Rutan Purworejo, Pondok Pesantren At-Tin Doplang, Yayasan Sosial Umi Kalsum, Mushola Al Mustofa Cangkrep Lor, Mushola Al Ikhlas Talang Gunung Puyuh, Mushola Al Muttaqin Kaliurip, Masjid Bani Suhudi Sucen, Masjid Al Muttaqin Ngrapah, Yayasan Al Fatonah Islamic Center, Mushola Al Barokah Brenggong, Panti Asuhan Danu K, Masjid Al Amin Kalianyes, Panti Sosial Plandi, serta Mushola Baiturrahman.

Sementara itu, dua ekor sapi diserahkan kepada pengurus Masjid Nurul Umam Aspol Vanlaar dan Masjid Al Hikmah di Desa Donorati, Kecamatan Purworejo.

Bahwa hewan kurban kambing tersebut merupakan hasil sumbangan dari personel Polres Purworejo, sedangkan dua ekor sapi merupakan pemberian dari Kapolres Purworejo

“Idul Adha adalah momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Semoga hewan kurban ini membawa manfaat dan berkah bagi para penerima,” ujar Kapolres Purworejo dalam pesannya.

Penyaluran hewan kurban ini menjadi bentuk nyata komitmen Polres Purworejo dalam menjalin sinergi dan mempererat hubungan dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di hari yang penuh berkah.

Kapolres Purworejo Lantik Pejabat Baru, Tekankan Profesionalisme dan Dedikasi

Purworejo – Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., melantik tiga pejabat baru dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung khidmat di halaman Mapolres Purworejo, Selasa pagi (03/06/2025). Acara ini dihadiri oleh para pejabat utama (PJU), seluruh anggota Polres Purworejo, serta ibu-ibu Bhayangkari.

Ketiga pejabat yang dilantik masing-masing adalah AKP Sutikna, yang sebelumnya menjabat Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Kendal, kini resmi menjabat sebagai Kasi Propam Polres Purworejo. Kemudian AKP Subandi, dari jabatan semula sebagai Kasubbagdalops Bagops Polres Purworejo, kini mengemban amanah sebagai Kapolsek Bagelen. Sementara itu, Iptu Damar yang sebelumnya menjabat Wakapolsek Bayan, kini dipercaya sebagai Kapolsek Purwodadi.

Mutasi jabatan ini merupakan bagian dari kebijakan rotasi personel berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jawa Tengah tertanggal 16 Mei 2025.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama menjabat. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme, loyalitas, dan integritas bagi pejabat baru dalam menjalankan tugas di tengah dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks.

“Mutasi adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari pembinaan organisasi. Saya harap para pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri dan memberikan kinerja terbaiknya demi pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP Andry Agustiano.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib, menjadi momen penting bagi kesinambungan kepemimpinan di lingkungan Polres Purworejo.

Seorang Pemuda Ditemukan Meninggal Dunia Gantung Diri, Tim Inafis Polres Purworejo Bergegas Identifikasi

Disclaimer:
Informasi ini hanya untuk tujuan pemberitaan. Jika Anda merasa memiliki masalah serius, bicarakan dengan orang terdekat atau hubungi layanan psikolog untuk mendapatkan bantuan dan motivasi.

Purworejo,- Sebuah tragedi pilu terjadi di Dusun Kedung Wungu, Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, pada Sabtu (31/5/2025) dini hari. Seorang pemuda berinisial DU (28) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di dalam rumahnya.

Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Benar, anggota kami bersama tim medis sudah melakukan pemeriksaan dan olah TKP,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Kejadian tragis ini diketahui sekitar pukul 04.00 WIB saat ibu korban terbangun untuk melaksanakan ibadah salat Tahajud. Saat mencari keberadaan putranya, ia terkejut mendapati DU dalam keadaan tergantung di dalam rumah menggunakan seutas tali plastik warna kuning sepanjang tiga meter. Sontak, ibu korban segera memberitahukan suami dan anak perempuannya, lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Bruno.

Tim gabungan dari Polsek Bruno, Satreskrim Polres Purworejo, Unit Inafis, serta tenaga medis Puskesmas Bruno segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat bekas lilitan tali di leher, serta keluarnya air mani dan kotoran dari tubuh korban.

Tali yang digunakan korban diikatkan dua kali pada leher dengan jarak antara kaki korban ke lantai sekitar 32 cm. Korban memiliki tinggi badan 161 cm.

Dari keterangan keluarga dan hasil penyelidikan awal, korban diduga memiliki masalah keluarga yang cukup berat. Atas musibah ini, pihak keluarga menerima sepenuhnya dan tidak menghendaki dilakukan autopsi maupun tuntutan kepada pihak manapun.

Kapolres Purworejo mengimbau agar setiap warga yang sedang menghadapi persoalan hidup atau tekanan emosional dapat berbagi cerita dan mencari bantuan. “Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan, cobalah untuk terbuka pada teman, keluarga, atau tenaga profesional seperti psikolog. Jangan pernah merasa sendiri,” pesannya.

Kompol Suprihadi, Sosok Polisi Teladan dari Purworejo: Mengabdi, Mengajar, dan Menginspirasi

Purworejo – Di tengah padatnya tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, masih ada sosok polisi yang mampu memberikan inspirasi luar biasa. Sosok itu adalah Kompol Dr. Suprihadi, S.H., M.H., Kabag Perencanaan (Kabag Ren) Polres Purworejo. Bukan hanya berdedikasi dalam tugas kepolisian, ia juga aktif berkontribusi di dunia pendidikan, menjelma menjadi figur Polisi Baik yang nyata di tengah masyarakat.

Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. menyebut Kompol Suprihadi sebagai contoh nyata aparat yang patut dijadikan teladan. “Beliau menjalankan tugas dengan profesional sekaligus konsisten mengembangkan diri. Ini adalah wujud nyata integritas seorang anggota Polri,” ujarnya kepada awak media.

Meski menjabat di bagian perencanaan, Kompol Suprihadi tidak membatasi kiprahnya hanya di balik meja. Ia juga aktif menjalankan fungsi pembinaan masyarakat (binmas). Bersama AKP Markotib, S.H., M.A.P. — yang kala itu menjabat Kasat Samapta — ia kerap menjadi inspektur upacara dan motivator di sekolah-sekolah. Keduanya tak hanya menyampaikan wawasan kebangsaan, tapi juga memberikan penjelasan untuk “Bijak Bermedia” dan “Bijak Berkendara” yang tentunya hal ini sangat penting bagi siswa-siswi usia dini.

Yang lebih menariknya Keduanya juga membuka ruang curhat bagi siswa-siswa yang memiliki masalah, lalu memberikan motivasi dan solusi.

Kompol Suprihadi lahir pada tahun 1967. Meski telah puluhan tahun berdinas, semangat belajarnya tak pernah padam. Ia menyelesaikan S1 di Universitas 17 Agustus Semarang (2017) jurusan Hukum, melanjutkan ke S2 di Universitas Janabadra Yogyakarta (2019), dan meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta pada 2024.

“Motivasi saya mengambil Manajemen Pendidikan adalah untuk menunjang pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam fungsi preemtif dan preventif,” ujarnya saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.

Kini, ia juga dikenal sebagai dosen mata kuliah Kewarganegaraan di STIE Rajawali Purworejo. Baginya, mengajar bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga jembatan untuk mendekatkan polisi dengan generasi muda. “Lewat interaksi dengan mahasiswa, kita bisa memahami dinamika sosial secara lebih dalam, bahkan sebagai masukan intelijen sosial bagi kepolisian,” ungkapnya.

Di tengah gempuran tantangan zaman, Kompol Suprihadi hadir dengan pesan yang kuat kepada para anggota muda Polri: “Jangan pernah berhenti belajar. Waktu terus berjalan, dan kita harus terus berkembang, baik dalam tugas maupun secara pribadi. Berkontribusilah, tidak hanya untuk institusi, tetapi juga untuk masyarakat.”

Kisah Kompol Suprihadi adalah bukti bahwa menjadi anggota Polri bukanlah batasan untuk terus maju. Ia adalah cerminan dari sinergi pengabdian dan pendidikan—wujud nyata Polisi Baik yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menyalakan semangat perubahan dan inspirasi.

Polres Purworejo Bongkar Praktik Premanisme Berkedok Koperasi: Tindas Warga Demi Tagih Hutang

PURWOREJO – Polres Purworejo berhasil mengungkap aksi premanisme yang meresahkan masyarakat, berkedok koperasi simpan pinjam. Empat orang pelaku ditangkap setelah terbukti melakukan kekerasan secara bersama-sama dalam penagihan hutang yang tidak manusiawi.

Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers pada Rabu (28/5/2025) pagi di Lobby Mapolres Purworejo.

“Kami tidak mentolerir segala bentuk tindakan kekerasan atau intimidasi atas nama penagihan hutang. Ini murni premanisme dan kami tindak tegas,” tegas Kapolres.

Aksi kekerasan tersebut terjadi pada Minggu (4/5/2025) sekitar pukul 15.00 WIB di rumah warga bernama Tukirin, Dusun Sibentar, Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Korban utama dalam peristiwa ini adalah Sdri. Ria Andori Mayda, yang saat itu didatangi oleh sekelompok orang karena masalah hutang sebesar Rp600.000,-.

Namun, alih-alih menagih secara wajar, para pelaku yang merupakan bagian dari koperasi ilegal bernama KSP DJS (Dwi Jaya Sebrakan) melakukan penganiayaan, ancaman, dan kekerasan terhadap korban agar membayar hutang yang dibengkakkan menjadi Rp7.000.000,-.

Tersangka utama, DNS (29) dan MH (39), membentak, mendorong, bahkan memukul korban. Kekerasan juga dialami oleh saksi lain, Sdr. Sutopo, yang mencoba melerai namun justru dicekik dan diinjak hingga mengalami luka.

Para pelaku ditangkap oleh Satgas Gakkum Ops Aman Candi 2025 dan saat ini mendekam di Rutan Polres Purworejo. Total ada empat tersangka yang diamankan:

  1. DNS (29), warga Yogyakarta
  2. MH (39), warga Purwokerto
  3. DH (19), warga Purworejo
  4. DP (37), warga Purworejo, selaku pimpinan KSP DJS

Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti helm pecah, kuitansi pembayaran, surat kesepakatan, pakaian pelaku, hingga satu unit mobil Daihatsu Xenia yang digunakan saat aksi penagihan.

Kapolres menjelaskan bahwa para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara.

Lebih lanjut, Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor jika mengalami atau mengetahui praktik serupa.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut bersuara. Premanisme, apapun bentuknya, harus dilawan bersama,” pungkas Kapolres Andry.